Pustaka Digital Ibu dan Anak


Dukungan: “Kado Ajaib” buat Ibu Menyusui

Posted in Parent Guide by nugraad001 on December 4, 2007

parent-guide.jpg

Saat ibu menyusui menghadapi masalah dan nyaris gagal memberi ASI, dukungan dari sesama ibu bisa mendatangkan “keajaiban”.

Irianti Soebroto (36 tahun), anjlok semangatnya manakala bayinya, Salsabila Fadhilah Putri (kini 3 tahun), belum juga bisa mengisap payudara pada 1-2 minggu pertama. Terlebih ketika ia tahu suaminya membawakan susu kaleng ke rumah, dan ibunya memberi dot kepada bayinya. Branch Manager sebuah bank swasta itu bukan tak berusaha memberi ASI. Sadar putingnya datar, ia mencoba memerah dengan pompa biasa dan memberikannya kepada Salsabila dengan sendok. Tapi hasil perahan amat sedikit, hanya 5 cc, dan lebih banyak yang tumpah ketimbang terminum.

“Minggu ketiga saya dapat nomor telepon Ibu Wiwik dari teman,” cerita Yanti, panggilan akrab Irianti. Sejak itu, ia intens berkomunikasi lewat telepon dengan Ibu Wiwik – yang ternyata seorang konselor laktasi – tentang cara memposisikan bayi di payudara, pentingnya menyingkirkan dot, serta tetap memerah dan memberi ASI dengan sendok. “Ibu Wiwik bahkan tiap hari meng-sms saya, ‘Gimana menyusuinya, ada kemajuan?’ Saya jadi semangat lagi.”

Yanti mulai mencoba memerah dengan pompa elektrik dan hasil perahannya meningkat sampai 150 cc. Bayinya pun mulai lancar minum lewat sendok. Tiga hari setelah Salsabila terampil minum ASI dengan sendok, kakak perempuan Yanti, Ani Soebroto, kebetulan bertandang dan menyaksikan keponakannya minum ASI pakai sendok. “Ngapain repot-repot? Langsung aja minum dari payudara!” ujar sang kakak. Celetukan itu semakin ‘mengompori’ semangat Yanti untuk mulai menyusu. Hasilnya? Ia berhasil menyusui Salsabila sampai usia 15 bulan, padahal sebelumnya semua orang memandang kasusnya sulit. Dan yang tak kalah penting, Yanti kini antusias menyemangati ibu-ibu lain agar tetap menyusui.    

Kebutuhan Ibu Menyusui
Sekretaris Jenderal Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI), Rahmah Housniati menyatakan, salah satu faktor ibu tidak memberi ASI adalah faktor ketidaktahuan. Tapi, banyak ibu yang cukup berpengetahuan tentang ASI tidak melakukannya, karena kendala lain. Misalnya, karena harus bekerja. “Yang dibutuhkan banyak ibu adalah support,” kata ibu berusia 29 tahun yang lebih dikenal sebagai Nia Umar ini.

Nia sukses memberi ASI eksklusif 6 bulan dan melanjutkan pemberian ASI sampai 2 tahun kepada putrinya, Najya Hani Assegaf. Keberhasilannya membuat beberapa teman mulai menjadikannya tempat bertanya. Pengalaman Nia membuktikan, ibu yang mendapat dukungan dan berhasil menyusui biasanya antusias menularkan semangat dan mendukung ibu-ibu lain untuk menyusui. Mantan bos Nia, yang semula hanya berniat menyusui sampai 3 bulan, ia semangati untuk terus memberi ASI. Ternyata sang bos berhasil menyusui sampai 1 tahun. “Sekarang bos saya rajin menyemangati anak buahnya yang sedang menyusui,” kata Nia. Sampai-sampai, sang bos mempersilakan ruang kerjanya digunakan untuk memerah ASI!  

Dukungan – tak hanya dari sesama ibu — adalah kado yang dibutuhkan seorang ibu menyusui. Keajaiban dukungan terletak pada kekuatannya untuk menyemangati seorang ibu, dan kemampuannya untuk menyebar ke segala penjuru. Sudahkah Anda menjadi pendukung ibu menyusui? PG


 Tips Menjadi Pendukung Ibu Menyusui

  1. Luruskan niat: untuk berbuat baik kepada sesama manusia dan mengharapkan balasan dari Sang Pencipta manusia.

  2. Bekali diri dengan pengetahuan memadai tentang ASI, teknik menyusui dan manajemen laktasi. Perbarui terus pengetahuan dari berbagai sumber: bacaan, tayangan, seminar, diskusi, pengalaman, dll.
  3. Bekali diri dengan pengetahuan tentang teknik konseling. Bila perlu, ikuti pelatihan konselor laktasi.
  4. Mulai dari yang terdekat dan termudah. Amati keluarga, sahabat, tetangga terdekat, atau rekan kerja. Adakah yang memerlukan dukungan untuk menyusui?
  5. Jangan pernah memaksa. Tugas pendukung ibu menyusui, sejatinya, adalah membantu ibu membuat keputusan yang terbaik bagi dirinya dan bayinya. Bukan membuatkan keputusan. Apalagi memaksakan sebuah keputusan. PG     

Powered by ScribeFire.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: