Pustaka Digital Ibu dan Anak


Pentingnya Menyendawakan Bayi

Posted in Parent Guide by nugraad001 on December 4, 2007

parent-guide.jpg

Jika bayi tidak disendawakan setelah disusui, kemungkinan ia dapat menderita kembung, cegukan, gumoh, muntah, dll. Sebenarnya menyendawakan bayi tidak terlalu sulit, asal Anda tahu bagaimana caranya. Nanda (1 bulan) terlihat rewel. Ia menangis sejadi-jadinya. ‘’Ve, Nanda kenapa?,’’ tanya Dina (29 tahun) tetangga Vera (24 tahun), ibunda Nanda. Aku gak tahu Mbak, tapi Nanda memang sering seperti ini. Setiap kali sehabis minum susu, lalu aku tidurkan, beberapa lama kemudian dia akan menangis. Sekejap, Dina bergegas melihat kondisi Nanda. ‘’Mmh, sepertinya Nanda kembung Ve. Apa sehabis diberi susu Nanda sudah disendawakan?,’’tanya ibu dua orang anak balita itu. ‘’Menyendawakan? Belum, memang perlu ya?,’’ kata Vera, balik tanya.

Merawat bayi memang tidak semudah yang dipikirkan banyak orang. Apalagi, bagi para orang tua baru. Banyak informasi dan pengetahuan yang harus digali. Seperti halnya Vera yang melewatkan untuk menyendawakan bayi. Tentu saja itu bukan karena faktor kelalaian, melainkan karena faktor ketidaktahuan.

Padahal menyendawakan bayi setelah diberikan susu, merupakan langkah yang tak kalah penting untuk dilakukan. ‘’Menyusui bayi untuk pertama kalinya, bisa menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi para ibu baru. Tetapi kemudian ini juga bisa saja  menimbulkan masalah jika tidak mengetahui apa yang mungkin  akan terjadi kemudian,’’kata Larissa Hirsch, MD, dokter anak dari Alfred I. duPont Hospital for Children, di Wilmington.

Pada dasarnya, bersendawa dapat membantu bayi untuk melepaskan udara/angin yang mungkin tidak sengaja ‘tertelan’ oleh bayi pada saat menyusu. Nah, jika bayi tidak  disendawakan sementara ia telah ‘menelan’ angin cukup banyak kemungkinan si kecil dapat menderita kembung, cegukan, gumoh, muntah, dll. Selain mengurangi ketidaknyaman bayi, juga bisa membuatnya rewel dan menangis terus menerus.
ASI Meminimalkan Kembung

Menurut Dr. Andreas Liando, SpA, spesialis anak Omni International Hospital, Alam Sutera, menyendawakan bayi setelah menyusui memang perlu dilakukan, terutama pada bayi yang disusui dengan botol. ‘’Bayi yang diberikan susu botol akan cenderung lebih rentan ‘minum udara’ daripada yang minum ASI, ’’katanya. Pasalnya, pada saat si kecil meminum susu botol, ia dapat sekaligus menghisap udara melalui  karet ‘puting’ botol tersebut. Semakin banyak ia menghisap udara, semakin besar pula kebutuhannya untuk disendawakan.

Oleh karenanya, bayi yang diberi ASI jarang mengalami kembung akibat ‘menelan angin’. ‘’Meski demikian, pada prinsipnya menyendawakan bayi setelah menyusui tetap baik,’’kata Dr. Andreas.

Menyendawakan Bayi
Banyak cara yang dapat Anda lakukan untuk menyendawakan bayi. Diantaranya adalah

  • Duduk tegak sambil memeluk bayi (over your shoulder). Pada posisi ini, dagu si kecil sebaiknya berada di bahu Anda. Pegangi kepalanya dengan satu tangan, sementara tangan lainnya mengusap-usap punggungnya. Tak ada salahnya Anda menaruh handuk kecil/saputangan di bahu Anda. Untuk berjaga-jaga si kecil gumoh/olab.
  • Pegangi si kecil dalam posisi duduk dipangkuan Anda, di tengah-tengah paha (sitting on your lap).  Taruh satu tangan Anda di punggungnya, dan satu lagi diantara perut dan dadanya.  Pastikan saja bahwa si kecil dalam posisi yang aman, dan nyaman.  Setelah itu, usaplah dengan perlahan punggungnya sampai ia bersendawa. Oya, agar ia nyaman cobalah untuk menghamparkan handuk di seluruh paha Anda sebagai alas bayi.
  • Posisi menelungkup di atas paha (lying face down on your lap). Hamparkan handuk agak tebal di paha Anda. Dengan hati-hati tempatkan si kecil pada posisi telungkup di atas paha. Usap perlahan punggungnya dengan tangan Anda.
  • Jika dikehendaki, konsultasikan dengan dokter anak mengenai posisi dan tata cara menyendawakan bayi yang paling tepat untuk si kecil sesuai dengan tahapan usianya.

Perlu digarisbawahi adalah, pada dasarnya menyendawakan bayi tidak harus dilakukan oleh Anda, sebagai ibunya. Suami pun bisa saja berperan serta dalam menyendawakan si kecil.
Kapan Bayi Perlu Disendawakan?

Berikut ini adalah saat-saat yang tepat untuk menyendawakan si kecil :

  • Setiap saat setelah selesai menyusui. Setelah si kecil merasa cukup kenyang menyusu, perlahan sendawakanlah ia. Ini penting bagi kenyamanan dan kesehatannya.
  • Jika si kecil mulai terlihat tidak nyaman atau rewel saat disusui, berhentilah untuk sejenak (sekitar 10-20 menit). Lalu, cobalah untuk menyendawakannya terlebih dulu. ‘’Setelah ia bersendawa, bayi dapat mulai disusui lagi,’’terang Dr. Andreas.
  • Jika Anda memberikan susu botol, sebaiknya bayi disendawakan setiap 60-90 mililiter (sekitar 30-60cc). ‘’Tetapi, jika si kecil disusui dengan ASI sebaiknya ia disendawakan setiap kali akan berganti posisi/peralihan dari satu payudara ke payudara lainnya,’’ungkap Hirsch dalam situs kidshealth.org.
  • Adakalanya bayi terbangun dalam tidurnya karena kembung. Sendawakanlah si kecil agar ia dapat kembali melanjutkan tidurnya dengan nyaman.
  • Jika bayi minum tergesa-gesa, berarti ia butuh disendawakan lebih sering. Tunggulah sampai ia mulai slowdown, lalu perlahan sendawakan si kecil. Setelah itu, Anda dapat mulai menyusuinya lagi.

Nah, setelah mengetahui betapa pentingnya menyendawakan si kecil mulai saat ini jangan pernah lupa melakukannya ya. Meski dibutuhkan kesabaran dan kehati-hatian dalam melakukannya, dengan cinta nan besar yang Anda miliki untuk si kecil semuanya tentu dapat dilaksanakan dengan mudah. Jadi, selamat menyendawakan si mungil ya! PG


Powered by ScribeFire.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: