Pustaka Digital Ibu dan Anak


Alergi Pada Ibu Hamil Dan Menyusui

Posted in Info Bunda by nugraad001 on August 8, 2007

infobunda.jpg

Yang mungkin jadi pertanyaan banyak wanita terutama ibu hamil adalah, apakah bayi yang dikandungnya kelak juga akan menderita alergi. Memang, teorinya anak yang berasal dari orang tua dengan riwayat alergi dapat saja membawa bakat alergi juga. Bahkan, ada sejumlah dokter ahli alergi-imunologi percaya bahwa seorang ibu membawa bakat alergi sebesar 40%, sementara ayah membawa bakat alergi sebesar 30%.

Nah, adakah langkah-langkah tertentu yang dapat dilakukan oleh seorang ibu hamil untuk meminimalkan reaksi alergi, baik pada dirinya ataupun pada bayinya kelak? Ada beberapa cara, yaitu:

1. Ibu hamil harus menyadari bahwa ia terkena alergi yang mungkin tak akan hilang dan yang bisa dilakukan adalah menghindari alergen (pemicu alerginya).

2. Ia harus mengenal dengan baik hal-hal apa yang dapat memicu alerginya.

3. Ibu hamil juga harus menyadari bahwa apa yang ia makan atau hirup dapat menjadi media pengenalan alergen bagi bayi yang dikandungnya. Karena itu, ibu hamil yang menderita alergi sebaiknya menghindari makanan pencetus alergi, asap rokok, debu, dan tidur di kamar yang bebas dari alergen. Bila misalnya ia alergi pada dingin, usahakan suhu kamar tidak terlalu dingin, supaya ia tidak bersin-bersin atau pilek dan membuat kondisi badan menjadi menurun. Hindari pula pernak-pernik kamar yang mudah mengundang debu semisal selimut bulu, permadani tebal, dan korden beludru.

4. Setelah bayi lahir, usahakan memberi ASI pada bayinya karena ASI dapat mencegah alergi. Sementara itu, susu sapi dilaporkan banyak menimbulkan reaksi alergi.

5. Perlu diingat, alergen dapat mengalir dari ASI. Karena itu, ibu menyusui yang memberi ASI harus mencegah mengonsumsi zat-zat yang dapat mencetuskan alerginya, seperti ikan laut, cokelat, dan sebagainya.

6. Untuk mengurangi risiko alergen mengalir pada ASI, lebih baik ibu menyusui mengonsumsi antioksidan dan sayur-sayuran karena diketahui dapat menghambat alergi pada bayi.

7. Manifestasi alergi tersering pada bayi adalah dermatitis atopi. Tanda-tandanya adalah bintik-bintik di daerah pipi, siku, atau lutut pada bayi. Lebih baik, segera bawa bayi ke dokter bila hal ini terjadi.

8. Alergi tidak akan kambuh bila tidak ada pencetus alergi, dan pencegahan adalah obat terbaik bagi alergi.

Powered by ScribeFire.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: