Pustaka Digital Ibu dan Anak


Cerdas Motorik Lewat Bermain

Posted in Ayah Bunda by nugraad001 on August 7, 2007

ayah-bunda.jpg

Bayi sangat menikmati permainan bersama ayah dan bundanya. Kecerdasan motoriknya pun berkembang pesat.

Anda berdua pasti ingin memberikan stimulasi yang tepat agar segenap
potensi kecerdasan si kecil berkembang optimal. Caranya? Tak perlu
repot. Sering-seringlah mengajak si kecil bermain.

Ya, bermain memang sangat membantu si kecil mengembangkan segala
potensinya. Termasuk, keterampilan motoriknya, baik itu motorik halus
maupun motorik kasar. Asyik ‘kan… sambil bermain, Anda bisa mengasah
kecerdasan kinestetik si kecil.

* Lahir – 2 bulan

Anda mungkin belum bisa memberikan benda apa pun untuk dimainkan si
kecil. Maklumlah, dia kan masih dalam masa penyesuaian diri dengan
lingkungan baru.

Gerakannya saat ini sebagian besar masih berupa gerak refleks (refleks
mengisap, menggenggam, dan sebagainya). Untuk Anda tahu, otot-otot bayi
berusia 1–2 bulan masih lemah dan belum berfungsi dengan baik.

Permainan yang dianjurkan:

Ajak bayi Anda melakukan permainan yang tidak menuntut aktivitas gerak.
Anda bisa memasang poster gambar hitam-putih, mainan warna-warni yang
digantung di boksnya, meniup wajahnya dengan sedotan, atau
memperdengarkan musik sambil berdansa bersama si kecil dalam dekapan
Anda.

Usia 3-4 bulan

Jika dalam 2 bulan pertama gerakan bayi masih dikuasai berbagai
refleks, kini ia mulai dapat menggerak-gerakkan tubuhnya atas kemauan
sendiri. Otot lehernya pun sudah lebih kuat, sehingga bayi dapat
berbaring telentang dengan memandang lurus ke depan. Ia bahkan sudah
kuat ditengkurapkan.

Lengan dan kakinya pun sudah lebih bebas bergerak sejalan dengan
kemampuannya menggerak-gerakkan kepalanya. Pada masa ini, yang
terpenting adalah kemampuan mengangkat tangan ke depan wajahnya lalu
mengamati jemarinya sendiri.

Jari-jemarinya pun kini dapat ia gerak-gerakkan. Jika Anda
memperlihatkan mainan berwarna cerah, si kecil akan berusaha
menggapainya dengan penuh semangat. Jika ia berhasil meraihnya, si
kecil pun akan menggenggam dan memindahkannya dari satu tangan ke
tangan yang lain.

Seiring dengan berkembangnya gerakan tangan dan lengan bayi, gerakan
kakinya juga meningkat pada bulan ini. Selain itu, ia pun dapat
menggerakkan seluruh tubuhnya.

Permainan yang dianjurkan:

* Anda dapat menggantung benda-benda yang ringan, seperti balon atau
kertas di atas boksnya (dekat kaki bayi). Biarkan kakinya
menendang-nendang benda-benda tersebut. Lambat laun, ia akan menyadari
bahwa tendangannyalah yang menyebabkan benda itu bergerak.
 * Untuk keterampilan tangannya, gantunglah mainan yang bisa diraihnya.
Usahakan mainan tersebut terikat dengan baik, sehingga tidak bergerak
bila disentuh olehnya.
* Cobalah lakukan “pijat”, berupa sentuhan lembut namun mantap. Selain
merupakan ekspresi kasih sayang Anda, kegiatan ini bermanfaat untuk
memberikan rangsangan taktil (berkaitan dengan sentuhan dan rabaan)
yang sangat bermanfaat. Misalnya, membuat anak lebih waspada, tenang,
dan merasa nyaman, serta melancarkan peredaran darah.
* Beberapa gerakan olah tubuh, seperti:
   – Arm strecth (meregangkan lengan) dengan cara mengangkat satu
tangan bayi ke atas secara bergantian saat ia dalam posisi telentang.
   – Telentangkan si kecil lalu gerakan kedua kakinya seperti dia mengayuh sepeda. Gerakan ini untuk melatih otot-otot kakinya.
   – Dari posisi telentang, coba Anda angkat tubuhnya dengan menarik
kedua tangannya (khusus bagi bayi yang otot lehernya sudah kuat).
Pura-puranya, si kecil sedang sit-up!
   · Usia 5-7 bulan

Otot-otot tangan dan kaki si kecil kini kian kuat. Ia makin aktif
menggunakan kedua kakinya untuk menendang, menggeser, atau mendorong.
Otot leher dan punggungnya pun kini lebih kuat. Ia dapat membalikkan,
menggulingkan, bahkan menggeser badannya. Akhirnya, ia dapat duduk
sendiri tanpa bantuan orang lain di usia sekitar 7 bulan.

Kepandaian lainnya adalah kemampuannya menggenggam barang. Setelah
pandai menggenggam, ia akan menikmati aktivitas menjatuhkan dan
melempar benda-benda. Lalu di usia sekitar 7 bulan, si kecil dapat
menggunakan jari dan ibu jari bersama-sama untuk sebuah tujuan,
misalnya mengambil mainan.

Di usia 6-7 bulan, gigi-geligi bayi mulai tumbuh. Biasanya, si kecil
merasa gatal pada gusinya dan selalu ingin menggigit sesuatu. Ia senang
memasukkan segala sesuatu ke dalam mulutnya. Apa pun yang Anda berikan
padanya akan dimasukkan ke dalam mulutnya dalam rangka memenuhi rasa
ingin tahunya.

Permainan yang dianjurkan:

* Berikan benda dari arah yang berbeda sehingga ia harus “bekerja
keras“ untuk menggapainya. Anda dapat memberikan botol plastik, atau
mainan dari plastik yang bentuknya panjang.
* Berhubung si kecil sekarang senang “melempar“ benda-benda, cobalah
memberinya benda-benda ringan yang bisa dilemparnya, seperti boneka,
botol plastik, bola atau bantal.
* Karena sekarang ia senang memasukkan benda ke dalam mulutnya, berilah teether atau handuk kecil bersih untuk digigitnya.
* Si kecil pasti senang jika diajak berdansa bersama, atau ajak ia bouncing (melompat-lompat) di atas pangkuan Anda.
* Duduklah di sampingnya, sehingga ia akan terangsang untuk berguling
mendekat ke arah Anda, atau letakkan mainan favoritnya di dekatnya.
* Main gerobak tangan (wheelbarrow). Caranya, dengan posisi bayi
telungkup, pegang panggulnya, dan secara perlahan angkat tubuhnya. Ini
adalah latihan yang baik untuk jungkir balik.

Usia 8-10 bulan

Masuk usia 8 bulan, kemampuan motorik bayi sudah makin berkembang. Ia
dapat berputar, dan memindahkan mainan dari satu tangan ke tangan yang
lain. Ia pun senang memukul-mukul benda dengan menggunakan kedua
tangannya.

Kepandaian lain yang berkembang mulai usia 8 bulan ini adalah merangkak
maju dan mundur. Bayi makin pandai berubah posisi, dari telungkup atau
telentang kemudian akan mencoba merangkak. Lalu, karena otot leher,
kaki dan tangannya sudah makin kuat, ia pun kian percaya diri. Dari
posisi duduk, kini si kecil dapat bangkit dengan berpegangan pada benda
lain (biasanya perabot rumah tangga seperti meja atau kursi).

Bagaimana dengan kedua tangannya? Wah, makin sibuk! Jika tangan yang
satu menggenggam objek dan Anda memberikan objek lain, maka ia akan
menggenggam benda kedua tanpa melepaskan benda pertama. Ia pun sudah
pandai memberikan benda kepada orang lain tanpa bersungguh-sungguh
ingin memberikannya. Jika diberi biskuit, si kecil bisa memegangnya
sendiri, menggigit, dan mengunyahnya. Selain itu, ia senang memasukkan
jari-jemarinya ke lubang kecil yang terbuka.

Permainan yang dianjurkan:

* Ayah atau bunda, duduklah agak jauh dari si kecil sambil memangku
boneka kesayangannya. Goda agar ia datang ke pangkuan Anda. Biarkan ia
merangkak untuk menjangkaunya. Ini bagus untuk melatihnya merangkak.
* Cobalah bermain merangkak bersama. Pura-puranya, Anda sedang berlomba dengannya untuk mengambil mainan.
* Berikan mainan, dan biarkan ia menggenggamnya. Lalu, pura-puralah untuk memintanya.
* Berikan beberapa mainan yang bisa dipukul-pukul, seperti balok-balok plastik atau gelas plastik.

Usia 11–12 bulan

Wow, kini bayi Anda makin gagah! Ia sudah bisa mengontrol otot punggung
dan bahu sehingga bisa duduk tegak. Dengan menggunakan kekuatan otot
dan lengannya, si kecil dapat menarik tubuhnya ke posisi berdiri,
kemudian menurunkannya dengan cara berpegangan pada perabot rumah.

Kini, si kecil mampu berdiri dan berjalan merambat sambil berpegangan
pada meja atau kursi yang kuat menyangga berat badannya. Ia juga sudah
bisa mengangkat tubuhnya untuk berdiri sambil berpegangan, kemudian
perlahan melepaskan pegangan dalam beberapa detik, lalu buk… ia jatuh
terduduk karena keseimbangannya belum sempurna.

Perlahan tapi pasti, ketika ia sudah dapat berdiri sendiri, si kecil
akan mencoba berjalan beberapa langkah, dan kemudian jatuh terduduk.
Biarkan saja. Ketika merasa sudah siap, ia akan berjalan dengan mantap.
Umumnya, bayi sudah dapat berjalan di saat usianya menginjak setahun.

Bagaimana dengan keterampilan tangannya? Hmmm… si kecil lagi senang
memasukkan dan mengeluarkan balok-balok dari kotak. Ia juga senang
memegang dengan ibu jari dan telunjuk untuk mengambil objek-objek kecil
atau serpihan makanan.

Permainan yang dianjurkan:

* Letakkan mainan favoritnya di atas kursi yang agak tinggi, lalu
biarkan ia berusaha mengambil mainan itu sendiri. Pastikan perabot
kursi tersebut dapat menyangga berat badannya.
* Sediakan beberapa container atau kotak dan benda-benda yang cocok
ukurannya untuk dimasukkan ke dalamnya, seperti kaus kaki, serbet,
kartu mainan, dan balok-balok dari plastik. Biarkan ia memasukkan
benda-benda itu ke dalam container untuk kemudian mengeluarkannya lagi.
* Sediakan potongan wortel atau apel (ingat, potongannya jangan terlalu
kecil agar si kecil tidak tersedak), lalu sodorkan pada bayi Anda.
Lihat apakah ia akan mengambil makanan tersebut dengan ibu jari dan
telunjuknya. Mungkin, Anda akan menikmati keseriusan si kecil yang
menggemaskan.

Nah, selamat bermain bersama si kecil! Namun penting diingat, seberapa
besar pun yang Anda lakukan, Anda tidak dapat membuat si kecil mencapai
tahap-tahap perkembangan lebih cepat dari rentang usia normalnya. Jadi,
sebaiknya yang Anda lakukan adalah membantu agar si kecil tumbuh dan
berkembang seoptimal mungkin.

Laila Andaryani Hadis

Powered by ScribeFire.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: