Pustaka Digital Ibu dan Anak


Mengartikan Tangis Si Buah Hati

Posted in Parent Guide by nugraad001 on June 8, 2007

parent-guide.jpg

Tangis bayi itu unik. Hanya dengan kemauan keras, kepekaan dan kesabaran, orang tua bisa memahami artinya.

Menangis penting sekali buat bayi. Sampai-sampai ada pendapat menyatakan, karena bayi-bayi menangis, maka spesies manusia bisa survive sampai sekarang. Pernyataan itu tidak dimaksudkan agar kita merasa berhutang budi kepada para bayi. Tapi ingin menegaskan, dengan menangislah bayi memenuhi semua kebutuhannya. Pasalnya, menangis adalah cara bayi memberitahu orang bahwa ia perlu sesuatu.

“Semua bayi menangis untuk berkomunikasi,” kata Dr. Logan Mclennan, dokter keluarga di Wellington, Selandia Baru. Jika orang dewasa berkomunikasi dengan mengirim sinyal berupa kata-kata, intonasi suara, ekspresi wajah dan gerak tubuh, maka bayi mengandalkan tangisan sebagai sinyal. Menurut buku Fussy Baby Book yang ditulis William Sears, M.D. dan istrinya Martha Sears, R.N., tangis bayi adalah ‘sinyal yang sempurna’.

Nah, jika bayi sudah memberikan ‘sinyal sempurna’, selanjutnya tinggal bagaimana usaha orang tua memahami arti sinyal tersebut, sehingga bisa meresponsnya dengan tepat.    

Tiga Ciri Dasar  
Untuk bisa memahami arti tangis bayi, Anda sebaiknya mengenali dulu ciri-ciri dasarnya. Inilah ‘ciri-ciri dasar’ tersebut, yang dalam Fussy Baby Book disebut ‘ciri-ciri sinyal yang sempurna’: 

  1. Otomatis. Tak ada tangis bayi yang dibuat-buat. Bayi baru lahir menangis karena refleks. Awalnya, bayi mengindra suatu kebutuhan, yang memicu munculnya aliran udara secara tiba-tiba. Aliran udara ini menciptakan hembusan kuat yang menggetarkan pita suara, dan menghasilkan suara yang kita sebut tangisan. Dan buat bayi menangis itu mudah. Begitu paru-paru penuh udara, ia bisa menangis hanya dengan sedikit sekali usaha. Meski mudah, bayi (terutama di bulan-bulan awal) tak berpikir ‘tangis macam apa ya yang bakal membuat aku diberi makan?’
  2. Lumayan mengusik. Suara tangis bayi sudah ‘dirancang’ oleh Sang Pencipta agar cukup menggugah perhatian orang tua (atau siapa saja yang mengasuh bayi), dan membuat mereka berusaha menghentikan tangisannya.
  3. Bisa dimodifikasi. Tangis bayi bisa dimodifikasi ketika bayi (pengirim sinyal) dan orang tua (penangkap sinyal) sama-sama mempelajari cara-cara agar sinyal itu lebih akurat. Misalnya, tiap kali bayi menangis pelan, orang tua jarang merespons. Sebaliknya tiap kali bayi menangis keras, orang tua tergopoh-gopoh datang. Bayi ‘mempelajari’ hal ini, sehingga lama-lama tangisnya cenderung keras. Ketika tangis bayi cenderung lebih keras dari sebelumnya, orang tua mulai merasa khawatir atau terganggu. Maka ia berusaha lebih peka. Begitu bayi mulai terisak, orang tua bergegas datang. Ini dipelajari kembali oleh bayi. Mungkin ia akan memodifikasi tangisannya menjadi isakan. Demikian seterusnya.    

‘Ciri-ciri dasar’ tangis bayi inilah sebenarnya yang memengaruhi emosi orang yang mendengarnya. Jika tidak memahaminya, bisa timbul kesalahpahaman yang membuat emosi menjadi negatif. Misalnya, kita tak paham bahwa tangis bayi otomatis. Bisa saja kemudian terlintas prasangka bahwa bayi bersikap ‘manja’. Ini bisa membuat kita kesal (emosi negatif). Akibatnya, kita sulit berpikir jernih untuk memahami arti tangis bayi kita.

Cry Print
Ada yang mencoba membuat deskripsi untuk jenis tangis tertentu dan menafsirkannya secara medis. Dr. Logan, misalnya, mendefinisikan ‘tangis berlebihan’ sebagai ‘tangisan yang tidak biasa dan membuat susah hati’ orang tua atau pengasuhnya. Menurutnya, tangis berlebihan yang ‘terjadi tiba-tiba’ berarti bayi menderita. Penderitaannya bisa kesakitan atau tak enak badan. Kemudian tangis berlebihan disertai demam berarti ada infeksi, dan tangis berlebihan disertai muntah bisa berarti infeksi, sembelit, atau sakit di rongga perut. 

Sementara itu, Dr. Sears dan Martha Sears, dalam bukunya, mengingatkan bahwa masing-masing sinyal bayi itu unik. “Tangis bayi itu bahasa bayi, dan masing-masing bayi menangis dengan cara berbeda. Para peneliti suara menyebut suara-suara unik tangis bayi ‘cry print’. Cry print sama uniknya seperti sidik jari bayi.”

Apa arti semua itu? Artinya adalah, memahami arti tangis bayi tidak bisa dilakukan dengan cara menghafal deskripsi jenis-jenis tangis bayi yang pernah dibuat siapa pun. Bayi Anda unik. Tangisannya pun unik. Hanya kemauan, kepekaan dan kesabaranlah yang bisa membantu Anda memahami arti tangis si kecil. “Sistem sinyal bayi-ibu itu unik. Anda hanya akan menguasai sistem ini setelah berlatih ribuan kali, membaca dan merespons isyarat bayi selama bulan-bulan awal,”  ungkap Dr. Sears dan Martha Sears. Nah, kalau begitu, selamat berlatih, ya!lPG


Ingin memahami arti tangis bayi? Inilah dua tips berharga yang dipetik dari Fussy Baby Book:
  1. Jadilah ‘detektif’. Selidikilah sedetil dan seteliti mungkin keunikan tangis bayi Anda, sampai Anda bisa memahami kenapa ia menangis dan bagaimana cara menolongnya.
  2. Ikuti isyarat biologis dalam diri Anda. Seorang ibu, misalnya, sudah diprogram secara biologis untuk memberi respons penuh kasih terhadap bayinya yang menangis. ASI yang menetes-netes dan dorongan untuk menggendong bayi, adalah contoh isyarat itu. Jika Anda selalu mengikuti isyarat biologis, Anda akan tahu apa yang bayi butuhkan di balik tangisannya

Powered by ScribeFire.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: