Pustaka Digital Ibu dan Anak


8 “Rambu Makan” Si Kecil

Posted in Parent Guide by nugraad001 on November 12, 2007

parent-guide.jpg

Di usia ini, makanan yang ia asup makin bervariasi. Adakah ‘rambu-rambu makan’ yang harus ditaati?

Tak terasa, si kecil sudah menginjakkan kakinya di tahun kedua. Makanan yang ia konsumsi pun makin bervariasi. Mungkin tak jarang Anda memberikannya apapun yang Anda atau pasangan makan. Namun demikian, adakah rambu-rambu yang tetap harus diperhatikan?

Menurut dr. Sri Kurniati, SpGK —dokter spesialis gizi klinik dari Klinik Pela 9, Jakarta Selatan — pada umumnya anak berusia 1 tahun ke atas memang sudah bisa makan bermacam jenis penganan. Namun, ada juga beberapa anak yang belum siap. “Misalnya, yang memiliki kelainan seperti belum tumbuh gigi, sering muntah, atau keterlambatan perkembangan. Alhasil, makanan yang diasup oleh mereka pun harus diperhatikan,” ungkapnya. Jangankan mereka, anak yang tumbuh kembangnya normal pun, menurut dr. Sri, tetap harus menaati ‘rambu-rambu makan’. Apa saja?

Karakter Batita Anda

Sebelum membiasakan si kecil dengan makanan yang bervariasi, Anda perlu mengenal karakternya dulu. Memang, setiap batita itu unik. Namun, pada umumnya:

  • Pertumbuhan mereka tidak sepesat 1 tahun pertama hidupnya. Alhasil, mereka tidak butuh banyak makan seperti yang Anda pikir. Jadi, jangan paksakan mereka untuk makan terus-menerus. Ia tahu kapan ia merasa lapar. Dan ingat, perutnya masih sebesar kepalan tangannya!
  • Tidak mudah untuk memperkenalkan makanan baru pada mereka. Kuncinya, taruhlah makanan baru di sebelah menu favoritnya. Beri secara bertahap sedikit demi sedikit. Sehingga, ia menjadi terbiasa dengan makanan tersebut.
  • Cepat bosan dan hanya menyukai makanan tertentu saja. Jangan heran ya, bila Anda kemarin memberikan daging cincang dan hari ini ia menolak memakannya!
  • Sangat mudah teralihkan perhatiannya saat makan. Siaran televisi, mainan baru, anak tetangga yang datang ke rumah. Ya, apapun bisa mengalihkan perhatian si kecil dari makanannya.

Rambu-rambu Makan

Nah, setelah mengenal karakter si kecil, bukan berarti Anda bisa memberikannya semua jenis makanan. Tetap ada rambu-rambu yang harus dipatuhi. Berikut beberapa di antaranya :

  1. Jadwalkan waktu makan si kecil, dan perhatikan kandungan gizi dan kalori yang masuk ke tubuhnya.  “Sebenarnya jadwal ini harus diterapkan minimal sejak ia berusia 7 bulan. Pasalnya, itu adalah masa kritis mereka. Bila pada usia itu, mereka tidak terbiasa dengan pola makan sehat. Misal, orang tua tidak membiasakan memberikan makanan padat dan hanya menuruti keinginan anak untuk minum susu saja. Bisa-bisa sampai umur 1 tahun ia sulit mengonsumsi makanan padat,” tutur dr. Sri, yang mengambil spesialisasi gizi klinik di Universitas Indonesia ini.

  2. Jangan berikan si kecil makanan yang mengandung monosodium glutamat (MSG) dan garam serta gula yang berlebihan. Intinya, berikan mereka makanan sehat nan segar. “Selain itu, bila ingin memberikan bakmi, pastikan memberikan bakmi putih yang bebas zat pewarna. Misalnya, kwetiaw atau bihun,” tutur dr. Sri.
  3. Bila anak sulit makan, tak perlu memaksakannya. Yang perlu Anda lakukan adalah, tetap sabar dan telaten. “Contohnya, bila hari ini ia hanya mau makan 5 sendok, besok coba berikan 6 sendok. Tapi jangan memaksa. Ia tahu kapan ia merasa kenyang,” ujar dr Sri lagi. Bila dipaksa untuk ‘membersihkan piring’ mereka bisa menganggap waktu makan sebagai hal yang tidak menyenangkan. Kalau sudah begitu, Anda makin sulit memberikannya makanan.
  4. Biarkan ia memilih mana makanan yang dimakan lebih dulu. Bila ia memilih kue-kue kecil — yang harusnya menjadi pencuci mulut – untuk dimakan lebih dulu, bukan masalah. “Kuncinya, jadikan waktu makan sebagai saat yang menyenangkan baginya,” cetus dr. Sri.
  5. Agar ia disiplin sejak kecil, pastikan ia dalam keadaan duduk saat makan. Lebih bagus lagi bila si kecil makan bersama Anda, pasangan, dan saudara kandungnya. Namun bila tidak memungkinkan, pastikan ada yang mendampingi ketika ia sedang makan atau minum. Hal ini penting, terutama untuk menghindarkannya dari bahaya tersedak.
  6. Jangan sekali-kali memberikannya makanan yang keras atau berisiko membuatnya tersedak. Jadi, potong kecil-kecillah makanan yang akan ia konsumsi, bersihkan ikan dari duri sebelum diberikan kepadanya, dan ingat, dampingi selama ia makan atau minum. “Kacang atau permen yang menurut orang tua kecil saja bisa membuat batita tersedak. Jadi sebaiknya hindari memberikan mereka makanan seperti itu. Kemudian, bila ingin memberikan biskuit, pastikan memberikannya biskuit bayi yang langsung hancur ketika terkena air liur. Biskuit dewasa tidak langsung hancur. Alhasil, walau diberikan hanya sedikit, si kecil bisa tersedak,” ungkap dr. Sri panjang lebar.
  7. Jangan terlalu kaku. Bila suatu hari Anda sekeluarga sedang makan di restoran fast food dan si kecil tergiur untuk mencobanya, berikan saja sedikit kepadanya. Biarkan ia mengeksplorasi segala jenis makanan — dalam porsi yang tidak berlebihan tentu saja.
  8. Jangan lupa membersihkan gigi, gusi dan lidahnya setiap kali ia selesai makan. Merawat kesehatan mulut, memang harus dimulai sejak kecil!

Terakhir namun tak kalah penting, berilah contoh pola makan yang sehat kepadanya. Ingat, si kecil belajar dari mencontoh kebiasaan Anda. Jangan harap ia akan suka sayuran bila Anda pun tidak pernah mau ‘menyentuh’ sayuran!PG


Hindari Dehidrasi!

Tidak semua batita bisa mengungkapkan rasa haus mereka. Padahal, mereka cenderung lebih mudah dehidrasi dibanding orang dewasa.  Oleh karena itu, pastikan :

  • Berikan ASI secara teratur sampai si kecil berumur 2 tahun.
  • Batita yang sudah tidak diberikan ASI, harus minum minimal 500 ml susu setiap harinya.
  • Tawarkan selalu air putih padanya di antara waktu makan utama maupun makan snack.
  • Berikan buah-buahan yang banyak mengandung air.
  • Bila ingin memberikan jus, batasi hannya 125-200 ml per hari. Pastikan itu adalah jus segar yang Anda buat sendiri.

Powered by ScribeFire.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: