Pustaka Digital Ibu dan Anak


Praktis dengan Vaksin Kombinasi

Posted in Ayah Bunda by nugraad001 on July 4, 2007

ayah-bunda.jpg

Kini, Anda tak perlu bolak-balik ke dokter untuk imunisasi anak. Pemberian beberapa jenis vaksin yang digabung jadi satu suntikan bisa jadi alternatif.

Imunisasi adalah memasukkan virus yang sudah dilemahkan ke dalam tubuh. Fungsinya, untuk merangsang tubuh membentuk sistem kekebalan. Dengan demikian, kalau ada bibit penyakit yang masuk, secara otomatis tubuh akan melawannya.

Lazimnya, anak sampai usia 5 tahun harus diimunisasi sebanyak 13 kali dengan jadwal terpisah. Kini, imunisasi bisa dipersingkat dengan vaksin kombinasi.

Apa itu vaksin kombinasi?

Vaksin kombinasi atau vaksin kombo adalah gabungan beberapa jenis virus atau bakteri menjadi satu jenis produk antigen untuk mencegah penyakit yang berbeda. Praktisnya, pemberian vaksin ini cukup dilakukan dalam satu suntikan saja.

Nah, vaksin kombo yang dianjurkan adalah, vaksin yang telah mendapat persetujuan dari pemerintah masing-masing negara. Di Indonesia, vaksin ini harus mendapat izin dari Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan, Departemen Kesehatan.

Kenali jenisnya

Vaksin kombinasi tertua yang ada adalah DPT (Difteri-Pertusis-Tetanus). Dari penggabungan vaksin DPT yang terbukti aman ini, kemudian timbul ide menggabungkan beberapa vaksin lainnya. Maka jadilah penggabungan vaksin DPT dengan vaksin lain, berupa vaksin kombinasi. Misalnya saja, DPT + Hepatitis B, DPT + Hib ( Haemophilus influenzae tipe-B), dan sebagainya.

Kini, tersedia juga berbagai vaksin kombinasi jenis lain. Misalnya, MMR (Mumps Measles Rubella) + Varisela, DPT + Hepatitis B + Hib + IPV (polio), serta banyak lagi.

Kelebihan dan kekurangannya

Meski banyak kelebihannya, namun vaksin kombinasi masih memiliki kekurangan juga.

Kelebihan:
* Praktis . Lebih menghemat frekuensi kunjungan ke fasilitas kesehatan.
* Ekonomis . Biaya berobat untuk sekali kunjungan saja.
* Mengurangi stres dan rasa sakit akibat tusukan jarum, karena si kecil hanya sekali disuntik.
* Lebih banyak jenis penyakit yang dicegah.
* Bisa mengejar imunisasi yang terlambat diberikan .
* Hanya perlu waktu yang singkat bagi petugas kesehatan untuk melaksanakan program imunisasi.

Kekurangan:
* Bisa saja terjadi ketidakserasian kimiawi akibat bercampurnya beberapa jenis vaksin. Tapi jangan khawatir, hal ini tetap aman bagi anak.
* Bisa saja membingungkan petugas kesehatan dalam menyusun jadwal imunisasi, khususnya kalau anak pindah-pindah dokter. Itu sebabnya, minta dokter untuk menuliskan namanya, tanggal imunisasi dan nomor batch (nomor vaksin), serta tanda tangannya dalam Kartu Menuju Sehat si kecil. Dengan demikian, dokter yang melanjutkan vaksinasi tidak kebingungan menentukan vaksinasi selanjutnya.

Laila Andaryani Hadis
Konsultasi ilmiah: Prof. Dr. dr. Sri Rezeki S. Hadinegoro, Sp.A(K), Divisi Infeksi & Pediatri Tropis, Departemen Ilmu Kesehatan Anak, FKUI/RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta

Powered by ScribeFire.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: