Pustaka Digital Ibu dan Anak


Mengusir Eksim Susu

Posted in Ayah Bunda by nugraad001 on August 7, 2007

ayah-bunda.jpg

Kata orang, gatal di pipi bayi akibat tetesan air susu ibu. Masak sih?

Kering, bersisik, kemerah-merahan dan terasa sangat gatal. Begitulah biasanya yang dirasakan bayi jika ia kebetulan terkena dermatitis atopik di pipinya. Gangguan kulit ini populer disebut eksim susu.

Disebut eksim susu, karena diderita oleh bayi di bulan-bulan pertamanya. Di mana pipinya sering ketetesan ASI.

Meski sering timbul di pipi, sebenarnya eksim ini bisa saja muncul di bagian lain tubuh bayi, seperti di bagian dalam siku, serta bagian belakang lutut. Jadi, munculnya gatal-gatal itu memang bukan karena ia alergi minum susu ibu atau sekadar tetesan ASI.

Banyak penyebab

Sayangnya, penyebab pasti munculnya dermatitis atopik ini belum diketahui dengan jelas. Yang pasti, kemungkinan munculnya sangat kompleks, seperti:

* Faktor keturunan. Mungkin ayah atau ibu memang penyandang alergi, meski tak selalu berupa eksim. Bisa jadi, orang tua mengidap asma, alergi terhadap debu atau makanan, dan sebagainya.
* Menderita alergi dan kulitnya rentan. Bekas kotoran di pipinya atau lingkungan sekitarnya kurang higienis, bisa memicu timbulnya gatal-gatal.
* Akibat lingkungan udara yang panas, kotor dan berdebu.

Tidak menular

Eksim ini sangat gatal. Tak heran kalau si kecil lalu jadi sering rewel. Repotnya, jika telanjur tergaruk, maka bagian tersebut jadi luka. Akibat luka ini bisa membuat kulit bayi infeksi sehingga makin terasa perih, dan membuatnya bertambah rewel.

Yang pasti, gatal-gatal akibat eksim ini tidak menular. Jadi, Anda tak perlu khawatir dengan kakak atau sepupu si bayi yang ingin dekat-dekat dengan adiknya. Tentu saja, asal si kakak tidak membawa ‘kuman’ yang akan memperparah gatal-gatal adiknya.

Jaga kebersihan

Untuk menangani eksim ini, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan.

* Jika pipi bayi kotor (misalnya akibat tertetes air susu), segera bersihkan kulit pipinya dengan lap basah dan keringkan dengan bahan lembut.
* Ketika memandikan, gunakan sabun bayi yang mengandung pelembap.
* Setelah mandi, olesi bagian yang tampak kering itu dengan pelembab.
* Jika bepergian, lindungi si kecil dari sinar matahari langsung. Bukan saja agar tidak mudah berkeringat, tetapi juga agar kulitnya yang peka itu tidak terangsang menjadi gatal.
* Pastikan sarung bantal dan spreinya benar-benar bersih dan tidak tersisa bekas sabun ketika mencucinya. Karena, sisa sabun cuci juga dapat mengiritasi kulit bayi.
* Hindari si kecil menggaruk bagian pipi yang gatal. Jika bayi masih kecil, pakaikan kaus tangan, atau potong saja kukunya agar tak melukai bagian yang gatal.
* Jika sampai terjadi luka dan tampak basah, segera bawa ke dokter agar ditangani lebih lanjut.

Asal Anda rajin dan peka melihat perubahan di kulit bayi Anda, mudah-mudahan kondisi tersebut tidak berlanjut.

Retno Wahab Supriyadi

Konsultasi ilmiah: dr. I.G. Ayu Nyoman Partiwi, Sp.A, MARS, IDAI Jaya, RS Bunda, Jakarta.

Powered by ScribeFire.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: