Pustaka Digital Ibu dan Anak


Ayo, Kita Makan, Nak!

Posted in Ayah Bunda by nugraad001 on July 4, 2007

ayah-bunda.jpg

Makan adalah “pelajaran” baru bagi si kecil yang mulai mengenal makanan
padat. Dan ternyata, banyak “keterampilan” yang harus ia kuasai dalam
proses belajar ini.

Sejak usia enam bulan, susu bukan lagi satu-satunya makanan yang akan
dikonsumsi bayi Anda. Tapi, Anda tidak bisa begitu saja alias langsung
memberikan makanan apapun padanya. Sebab, “pelajaran” makan si kecil
haruslah berlangsung secara bertahap.

Kapan ia siap makan?

Kemampuan bayi untuk makan makanan padat memang tidak sama. Sekalipun
demikian, para ahli sepakat, umumnya kesiapan bayi untuk makan makanan
padat pertamanya berkisar antara usia 6–8 bulan.

Meski begitu, jangan mentang-mentang usia si kecil sudah 6 bulan, lalu
Anda langsung bersemangat “menjejalnya” dengan seabrek makanan padat.
Hanya karena khawatir ia ketinggalan teman-teman seusianya! Umumnya,
otot mulut bayi belum dapat mengunyah dan menelan makanan padat sampai
usia 4–6 bulan. Makanya, jangan heran kalau lidah si 6 bulan Anda malah
“mendorong” makanannya ke luar mulut mungilnya. Lihat-lihat dulu
kemampuannya. Bila tidak, bisa-bisa urusan makan ini malah jadi runyam!
Kalau sudah begini, apa yang bisa Anda lakukan?

Yang pasti, ketika memperkenalkan makanan padat, sistem pencernaan si
kecil harus benar-benar “matang”. Pokoknya, sudah siap tempur untuk
memproses berbagai jenis makanan baru yang masuk. Kalaupun Anda terlalu
dini memperkenalkan makanan padat, bayi Anda malah lebih mudah terkena
reaksi alergi Jadi, tenang-tenang saja dulu.

Jangan coba-coba ambil jalan pintas!

Harus diakui, bukan hal yang mudah jika si kecil Anda susah banget
belajar mengunyah dan menelan makanannya. Sekalipun kepentok di
sana-sini, jangan lantas ambil jalan pintas dengan cara memberi makanan
padatnya melalui botol.

Tahukah Anda, cara pemberian makanan seperti ini nggak aman-aman amat!
Malahan, ini dapat meningkatkan risiko si kecil tersedak. Kok, begitu?
Ketika Anda memberi makanan melalui botol (biasanya lubang dot akan
diperbesar), makanan tadi akan langsung ditelannya. Jika ia belum
pintar-pintar mengontrolnya, bukan tak mungkin ia langsung tersedak.

Bahkan, tak jarang, cara pemberian makanan ini justru menjadi salah
satu penyebab anak “terlalu banyak” makan. Ia jadi cepat sekali menelan
makanannya. Saking cepatnya, sekalipun perutnya sudah kenyang, sinyal
yang bertugas memberitahu kalau dia sudah kenyang “tidak sempat” sampai
ke otak. Akibatnya, dia minta tambah terus dan terus. Wah, jadi repot
lagi.

Selain itu, pemberian makanan lewat botol tidak akan mengajari si kecil
menggunakan rahangnya untuk mengunyah. Padahal, proses belajar
mengunyah dan juga menelan kelak penting untuk kemampuan bicaranya dan
pertumbuhan giginya.

Belajar tidak berhenti di mulut saja

Proses belajar makan si kecil memang tidak berhenti sebatas mulut
mungilnya saja. Ia masih harus belajar disiplin melalui tatacara makan
yang sudah terpola waktunya. Misalnya, ketika didudukkan di kursi
makannya atau dipasangkan celemek makannya, ia sudah tahu kalau
“upacara” makan sudah tiba. Atau, ketika mencium harumnya aroma makanan
yang sedang Anda siapkan, ia harus sabar menunggu. Tampaknya sepele
memang, namun semua itu merupakan rangkaian dalam proses belajarnya.

Juga, ia akan belajar bahwa aktivitas ini bisa mempererat hubungannya
dengan Anda, bunda tercintanya. Misalnya, melalui kontak mata ketika
Anda mengajaknya berbicara ketika mempersiapkan makanan atau duduk
dihadapannya, ia tahu kalau Anda sangat menyayanginya dan memberikan
perhatian penuh. Akan lebih baik lagi, bila Anda selalu tersenyum
ketika menyuapinya. Ketenangan Anda dan cara Anda memperlakukannya
sangat besar pengaruhnya dalam proses belajar makan si kecil.

Kesabaran untuk tidak terburu-buru ketika menyuapi, kepekaan mengetahui
kondisi anak, kreativitas dalam memilihkan menu, serta menciptakan
suasana makan yang menyenangkan merupakan kunci utama kesuksesan Anda
dalam memberi makan pada si kecil. Siapkah Anda untuk itu?

Retno Wahab Supriyadi

Powered by ScribeFire.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: