Pustaka Digital Ibu dan Anak


Jangan Biarkan Hipotermia Merenggutnya

Posted in Parent Guide by nugraad001 on August 8, 2007

parent-guide.jpg

Pada dasarnya, hipotermia pada bayi disebabkan belum sempurnanya pengaturan suhu tubuh bayi, dan pengetahuan yang kurang tentang pengelolaan bayi baru lahir yang benar. Di Indonesia sendiri, kasus bayi meninggal akibat hipotermia masih relatif tinggi. Sarah (24 tahun) sangat panik melihat kondisi putra pertamanya Alex (10 hari). Pasalnya, bayi yang dilahirkannya secara prematur itu tampak lemah. Kedua telapak kakinya pun tampak dingin. Tak hanya itu, ketika disusui, bayi mungil itu terlihat tidak terlalu berselera.

Ada apakah dengan Alex? Untuk memastikannya, memang ia harus dibawa ke dokter anak. Namun, dari gejala yang ditampakkan, sepertinya Alex mengalami hipotermia. Seperti yang diutarakan oleh dr. Dyah Istikowati, SpA, dokter spesialis anak Rumah Sakit Bunda Margonda. ‘’Biasanya, tanda awal yang diperlihatkan bayi yang terkena hipotermia diantaranya adalah kaki teraba dingin, kemampuan mengisap rendah atau bahkan tidak bisa menyusui, letargi dan bila menangis terdengar lemah, dan adanya perubahan warna kulit,’’katanya

Mengenal Hipotermia
Mandi, merupakan suatu aktivitas yang akan berguna bagi kebersihan dan kesehatan manusia. Oleh karenanya, kita dianjurkan untuk melakukannya secara rutin sebanyak 2 kali sehari. Tentu saja, kebiasaan mandi harus dibiasakan sejak dini. Termasuk, kepada bayi. Tetapi, menurut Prof. Dr. Rulina Suradi, SpA(K),dkk, dalam buku Sari Pediatri Vol. 8, No. 4, Maret 2007, bagi bayi, mandi merupakan salah satu paparan dingin yang justru dapat menyebabkan hipotermia. WHO sendiri bahkan menyarankan untuk memandikan bayi baru lahir cukup bulan dan sehat saat ia berusia lebih dari 6 jam.

Hipotermia disinyalir merupakan salah satu penyebab utama tingginya angka morbiditas dan mortalitas bayi baru lahir. Pasalnya, hipotermia dapat mengakibatkan ketidakseimbangan metabolisme, gangguan pertumbuhan, trauma dingin, bahkan kematian. ‘’Di Indonesia, jumlah kasus kematian bayi akibat hipotermia masih relatif tinggi,’’papar dr. Dyah. Hipotermia dapat terjadi pada bayi baru lahir diakibatkan adanya mekanisme pengaturan panas yang tidak sempurna terutama jika bayi mengalami stress. ‘’Janin dalam kandungan mendapatkan tempat yang terlindungi dan dengan suhu yang hangat. Ketika dilahirkan, untuk pertama kalinya ia akan berhadapan dengan suhu dunia luar,’’ucap dr. Dyah. Bayi memiliki suhu normal sekitar 36,5 – 37,5 ºC, sedangkan bila terkena hipotermia, suhu si mungil berada di bawah 36,5 ºC. Bayi baru lahir hingga usia 28 hari rentan terkena hipotermia, terutama bayi prematur.

Skin to skin
Pada dasarnya, hipotermia pada bayi disebabkan belum sempurnanya pengaturan suhu tubuh bayi. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mencegahnya adalah melalui metode skin to skin (asuhan kontak kulit dengan kulit) atau dikenal sebagai ‘asuhan metode kanguru’. Ia merupakan bentuk interaksi orang tua dengan bayi agar diperoleh lingkungan suhu yang sesuai. Pada praktiknya, ibu akan menggendong bayinya dengan kontak kulit dengan kulit pada posisi vertikal, kepala di atas atau di antara payudaranya selama 20 menit atau lebih.
Keuntungan asuhan kontak kulit dengan kulit antara lain :

  • Memberikan lingkungan suhu yang sesuai
  • Memperbaiki oksigenasi.
  • Memfasilitasi pemberian ASI dini.
  • Meningkatkan waktu laktasi
  • Menurunkan pengeluaran kalori.
  • Meningkatkan penambahan berat badan.
  • Meningkatkan waktu dalam keadaan perilaku optimum.
  • Mendorong kelekatan dan ikatan emosional orang tua.
  • Memperpendek masa rawat inap di rumah sakit.

Sebagai pendukung, sekelompok peneliti dari Inggris yang tergabung dalam Depertement for International Development pernah melakukan penelitian terhadap 10.946 bayi pada tahun 2004. Sekitar bulan ketiga tahun 2006 lalu, ditemukan bahwa bayi normal yang langsung diletakkan di dada ibunya minimal 30 menit, pada usia 20 menit akan merangkak sendiri ke payudara ibu. Sementara itu, pada usia 50 menit, dengan susah payah ia akan merangkak dan menemukan puting ibunya untuk menyusu. Sejalan dengan penelitian tersebut, para dokter di Eropa dan Amerika Serikat kini giat mengkampanyekan pemberian ASI pada bayi baru lahir, proses tersebut dinamakan inisiasi dini. Bahkan, Dr. Utami Roesli, SpA, MBA, CIMI, IBLCC, dokter spesialis anak dan aktivis ASI berpendapat apabila inisiasi dini didukung oleh semua pihak terkait, termasuk tenaga kesehatan, kemungkinan akan mampu mencegah kematian bayi sebelum usia 28 hari.


Mencegah Hipotermia di Rumah
Hipotermia bisa saja terjadi pada bayi baru lahir di rumah bersalin (bidan), atau di rumah sakit. Tetapi, tidak menutup kemungkinan hipotermia pun muncul disebabkan perawatan yang kurang tepat di rumah. Berikut ini sejumlah cara untuk mencegahnya :

  • Asuhan kontak kulit dengan kulit. Menggendong bayi sambil memeluknya dengan cara yang tepat dapat membantu memberikan kehangatan yang dibutuhkan bayi. Meski awalnya dilakukan oleh ibu, selanjutnya para ayah pun dapat turut mempraktikannya.
  • Gunakan air hangat setiap kali memandikan bayi. Setelah selesai, segeralah angkat dan keringkan tubuh bayi, lalu pastikan dia dalam keadaan hangat. Jauhkan si kecil dari handuk basah bekas pakai.
  • Jangan biarkan buah hati Anda menggunakan popok basah. Untuk itu, rajinlah memeriksa dan mengganti popoknya.
  • Perhatikan posisi tempat tidur bayi, sebaiknya jangan dekat jendela, di depan AC, atau kipas angin.
  • Jauhkan bayi dari kemungkinan kondisi kedinginan. Pastikan buah hati Anda senantiasa berada pada lingkungan bersuhu hangat/normal. Demikian pula pakaian yang dikenakannya.

Powered by ScribeFire.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: