Pustaka Digital Ibu dan Anak


Mencegah Keguguran Berulang

Posted in Pikiran Rakyat by nugraad001 on October 3, 2007

pr-head.gif

Jadi, agar keguguran tidak berulang, begitu menunjukkan tanda-tanda kehamilan, mereka yang punya sejarah keguguran, segeralah melakukan terapi hormon di awal usia kehamilan.

TAK sulit membayangkan bagaimana beratnya beban ibu yang mengalami keguguran. Apalagi jika hal tersebut terjadi sampai berulang-ulang. Tak dapat dimungkiri, bagi ibu yang belum memiliki keturunan, torehan luka fisik dan nyeri batin bisa mengundang keputusasaan.

Sesungguhnya, keguguran berulang bukanlah hal berat bila penyebab utamanya sudah diketahui. Oleh karena itu, mereka yang “berbakat” keguguran dianjurkan mengetahui gejalanya secara dini, agar kegagalan kehamilan dapat dicegah.

Yang pertama-tama perlu dicermati adalah indikasinya. Jika melihat gejala bercak merah dibarengi rasa mulas, cepatlah hubungi dokter. Dengan penanganan dini, entah pemberian obat maupun istirahat total, kemungkinan keguguran bisa diperkecil. Tahap berikutnya adalah mencari penyebabnya, ini sudah termasuk wewenang dokter. Biarkan dokter mendapatkan keleluasaan untuk menyelidiki, karena kasus keguguran cukup kompleks, butuh pemeriksaan akurat, dan tak bisa disimpulkan terburu-buru.

Pada kasus ketidakseimbangan hormon yang mencetuskan keguguran, orang awam sering menyebutnya sebagai “lemah kandungan”. Istilah ini sebenarnya tidak tepat, karena kesalahan tidak terletak pada rahim, melainkan pada hormon. Pada awal kehamilan (1-3 bulan), peran hormon sangat penting. Melalui suatu tes dapat diketahui apakah seseorang mengalami ketidakseimbangan hormon atau tidak. Jika hasilnya positif, kasus keguguran biasanya memang tak bisa dihindari, karena janin tak dapat berkembang. Dalam hal ini, dokter akan memberikan terapi hormon.

Jadi, agar keguguran tidak berulang, begitu menunjukkan tanda-tanda kehamilan, mereka yang punya sejarah keguguran, segeralah melakukan terapi hormon di awal usia kehamilan.

Kualitas bibit

Kualitas sel telur atau sperma pun turut menentukan “nasib” janin. Jika kualitasnya buruk, kemungkinan janin tidak terbentuk normal, lalu gugur. Hal ini kerap terjadi pada wanita yang hamil di usia 35 tahun ke atas atau sang suami 45 tahun ke atas. Pada usia itu, kualitas sel telur dan sperma mulai menurun. Selain faktor usia, bibit jelek bisa juga dikarenakan salah satu pasangan menderita penyakit menahun.

Jika kehamilan tidak bisa dipertahankan, tindakan yang dilakukan dokter adalah kuret. Kalau itu keguguran pertama, eksekusi kuret harus benar-benar bersih. Jika tidak, atau terdapat jaringan yang tertinggal, akan menyulitkan kehamilan berikutnya. Pada kondisi demikian, otak seolah-olah terus menerima sinyal bahwa wanita itu masih mengandung. Akibatnya, sel telur malas tumbuh lagi.

Supaya bisa hamil kembali, kuret bisa dieksekusi ulang untuk membuang jaringan tertinggal. Jika keguguran hanya dibersihkan ala kadarnya, misalnya hanya dengan jari tangan, justru cenderung menimbulkan masalah. Selain tertinggalnya jaringan, juga mengakibatkan infeksi.

Gangguan pada kehamilan juga bisa gara-gara tumbuhnya kista atau tumor jinak pada rahim, yang mengganggu penempelan plasenta. Dikhawatirkan, plasenta tidak mendapatkan pasokan darah yang cukup, sehingga janin hanya bisa bertahan hingga usia 2-3 bulan. Keguguran pada usia kandungan 2-3 bulan juga tidak bisa dihindari kalau terjadi kehamilan di luar kandungan, akibat janin menempel pada saluran tuba falopi.

Bila seorang wanita mengalami keguguran berulang-ulang, padahal sebelumnya pernah sukses melahirkan, bisa jadi karena terdapat banyak jaringan perut atau ikat pada tempat menempelnya plasenta. Ini terjadi lantaran saat melahirkan anak pertama, tempat itu kurang dibersihkan secara maksimal. Akibatnya, darah yang terkirim ke plasenta kurang. Janin pun loyo karena tidak atau kurang mendapatkan pasokan makanan.

Sebenarnya, plasenta pandai mencari tempat yang enak dan aman. Namun, adakalanya terjadi error, misalnya plasenta memilih posisi di bawah, sehingga ketika bayi akan lahir, ibunya mendapatkan kesulitan.

Akan muncul masalah yang berbeda apabila saat kehamilan pertama, mulut rahim sang ibu pecah. Sebab, pada kehamilan berikutnya mulut rahim jadi rentan, dan tak kuat lagi menahan beban janin yang semakin besar. Kasus semacam itu biasanya diatasi dengan cara “mendadani” mulut rahim dengan jahitan shirodkar, suatu jahitan yang mirip penutup kantong uang atau pundi-pundi. Agar aman, ibu hamil yang mengalami jahitan shirodkar tidak dianjurkan melakukan hubungan suami istri selama hamil. Jika aturan ini tidak dilanggar, jahitan tersebut akan tetap erat, hingga tiba saatnya melahirkan.

Virus

Kehamilan yang terganggu virus, entah itu herpes atau toksoplasma boleh dikatakan jarang. Keguguran justru lebih banyak akibat peradangan pada mulut rahim atau vagina karena ulah kuman.

Namun, tidak ada salahnya bila wanita hamil selalu waspada terhadap serangan apa pun. Salah satunya, anjuran agar tidak memelihara kucing selama mengandung. Pasalnya, kucing merupakan induk semang sejati dari parasit toksoplasma, penyebab toksoplasmosis.

Selain mencegah terkontaminasi kotoran kucing, ibu yang sedang berbadan dua juga disarankan menghindari makan lalapan mentah untuk sementara dan dianjurkan mengonsumsi daging yang dimasak sampai matang benar. Dikhawatirkan, daging setengah matang atau lalapan mentah sudah terkontaminasi virus tersebut. Kemungkinannya memang selalu terbuka.

Gejala yang ditunjukkan apabila terkena virus tokso biasanya hanya berupa pembesaran kelenjar getah bening, umumnya pada leher bagian belakang, dan sedikit demam. Bila tidak sampai terjadi gangguan pada sistem kekebalan tubuh, ibu hamil biasanya tidak merasakan gejala apa pun.

Virus rubella (campak Jerman) pun wajib diwaspadai. Rubella memang hanya membuat penderitanya demam ringan dan keluar bintik-bintik merah. Namun, jangan anggap enteng bila rubella sampai menyerang ibu hamil. Pasalnya, tanpa terasa, tahu-tahu si janin terinfeksi lewat plasenta. Bagi mereka yang tidak mengandung, rubella memang hanya penyakit ringan, tapi tidak demikian halnya bagi wanita hamil.

Jadi, bila ada keluarga yang terjangkit rubella atau herpes, sebaiknya ibu hamil dijauhkan sementara dari mereka. Jangan sampai ia tertular. Risiko terkontaminasi virus memang tidak ringan. Bisa-bisa ia mengalami keguguran, bayi lahir cacat, prematur, atau bahkan lahir meninggal.

Makanan beralkohol

Jika mau janin sehat, ibu hamil wajib menjauhi rokok. Merokok dapat mengganggu diameter pembuluh darah, sehingga mengurangi pasokan darah ke rahim. Demikian pula minuman atau makanan beralkohol seperti brem, tape, durian, minuman keras, dan lain-lainnya.

Tekanan darah yang mendadak naik pada usia kandungan sekitar lima bulan perlu mendapatkan perhatian lebih, karena dikhawatirkan sang ibu menderita pre-eklamsia. Waspadai juga konsumsi obat. Perlu diketahui, obat batuk yang mengandung antihistamin (pencegah alergi) dapat membahayakan keselamatan janin. Begitu juga obat-obatan penghilang rasa mual. Jadi, ketimbang menuai petaka, lebih baik keluhan yang ada dikonsultasikan saja pada dokter kandungan.

Lalu, bolehkah selama masa kehamilan melakukan hubungan seksual? Yang penting, tahu batas. Soalnya, orgasme bisa menimbulkan kontraksi kandungan dan bisa jadi salah satu pengganggu kehamilan. Selain itu, suami dianjurkan mengenakan kondom selama berhubungan intim. Kondom dapat menghindarkan janin dari kuman yang mungkin terbawa dalam sperma.

Jika ingin cepat hamil, yang perlu diketahui adalah masa subur, yang biasanya berlangsung pada hari ke 12-16 setelah haid. Hanya, kalau usia perkawinan sudah dua tahun namun belum muncul juga tanda-tanda kehamilan, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan. Percayalah, jika dokter sudah mengemukakan penyebabnya, tak kelewat sulit untuk mencari solusinya. (dr. Nita Yoenika)***

Powered by ScribeFire.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: