Pustaka Digital Ibu dan Anak


Kasihan Perokok Pasif

Posted in Ayah Bunda by nugraad001 on August 7, 2007

ayah-bunda.jpg

Sekalipun tak merokok, paparan asap rokok terhadap ibu menyusui atau bayinya tetap bisa merusak kesehatan.

Akibat paparan asap rokok seseorang terhadap kesehatan orang lain
sampai sekarang masih sering disepelekan. Selama ini, orang hanya
melarang seorang wanita yang perokok karena dapat membahayakan janin
maupun bayinya yang sudah lahir. Padahal, bukan hanya si ibu yang
sedang menyusui saja yang perlu menghentikan merokok. Ayah maupun orang
di sekitar ibu dan bayinya, juga harus menghentikan kegiatan merokok
itu. Apa pasalnya?

Kalau seseorang merokok, itu berarti dia hanya mengisap asap rokoknya
sekitar 15 persen saja, sementara yang 85 persen lainnya dilepaskan
untuk diisap para perokok pasif. Tak adil, bukan?

WHO, badan kesehatan dunia, bahkan memperkirakan hampir sekitar 700
juta anak atau sekitar setengah dari seluruh anak di dunia ini,
termasuk bayi yang masih menyusu pada ibunya, terpaksa mengisap udara
yang terpolusi asap rokok. Ironisnya, hal itu justru terjadi lebih
banyak di dalam rumah mereka sendiri.

Nikotin masuk ke bayi

Nikotin yang ada dalam rokok terserap dengan cepat dari saluran
pernapasan ke aliran pembuluh darah ibu dan langsung ditransfer ke ASI
dengan cara difusi.

Jika ada orang luar yang merokok di dekat bayi, maka selain nikotin
terserap dari ASI ibu yang terpapar asap rokok, juga diserap langsung
melalui pernapasan (udara) si kecil. Nah, nikotin pun (bersama dengan
ribuan bahan beracun asap rokok lainnya) masuk ke saluran pernapasan
bayi. Nikotin yang terhirup melalui saluran pernapasan dan masuk ke
tubuh melalui ASI ibunya akan berakumulasi di tubuh bayi dan
membahayakan kesehatan si kecil.

Bukan hanya itu. Nikotin ternyata juga dapat mengubah rasa ASI, dan
membahayakan kesehatan bayi. Biasanya, bayi akan rewel dan menolak
menyusu jika ibunya baru merokok atau menghirup asap rokok. Akibat
gangguan asap rokok pada bayi antara lain :

    * Muntah
    * Diare
    * Kolik
    * Denyut jantung meningkat, dan lain-lain.

Penelitian membuktikan…

Penelitian di Santiago, Chili, menunjukkan bahwa asap rokok yang
terhirup oleh ibu menyusui dapat menghambat produksi ASI. Dalam waktu
tiga bulan, terlihat berat badan bayi dari ibu yang perokok atau
menghirup asap rokok, juga tidak menunjukkan pertumbuhan yang optimal.

Asap rokok yang terpaksa diisap perokok pasif, ternyata mempunyai
kandungan bahan kimia yang lebih tinggi dibandingkan dengan asap rokok
yang diisap oleh si perokok. Hal ini karena ketika rokok sedang diisap,
tembakau terbakar pada temperatur lebih rendah. Kondisi ini membuat
pembakaran menjadi kurang lengkap dan mengeluarkan banyak bahan kimia.

Asap rokok itu sendiri mengandung sekitar 3.000-an bahan kimia beracun,
43 di antaranya jelas-jelas bersifat karsinogen (penyebab kanker). Tak
heran jika pengaruh asap rokok pada perokok pasif itu tiga kali lebih
buruk daripada debu batu bara.

Berbagai penelitian membuktikan asap rokok yang ditebarkan orang lain,
imbasnya bisa menyebabkan berbagai penyakit, bukan saja pada orang
dewasa, tapi terutama pada bayi dan anak-anak. Mulai dari aneka
gangguan pernapasan pada bayi, infeksi paru dan telinga, gangguan
pertumbuhan, sampai kolik (gangguan pada saluran pencernaan bayi).

Oleh karena itu, jangan ambil risiko. Hindarkan buah hati Anda dan Anda sendiri dari asap rokok, dimana saja Anda berada!

Retno Wahab Supriyadi

Konsultasi ilmiah: Prof. dr. Rulina Suradi, Sp.A(K), IBCLC, Divisi
Perinatologi, Departemen Ilmu Kesehatan Anak, FKUI/RSUPN Cipto
Mangunkusumo, Jakarta.

Powered by ScribeFire.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: