Pustaka Digital Ibu dan Anak


Bisa Dengar Tidak, Ya?

Posted in Ayah Bunda by nugraad001 on August 7, 2007

ayah-bunda.jpg

Penting lho, deteksi dini gangguan pendengaran pada bayi baru lahir. Simak caranya.

Tahukah Anda, dari 1000 bayi baru lahir, 1-3 bayi mengalami derajat pendengaran yang rendah? Nah, tes pendengaran mampu mendeteksi kekurangan tersebut sejak dini.

Sarana belajar

Skrining untuk mengetahui apakah bayi bisa mendengar atau tidak, penting dilakukan demi optimalnya proses belajar bayi. Tidak seperti indera penglihatannya yang masih samar, indera pendengaran bayi sudah berfungsi baik sejak lahir.

Mendengar adalah salah satu sarana bagi bayi untuk belajar, selain melihat, meraba, dan sebagainya. Dengan mendengar, si kecil tahu kalau ibunya mengajak bicara. Itu sebabnya, kalau salah satu “alat” yang akan dipakai untuk menyerap pelajaran itu terganggu, mau tak mau proses belajarnya pun bisa terganggu.

Kalau dari hasil skrining menunjukkan pendengaran si kecil normal, tentu itu yang Anda dan pasangan harapkan. Tapi, kalau ternyata ada gangguan pendengaran, maka upaya penanganan hendaknya dilakukan sejak dini.

Gangguan pendengaran si kecil sebaiknya memang diatasi setelah tahu penyebabnya. Namun, sementara ditelusuri penyebabnya, orang tua bisa mencoba melatih bayi berkomunikasi. Dengan begitu, diharapkan bayi-bayi yang berpendengaran kurang bisa diatasi, sehingga tumbuh kembangnya pun jadi optimal. Banyak bukti, bayi-bayi yang mengalami gangguan pendengaran namun ditangani sejak dini, ternyata mengalami perkembangan berbicara dan belajar dengan baik.

Tes bertahap

Skrining untuk pendengaran bayi dapat dilakukan pada hari pertama usianya. Di beberapa rumah sakit, tes pendengaran semacam ini sudah dilakukan sebelum bayi dibawa pulang ke rumah.

Jika ditemukan adanya kemungkinan gangguan pendengaran, maka tes berikutnya akan dilakukan untuk mengetahui sejauh mana gangguan tersebut. Penanganannya akan disesuaikan dengan penyebab dan seberapa berat gangguan yang dialaminya.

Mungkin, Anda merasa bisa mengetes sendiri kemampuan mendengar si kecil. Misalnya, ketika ada suara keras, si kecil terkejut. Atau, ketika si kecil menoleh ke arah bunyi atau suara. Namun, pada kenyataannya banyak bayi yang mengalami gangguan pendengaran masih dapat mendengar beberapa macam suara. Hanya saja, mereka tidak bisa mendengar suara itu dengan baik. Padahal, kemampuan mendengar yang baik itu perlu untuk mengembangkan kemampuan berbahasanya.

Nah, alangkah sayangnya jika semua itu terlambat diketahui. Kita memang berpacu dengan waktu. Jika gangguan pendengaran memang ada dan ditemukan sedini mungkin, maka penanganannya pun bisa lebih cepat dan lebih baik.

Retno Wahab Supriyadi
Konsultasi ilmiah: dr. IG. Ayu Nyoman Partiwi, Sp.A (MARS), RS Bunda, Jakarta.
Lokasi: RS Bunda, Jakarta.

Powered by ScribeFire.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: