Pustaka Digital Ibu dan Anak


Tenang dan Pede, Demi Janin

Posted in Parent Guide by nugraad001 on August 8, 2007

parent-guide.jpg

Ibu hamil cenderung gelisah. Jika tidak diimbangi dengan percaya diri, kegelisahan ibu bisa membahayakan janin. Lima bulan setelah melahirkan anak kedua, Pipit (27 tahun) hamil lagi. Ibu seorang balita dan bayi itu pun tak henti menyesali dan menyalahkan diri. Ia menganggap kehamilan ketiga ini akibat kelalaiannya suntik KB. Pipit juga tak yakin kehamilannya bisa lancar. Soalnya, pada kehamilan kedua ia harus rawat inap di rumah sakit, lantaran dehidrasi akibat muntah-muntah berlebihan.

Kepada orang-orang terdekatnya, Pipit mengaku sering bingung dan jantungnya berdebar-debar. Ia juga terlihat sering gugup dan banyak melamun. Terakhir, Pipit mulai kehilangan nafsu makan dan kesulitan menyusui, karena air susunya kini hanya keluar sedikit sekali.

Gelisahnya Ibu Hamil
Pipit adalah contoh ibu hamil yang gelisah. Kegelisahan (nervousness) adalah reaksi emosional terhadap segala jenis stres – stres baik atau buruk. Gejala-gejala kegelisahan antara lain: telapak tangan berkeringat, mulut kering, detak jantung cepat, panas-dingin, susah memusatkan pikiran, nyeri otot leher atau punggung, bingung, pusing, sering ingin buang air, gugup dan perut tidak enak.

Calon ibu yang baru pertama kali hamil sangat mungkin merasa gelisah. Bagi mereka, kehamilan adalah situasi baru yang bisa jadi menakutkan. “Mendengar cerita-cerita buruk seputar kehamilan dari orang lain bisa menambah kegelisahan ibu hamil,” kata dr. Robiah Khairani Hasibuan, dokter umum di RS Qadr, Tangerang. Tetapi, ibu yang sudah pernah mengandung dan punya anak pun bisa saja gelisah ketika hamil lagi. Kali ini penyebabnya mungkin terkait dengan tekanan pekerjaan, hubungan dengan orang (keluarga, atasan, rekan kerja) atau masalah pengasuhan anak.

Kegelisahan agaknya bisa dibilang ‘bawaan’ ibu hamil. “Saat hamil kadar hormon estrogen dan progesteron di dalam tubuh ibu meningkat. Kedua hormon ini membuat gelisah. Coba saja amati perempuan yang akan haid,” terang lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia yang pernah mengabdi di RS Budi Kemuliaan, Jakarta ini.

Kebanyakan perempuan yang akan haid mengalami sekumpulan gejala pra-haid (premenstrual syndrom/PMS). Stres, cemas, depresi, menangis terus-terusan, suasana hati berubah-ubah, cepat marah dan susah memusatkan pikiran – semua itu termasuk gejala PMS yang paling umum. Begitu juga wanita hamil. Banyak di antara mereka yang suasana hatinya berubah-ubah drastis, emosional serta mudah menangis untuk alasan yang kadang mereka sendiri tidak paham. Dengan kondisi seperti ini, dapat dimaklumi bila ibu hamil tak tenang. Sebab, menurut sebuah sumber, ketenangan adalah semacam ‘kondisi relaksasi’ yang biasa kita alami saat tidak harus melakukan pekerjaan terlalu banyak, atau saat kita tidak sedang mengalami emosi meluap-luap.

Terkait Rasa Pede
Meski semua ibu hamil mengalami peningkatan estrogen dan progesteron, ‘kadar’ kegelisahan masing-masing tidak sama. Misalnya, ada dua ibu hamil yang sama-sama mendengar cerita negatif tentang kehamilan. Belum tentu keduanya akan sama-sama gugup dan banjir keringat dingin. Bisa jadi, ibu yang satu merasa biasa-biasa saja. Nah, faktor percaya diri amat berperan di sini.

Percaya diri ialah suatu keadaan di mana seseorang memiliki opini positif dan realistis terhadap dirinya, serta mampu mengukur kemampuan dirinya dengan tepat. Menurut dr. Robiah, perempuan yang mengandung di usia terlalu muda dan ibu yang tak menghendaki kehamilannya, umumnya paling gelisah dibanding ibu hamil lainnya. Dalam kasus Pipit yang merasa ‘terpaksa hamil karena lupa suntik KB’, tingkat kegelisahan bisa sangat tinggi, sehingga menghilangkan nafsu makan dan menghambat produksi ASI.

Bahayakan Janin
Tanpa diimbangi percaya diri, kegelisahan ibu hamil bisa menjadi tak terkendali, sehingga merugikan janin. Ketika gelisah, adrenalin ibu meningkat. Adrenalin antara lain akan meningkatkan aliran darah ke otot dan otak, mempercepat pernafasan dan detak jantung. Begitu adrenalin meningkat, tubuh akan melepaskan zat morfin. “Morfin menyebabkan vasodilatasi, yaitu pelebaran pembuluh darah,” terang dr. Robiah yang juga lulusan Pascasarjana Program Studi Reproduksi Manusia FKUI ini.

Dengan melebarnya pembuluh, persentase volume darah di dalam pembuluh berkurang. Otomatis, aliran darah yang membawa nutrisi dan oksigen untuk janin berkurang. Di luar itu, secara alamiah ibu hamil juga akan mengalami pengenceran darah akibat kehamilan. Pengenceran darah akan menyebabkan hemoglobin (Hb) turun, dan turunnya Hb mengurangi jumlah oksigen dalam darah. Tentu saja jumlah oksigen yang diperoleh janin pun berkurang. Kesimpulannya, jika ibu dihantui kegelisahan, janinnya bisa kekurangan nutrisi dan oksigen yang parah. “Pertumbuhan janin bisa terhambat atau PJT,” terang dr. Robiah.

PJT adalah kondisi di mana pertumbuhan seluruh organ janin terbatas, sehingga ukuran janin tersebut lebih kecil dari ukuran normal pada usia kehamilannya. Janin dengan PJT akan berisiko tinggi mengalami kematian. Pada kasus yang sangat parah, bisa lahir-mati (stillbirth). Jika selamat, janin kemungkinan lahir prematur (kurang dari 37 minggu) dan efek negatif PJT dapat mempengaruhi masa kanak-kanaknya.

Agaknya, ketenangan dan percaya diri selama hamil tak bisa ditawar lagi.lPG


Tips Tenang dan Pede

  1. Kenali masalah yang saat ini membuat gelisah.
  2. Ingat kembali saat-saat Anda merasa tenang, nyaman, kuat dan percaya diri. Cermati apa yang membuat Anda merasa demikian — apakah berdoa atau relaksasi? Jika ya, coba lakukan sekarang.
  3. Fokus pada masalah Anda saat ini. Apa masih menggelisahkan? Kalau ya, apa Anda merasa mampu mengatasinya? Jika merasa mampu, bagaimana melakukannya? Jika merasa tidak mampu, segera cari bantuan.
  4. Cari bantuan. Bicarakan masalah Anda kepada orang terdekat, atau sharing di milis para ibu (misalnya: parentsguide@yahoogroups.com). Cari info seputar permasalahan Anda dari sumber-sumber tepercaya. Mintalah siraman rohani dari rohaniwan. Minta saran pemecahan masalah dari konselor. Jika masih gelisah juga, cari bantuan medis.

Powered by ScribeFire.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: