Pustaka Digital Ibu dan Anak


Menghindarkan Sakit Gigi pada Anak

Posted in Pikiran Rakyat by nugraad001 on October 3, 2007

pr-head.gif

Proses pertumbuhan dan perkembangan gigi merupakan hal yang harus diketahui oleh orang tua. Karena proses pertumbuhan dan perkembangan gigi sangat berpengaruh terhadap proses pertumbuhan dan perkembangan/kesehatan umum anak. Orang tua semestinya mengetahui cara merawat gigi anak dengan baik, selain memerhatikan kesehatan umum lainnya.

JANGAN anggap sepele pertumbuhan dan perkembangan gigi serta keadaan kesehatan umum anak. Orang tua sering tidak menyadari bahwa kondisi gigi geligi anak yang buruk (oral hygiene buruk) akan membuat anak kehilangan berbagai kegiatan. Oleh karena itu, setiap orang tua hendaknya mempunyai komitmen dan keinginan bahwa membebaskan anak dari sakit gigi akan memberikan awal kehidupan yang lebih baik. Dengan demikian, anak dapat bebas beraktivitas dengan baik.

Setiap orang tua, tentunya menginginkan anaknya tumbuh dan berkembang sesuai harapan, serta mampu melewati masa kanak-kanaknya dengan lancar tanpa hambatan. Untuk itu, sejak dini setiap anak perlu diberikan motivasi bagaimana menyongsong masa depan yang penuh persaingan dan tantangan. Anak harus mampu bertahan, penuh kreativitas, tidak mudah menyerah dan mampu menghadapi berbagai masalah.

Sang Pencipta, menciptakan berbagai macam organ tubuh dengan fungsinya masing-masing, di antaranya gigi geligi yang merupakan organ penting dari sekian organ tubuh yang ada. Tanpa gigi, bagaimana orang tersebut akan tersenyum, tertawa, mengunyah, dll., sehingga jika terdapat gangguan pada giginya tentu dapat mengganggu proses sosialisasi antarsesama.

Proses pertumbuhan dan perkembangan gigi merupakan hal yang harus diketahui oleh orang tua. Karena proses pertumbuhan dan perkembangan sangat berpengaruh terhadap proses pertumbuhan dan perkembangan/kesehatan umum anak. Orang tua semestinya mengetahui cara merawat gigi anak dengan baik, selain memperhatikan kesehatan umum lainnya.

Dengan merawat gigi anak sejak dini diharapkan dapat menghindari proses kerusakan gigi lebih lanjut/parah, seperti berlubang, permukaan gigi banyak sekali sisa makanan, bengkak, dll.

Jika anak memiliki masalah dengan gigi, akibatnya akan mengganggu konsentrasi anak, bahkan sampai anak menjadi kurang pede (percaya diri) dalam bergaul. Akibat lainnya, anak pun akan sakit-sakitan.

Gigi geligi berfungsi di antaranya untuk mengunyah makanan, karena makanan yang akan masuk ke saluran pencernaan terlebih dulu harus halus, sehingga lambung pun tidak terlalu berat dalam prosesnya lebih lanjut. Proses ini pun akan terus berlangsung dari mulai anak-anak, dewasa, sampai lansia.

Dengan semakin berkembangnya teknologi, otomatis diikuti dengan teknologi pengolahan makanan, seperti semakin beragamnya jenis makanan berat/ringan/cemilan, dari yang manis sampai makanan lengket dan mudah melekat pada permukaan gigi. Lama-kelamaan, makanan tersebut bereaksi di dalam mulut, menempel, serta mengeras pada permukaan gigi dan sulit dibersihkan dengan sikat gigi. Hal ini bila dibiarkan terus-menerus lambat laun akan merusak mahkota gigi itu sendiri dan napas pun menjadi tidak sedap/bau (halitosis), dan akan meninggalkan sisa akar gigi susu/sulung. Pada individu tertentu, sering kali dapat menimbulkan rasa sakit/demam/pembengkakan, apalagi bila kondisi gizi anak sampai buruk/daya tahan tubuh rendah hingga akhirnya kesehatan umum pun terganggu.

Guna menghindari hal-hal yang tidak diharapkan terhadap pertumbuhan dan perkembangan gigi geligi anak dan kesehatannya, ikutilah tips-tips di bawah ini:

1. Pada usia anak 6 sampai 9 bulan akan tumbuh dua gigi seri bawah, diikuti oleh gigi seri rahang atas. Usia 7 hingga 10 bulan tumbuh lagi dua gigi seri depan kedua, baik rahang atas maupun rahang bawah. Pada saat ini, orang tua/ibu harus telaten membersihkan sisa makanan/susu yang menempel pada permukaan gigi, dengan penggunakan cotton bud ataupun dengan kain kasa yang dibalutkan ke jari telunjuk, kemudian bersihkanlah permukaan gigi yang kotor tadi sampai bersih. Periode pertumbuhan gigi berikutnya, yaitu usia 16 sampai dengan 20 bulan. Pada saat ini akan tumbuh gigi geraham depan dan gigi taring. Selanjutnya, usia 23 sampai 30 bulan, tumbuh lagi gigi geraham kedua. Gigi anak akan lengkap (20 gigi) saat usia 3 tahun. Seterusnya akan diganti dengan gigi tetap sesuai waktunya satu per satu secara berurutan, dari usia 17 sampai dengan 22 tahun atau lebih.

Pada periode gigi susu ini, berikan pengertian pada anak tentang pentingnya menggosok gigi. Caranya dengan memberitahu anak bagaimana cara menyikat dan memakai sikat gigi yang benar. Tentunya, dengan motivasi ini akan menumbuhkan sikap disiplin hingga dewasa/lansia.

2. Hindari/kurangi jenis makanan manis/lengket, walau terasa sulit, karena umumnya anak-anak gemar sekali mengonsumsi jenis makanan tersebut.

3. Biasakan menggosok gigi dua kali sehari, sehabis makan dan sebelum tidur. Menggosok gigi di pagi hari akan memberikan hasil yang baik bila dikerjakan setelah sarapan/makan pagi. Begitu pula menggosok gigi dimalam hari dikerjakan setelah makan malam atau menjelang tidur. Jangan sekali-kali membiarkan anak mengemut makanan/mengedot susu botol sambil tidur, karena gigi akan cepat rusak. Usahakan supaya tidak membiasakan hal di atas menjadi kebiasaan buruk, begitu pula mengisap-isap ibu jari saat tidur akan mengganggu pertumbuhan gigi dan rahang anak.

4. Ada tidaknya keluhan, kunjungilah dokter gigi setiap enam bulan sekali, sehingga kondisi gigi geligi dan perkembangannya dapat terpantau dengan baik. Bila anak takut pergi ke dokter gigi, orang tua sebaiknya tidak memaksakan kehendak guna mencegah anak semakin takut ke dokter gigi. Ajaklah anak untuk ikut melihat orang tuanya/ kakaknya/ saudaranya berobat gigi. Lalu berkenalan dengan dokter gigi dan melihat-lihat sekitar ruangan/tempat praktik dokter gigi. Lambat laun anak pun akan mau untuk diperiksa. Mungkin waktu pendekatan akan lebih banyak jika pasien anak yang sangat penakut akan sulit untuk diperiksa.

5. Segera lakukan tindakan bila ditemukan kelainan-kelainan yang masih dini, jangan menunda-nunda perawatan gigi. Hal ini guna menghindari lamanya kunjungan ke dokter gigi, mengurangi beban biaya berobat, dan mencegah/menghindari kondisi penyakit gigi ke arah yang lebih parah hingga dapat memengaruhi kesehatan umum.

6. Beritahukan ke dokter gigi bila anak memiliki sesuatu kelainan penyakit atau alergi terhadap obat/zat-zat tertentu. Hal ini untuk menghindari keadaan yang tidak diharapkan.

7. Mengonsumsi buah-buahan berserat setiap hari dapat membantu membersihkan gigi karena buah-buahan berserat bersifat self -cleaning. Meskipun begitu, menggosok gigi tetap dikerjakan.

Pepatah mengatakan, “Pencegahan akan lebih -baik daripada pengobatan”. (drg. H.R. Ginandjar A.M., RS Al Islam Bandung)

Powered by ScribeFire.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: