Pustaka Digital Ibu dan Anak


Menghadapi Myom Saat Kehamilan

Posted in Uncategorized by nugraad001 on January 2, 2008

parent-guide.jpg

Layaknya kista, myom pun dapat menimpa wanita hamil.Bedanya, bila kista menyerang indung telur, myom lebih pada rahim ibu. Bila dibiarkan, ia dapat menyebabkan pertumbuhan janin terganggu.

Elena (25 tahun)  merasa sangat gusar. Betapa tidak, pada kehamilan pertamanya yang saat ini menginjak usia 4 minggu, dokter menemukan myom pada rahimnya. ‘’Mendengar kabar kehamilan ini, aku sangat bahagia, tapi setelah didiagnosis adanya myom pada rahim, tentu saja aku bingung dan takut,’’katanya kepada Betty (45 tahun) mertua Elena melalui telepon genggamnya. ‘’Ma, bagaimana seharusnya aku menghadapi ini?’’tanyanya lirih.

Sebenarnya, istilah myom mungkin bukan sesuatu asing ditelinga Anda. Meski demikian, tentu tak pernah terbentik dalam benak, apabila Anda akhirnya benar-benar memilikinya dalam rahim. Terlebih, bila saat ini Anda tengah hamil muda. Padahal, ia justru berbahaya pada usia kehamilan muda. ‘’Pada usia kehamilan kurang dari 3 bulan, myom bisa saja menyebabkan janin abortus/keguguran,’’kata dr. Budi Wiweko, SpOG, spesialis obstetri dan ginekologi, Rumah Sakit Bunda Margonda, Depok.

Berbeda dengan kista, lanjutnya, myom menyerang rahim atau uterus. ‘’Bila kista kita definisikan sebagai tumor yang terdapat pada indung telur, maka sebaliknya myom kita sebut sebagai tumor jinak yang umumnya terdapat pada rahim atau uterus,’’paparnya. Dalam situs uterine-fibroids.org, myom atau populer juga dengan sebutan myoma memiliki ukuran yang berbeda-beda, dan pada banyak kasus pertumbuhannya lambat, serta tidak dibarengi dengan gejala yang berarti. Sehingga, ada kalanya seseorang yang memiliki myom pun tidak menyadarinya. Tetapi, apabila myom ternyata terdeteksi saat mengandung, tentu saja ini harus mendapat perhatian lebih,  dari pada bila diketahui sebelum hamil.

Mempengaruhi Janin
Dalam situs uterine-fibroids.org pun disebutkan bahwa penyebab pasti myom belum diketahui, akan tetapi myom memiliki kecenderungan berkembang sangat cepat pada tubuh wanita hamil.

Apabila myom menyerang  rahim wanita  hamil, maka ia bisa mempengaruhi kondisi kehamilan. Sebaliknya, kehamilan pun dapat memberi pengaruh kepada myom itu sendiri. Dr. Budi menerangkan pengaruh myom terhadap kehamilan, antara lain :

  • Pada usia kehamilan muda (kurang dari 3 bulan), myom dapat menyebabkan ibu hamil mengalami keguguran atau abortus pada janin.
  • Apabila kehamilan bertambah besar, myom bisa berdampak pada pertumbuhan janin. ‘’Ia dapat saja menyebabkan pertumbuhan bayi terganggu, karena nutrisi yang seharusnya untuk janin, justru diserap oleh myom-nya,’’terangnya.
  • Semakin tua usia kehamilan, myom pun dapat menyebabkan kelainan letak janin. Sehingga, bisa saja janin mengalami sungsang atau letaknya melintang.
  • Pada saat menjelang  persalinan, myom dapat mengganggu kontraksi, dan saat melahirkan, ia pun dapat mengganggu proses persalinan, atau bahkan menyebabkan pendarahan.

Sedangkan pengaruh kehamilan terhadap myom, diantaranya :

  1. Myom bisa bertambah besar karena pada kehamilan ada hormon-hormon yang dominan, seperti progesteron dan estrogen. Keduanya dapat menyebabkan ukuran myom membesar.
  2. Saat hamil, myom dapat semakin kurang mendapat pasokan oksigen atau kurang mendapat aliran darah, myom pun dapat berubah dari padat menjadi cair. Sehingga, ia bisa berdegenerasi. Alhasil, ibu hamil dapat merasa kesakitan.

Banyak Cara untuk Sembuh
Perasaan cemas menghadapi kehamilan dengan keberadaan myom pada rahim, memang merupakan sesutau hal yang wajar. Meski demikian, sebenarnya terdapat sejumlah cara yang dapat dilakukan untuk mengobati/menghilangkan myom dari rahim Anda.  Dari mulai pengobatan melalui terapi medis hingga operasi, tergantung dari seberapa besar ukuran myom dan kadar gangguan kenyamanan ibu hamil. Oleh karenanya, konsultasi yang rutin dengan dokter spesialis sangat penting untuk dilakukan.

Dalam mayoclinic.com disebutkan bahwa ada beberapa hal yang bisa jadi pertimbangan dalam menentukan cara pengobatan dari myom, diantaranya :

  • Tipe gejala yang dimiliki. Seberapa besar pengaruhnya terhadap kenyamanan/aktivitas sehari-hari.
  • Keinginan Anda untuk mempertahankan kehamilan dan rencana untuk hamil lagi di kemudian hari.
  • Perasaan/psikologis Anda menghadapi operasi, apakah Anda cukup siap melakukan operasi (bila memilih untuk dioperasi).
  • Seberapa dekat usia Anda dengan kemungkinan menopause.

Pada banyak kasus, myom tidak membahayakan. Bahkan, banyak pula wanita hamil yang tetap dapat melahirkan bayinya sesuai rencana, meski pun saat mengandung terdiagnosis memiliki myom. Meski demikian, untuk memantaunya, Anda membutuhkan bantuan dokter spesialis. PG


Jangan Panik
Menurut dr. Budi Wiwedo, SpOG, spesialis obstetri dan ginekolog Rumah Sakit Bunda Margonda, Depok, meski tetap harus dihadapi, myom termasuk ke dalam jenis tumor jinak. Oleh karenanya :
  • Jangan panik. Apalagi kepanikan/tegang bisa menyebabkan stress, padahal Anda sedang hamil. Sebaiknya, tenangkan pikiran dan jalani kehamilan dengan rileks.
  • Konsultasi dengan dokter kandungan secara rutin dan intensif. Sehingga, dokter kandungan dapat senantiasa melakukan observasi dan memonitor kondisi janin dan pertambahan ukuran myom. Dengan demikian, dokter pun dapat mengambil tindakan medis yang tepat sesuai dengan kondisi kesehatan ibu, janin, dan ukuran myom-nya sendiri.
  • Doa. Jangan lupa untuk tetap berdoa dan berserah  pada Tuhan YME agar diberikan kesembuhan.

Powered by ScribeFire.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: