Pustaka Digital Ibu dan Anak


Perlindungan Maksimal

Posted in Ayah Bunda by nugraad001 on August 7, 2007

ayah-bunda.jpg

Membawa pulang bayi dari rumah bersalin biasanya heboh dengan segala pernik pelindung bayi. Perlukah semua itu?

Semua ibu pasti ingin melindungi bayinya yang nampak ringkih itu.
Apalagi untuk perjalanan menuju rumah, perlindungan harus maksimal.
Maka sang jabang bayi pun dibalut selimut, sarung tangan, kaus kaki,
bahkan topi tebal. Biar hangat dan aman.

Sarung tangan

Sarung tangan bayi biasanya bertujuan melindungi dan menghindarkan
kulit muka bayi dari luka goresan kuku panjang jemarinya. Maklumlah,
banyak ibu baru yang belum berani menggunting kuku bayinya.

Sebaiknya sarung tangan tidak dipakaikan terlalu lama. Cukup dipakai
apabila cuaca atau suhu sedang dingin, atau tangan si kecil terlihat
aktif meraba mukanya. Setelah si kecil berumur satu bulan, dia tidak
perlu lagi sarung tangan

Pemakaian sarung tangan yang terlalu lama dikhawatirkan malah bisa
mengganggu perkembangan sensorik dan motorik telapak tangan dan jemari
si kecil. Bila tertutup sarung tangan, bayi tidak dapat merasakan
sensasi dari benda yang diraba atau dipegangnya, sebagai proses
pengenalan tubuhnya serta lingkungannya. Misalnya, sensasi saat meraba
wajahnya sendiri atau wajah ibu dan ayahnya.

Pilihlah kaus tangan yang terbuat dari bahan yang halus, sebab kulit
bayi sangat halus dan mudah tergores. Misalnya, terbuat dari katun
halus, kaus, atau flannel.

Kaus kaki

Kaus kaki sebaiknya juga dari bahan yang halus dan lembut. Bila musim
hujan dan suhu sedang dingin, bisa dipilih yang terbuat dari bahan
wool. Tapi, perhatikan jangan sampai ada benang yang terlepas pada
bagian dalam kaus kakinya karena jari-jari kaki si kecil dapat
terlilit. Perhatikan juga karet di lingkar kakinya, jangan sampai
menekan kaki bayi dan mengganggu peredaran darahnya.

Sebagai panduan, pilih kaus kaki yang masih menyisakan ruang kurang
lebih 0,5-1,5 cm. Dengan begitu, kaki si kecil bisa leluasa bergerak.

Usahakan selalu menjaga kebersihan kakinya, dan jangan biarkan si kecil
pakai kaus kaki selama sehari penuh, sekali pun cuaca dingin. Sebab,
bila kakinya kepanasan akan lembap, sehingga mengundang jamur tumbuh.
Beri kesempatan kaki bayi terkena udara.

Topi

Si kecil banyak mengeluarkan panas tubuh melalui kepalanya. Karena itu,
salah satu cara menjaga agar tubuhnya tetap hangat adalah dengan
menutup kepalanya.

Si kecil dapat Anda pakaikan topi bayi, terutama pada saat cuaca atau
suhu udara sedang dingin. Atau, pada waktu membawa si kecil keluar
ruangan atau rumah, seperti saat ke dokter untuk pemeriksaan rutin.

Pilihlah topi yang terbuat dari bahan yang lembut dan halus, serta
memungkinkan terjadi pertukaran udara sehingga panas yang dikeluarkan
tubuhnya melalui kepala, tidak ‘terjebak’ dalam topi. Penting diingat,
pakaikan topi seperlunya, yakni tidak dalam jangka waktu yang lama.

Sri Lestariningsih

Konsultasi ilmiah: dr. Eriyati Indrasanto, SpA, Bagian Anak, RS Ibu dan Anak Harapan Kita, Jakarta .

Powered by ScribeFire.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: