Pustaka Digital Ibu dan Anak


Ah… Leganya Napasku!

Posted in Ayah Bunda by nugraad001 on June 19, 2007

ayah-bunda.jpg

Cuping hidung si kecil adalah salah satu bagian yang mendukung kelancaran udara masukke dalam atau keluar dari tubuh. Makanya, kebersihannya harus selalu dijaga.

Kotornya cuping hidung si kecil memang bukan perkara besar. Tapi, jika ada kotoran yang menyumbat, bisa-bisa ia malah jadi rewel. Bagaimana tidak, kegiatan bernapas atau mencium bau jadi terhambat. Padahal, penciuman adalah salah satu indera dasar yang digunakan bayi untuk mengenali dunia. Apalagi, dengan kemampuan penciumannya itu, ia belajar mengenali bunda tercinta dari bau tubuhnya. Disamping itu, ia juga jadi tahu bau susu atau makanan lain.

Siapkan dulu piranti

Ada satu hal yang perlu diingat dalam membersihkan cuping hidung bayi. Jangan bersihkan cuping hidung terlalu dalam atau terlalu keras. Cuping bayi masih sangat lembut, sehingga jika Anda terlalu “bersemangat” membersihkannya, bisa-bisa cuping hidungnya terluka.

Sebelum “acara” bersih-bersih dimulai, sebaiknya Anda siapkan semua alat bantu yang dibutuhkan.

– Kain katun lembut atau saputangan yang ujungnya bisa dipilin agar “lancip”. Bisa juga Anda gunakan kapas bertangkai ( cotton buds ).

– Mangkuk berisi air hangat.

– Mangkuk kecil tempat membuang kapas bekas pakai.

Jika si kecil pilek

Ketika selesma, hidung si kecil akan memproduksi lendir yang agak berlebihan. Jangan panik! Gangguan ini memang sering dialami bayi; kira-kira sampai 10 kali pada tahun pertama usianya. Pada saat ini, bayi akan bersin-bersin sebagai cara alami membersihkan hidungnya.

Jika lendir masih banyak juga, mungkin Anda perlu menyedotnya dengan pipet khusus untuk menyedot lendir hidung bayi.

– Cara menggunakan : tekan bagian pompa pipet sampai kempis, lalu letakkan di salah satu lubang hidung. Lepas ujung pipet yang Anda tekan tadi hingga lendir tersedot ke dalam pipet. Angkat pipet dari hidung dan tekan lagi bagian pompa pipet untuk mengeluarkan lendirnya. Siapkan tisu untuk “menampung” lendir tersebut. Bersihkan dulu pipet, kemudian Anda mulai lagi dengan hidung lainnya.

– Cara membersihkan: tekan dan lepas bagian pompa pipet berulang kali di dalam air sabun, kemudian bilas dengan air hangat.

Retno W. Supriyadi

Konsultasi ilmiah: dr. IGAN Partiwi, Sp.A, IDAI Jaya, RS Bunda, Jakarta.

Powered by ScribeFire.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: