Pustaka Digital Ibu dan Anak


Menyusui dan Pola Makan Hari Raya

Posted in Parent Guide by nugraad001 on October 10, 2007

parent-guide.jpg

Menu serba santan dan serba pedas biasanya menjadi bagian dari pola makan ibu menyusui selama Hari Raya. Amankah untuk bayi?

Ketupat, opor ayam, rendang, semur daging, sayur santan, sambal goreng hati. ‘Menu wajib’ Hari Raya di negeri ini mau tidak mau mempengaruhi pola makan ibu-ibu menyusui. Sekali pun di rumah tidak memasak ketupat dan opor, di tempat-tempat yang dikunjungi saat bersilaturahmi ibu menyusui biasanya tetap akan mencicipi hidangan tersebut.

Sebagian ibu menyusui merasa, menu makan hari raya yang serba santan dan serba pedas mempengaruhi ASI dan bayinya. “Bayi saya jadi diare,” kata Erni, ibu 3 anak, yang hobi berat menyantap opor ayam dan sambal goreng hati sapi buatan ibunya jika mudik lebaran ke Solo. Benarkah makanan bersantan dan pedas yang disantap ibu menyusui selama Hari Raya membuat bayi diare?

Tergantung Kebiasaan Ibu
Tidak selalu. Menurut pakar laktasi dr. Utami Roesli, SpA., MBA, CIMI, IBCLC, sejak di dalam rahim, bayi sudah terbiasa ‘mencicipi’ rasa makanan yang biasa dimakan ibunya, melalui rasa air ketuban. “Air ketuban ibu-ibu di Amerika mungkin rasa keju. Air ketuban ibu-ibu di Indonesia mungkin rasa sambal,” terang Ketua Sentra Laktasi Indonesia (SELASI) itu.

Jadi, jika selama hamil ibu sudah biasa menyantap hidangan pedas dan bersantan seperti opor dan sambal goreng, tidak masalah jika saat menyusui ibu mengonsumsi menu tersebut di Hari Raya.

Tergantung Kondisi Bayi
Akan tetapi, ada kalanya bayi yang sudah terbiasa merasakan citarasa makanan pedas dan bersantan selama di dalam kandungan, mengalami diare ketika ibunya menyusuinya setelah mengonsumsi hidangan Hari Raya. “Tergantung kondisi fisik bayi saat itu,” kata dr. Utami. Ia menganalogikan hal ini dengan orang dewasa yang terbiasa makan sambal, tapi ada kalanya – ketika kondisi tubuh sedang turun – sakit perut saat makan sejumput kecil sambal.

Begitulah. Kuncinya ada di kondisi fisik bayi. Sepanjang bayi sehat-sehat saja, ibu menyusui boleh makan apa saja di Hari Raya ini. “Prinsipnya asal bukan rokok, alkohol dan narkoba, semua boleh,” tegas dr. Utami. PG

BOKS: Tips: Jaga Kondisi Fisik Bayi!
Selama kondisi fisiknya sehat, bayi mampu beradaptasi terhadap makanan apapun yang dimakan dan terserap ke dalam air susu ibunya. Untuk itu, dr. Utami Roesli, Sp.A., MBA, CIMI, IBCLC memberi tips agar orang tua menjaga kondisi fisik bayi, sebagai berikut:

1. Usahakan bayi tidak terlalu lelah. Batasi membawa bayi bersilaturahmi, hanya ke keluarga dekat yang paling penting saja (orang tua, mertua, paman-bibi yang dituakan). Selebihnya, biarkan bayi lebih banyak di rumah agar bisa beristirahat secukupnya. Cara ini juga bisa menghindarkan bayi dari kontak fisik (dipegang, digendong, dicium) terlalu banyak oleh orang ‘asing’, yang berarti memperbesar risiko bayi terinfeksi penyakit.

2. Siapkan ASI perah. Jika ayah ibu sekedar ingin bersilaturahmi ke teman-teman atau relasi, bayi sebaiknya ditinggal di rumah bersama babysitter atau pengasuh, tak perlu diboyong ke sana ke mari. Untuk itu, siapkan ASI perah sebelum ‘musim silaturahmi’ Hari Raya dimulai!

Powered by ScribeFire.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: