Pustaka Digital Ibu dan Anak


LANCAR Menyusui Bagi Pemula

Posted in Parent Guide by nugraad001 on June 8, 2007
bu yang belum pernah menyusui setidaknya perlu mencoba enam trik menyusui di hari-hari pertama.

Manusia adalah mamalia – makhluk menyusui. Oleh sebab itu, menyusui merupakan proses alamiah bagi manusia. Sayangnya, karena menganggap menyusui sebagai proses alamiah, banyak orang yang merasa tak perlu mempelajarinya. “Toh nanti bisa sendiri,” begitu pikir mereka.

Padahal tidak demikian. Acapkali menyusui menjadi kurang lancar karena ibu tak menguasai trik-triknya. Berikut ini enam trik ‘LANCAR’ untuk Anda – para ibu yang baru pertama menyusui:   

  •  L – Lakukan inisiasi segera setelah bayi siap. Memulai menyusui (inisiasi) ketika bayi siap, jauh lebih mudah ketimbang bila bayi belum siap. Umumnya bayi memperlihatkan kesiapan menyusu 30-40 menit setelah lahir. Tanda-tandanya antara lain mengecap-ngecapkan bibir. Begitu tanda terlihat, segera dekatkan bayi ke payudara agar ia bisa menyusu untuk pertama kali. Menurut penelitian, bayi yang tak dimandikan dulu dalam 1 jam setelah lahir, lalu ditengkurapkan di perut ibunya, dapat mencari dan memasukkan sendiri payudara ibu ke mulutnya.
  •   A – Atur posisi badan ibu dan bayi. Posisi menentukan keberhasilan menyusui. Setelah inisiasi, putuskan posisi paling nyaman untuk Anda saat itu. Bila perlu, gunakan bantal untuk mengganjal tubuh, dan undakan/bangku pendek untuk menopang kaki. Setelah posisi badan nyaman, atur posisi bayi. Seluruh badan bayi harus menghadap badan Anda, dada bayi menempel ke dada Anda, dan dagu bayi menempel pada payudara. 
  • N – No nipple sucking. Agar ASI mengalir lancar dan puting tak lecet, bayi harus mengisap puting sekaligus sebagian besar areola. Caranya, hadapkan puting susu di depan hidung bayi. Begitu bayi membuka mulut lebar-lebar, masukkan payudara sambil mengarahkan puting tetap tegak ke atas. Periksa apakah sebagian besar areola bawah masuk ke mulut bayi, dan bibir bawah bayi memutar ke arah bawah.  
  • C – C-hold. Jika payudara terlalu besar dan berat, mungkin Anda perlu menyangganya selama menyusui. Caranya, pegang payudara dengan jari-jari tangan membentuk huruf C. Letakkan empat jari di bagian bawah payudara, dan ibu jari di bagian atas payudara. Hindarkan menjepit areola dengan jari tengah dan telunjuk, agar aliran ASI tak terhambat. Jika tangan Anda tidak digunakan untuk menyangga, belailah tubuh bayi sehingga memperbanyak rangsangan taktil.
  •  A – Akhiri kegiatan menyusui perlahan-lahan. Tiap bayi selesai menyusu, atau Anda terpaksa harus melepaskan isapannya, selipkan jari kelingking Anda yang bersih di sudut mulut bayi sampai payudara bisa dikeluarkan tanpa terjepit. Tergesa-gesa menarik payudara begitu saja dari mulut bayi, bisa menyebabkan retakan di kaki puting.
  • R – Rasakan dan biarkan refleks bayi-ibu bekerja. Bayi memiliki refleks mencari payudara dan refleks mengisap. Anda punya refleks prolaktin (produksi ASI) dan refleks oksitosin (pengaliran ASI). Kenali refleks-refleks pada bayi untuk mengetahui kapan harus menyusui bayi. Rangsang refleks prolaktin dengan menyusui sesering mungkin, terutama di malam hari. Rangsang refleks oksitosin dengan berusaha menenangkan diri, memikirkan bayi dengan penuh kasih sayang, berinteraksi dengan bayi, meminta suami mengungkapkan kasih sayangnya pada bayi, dan terlibat dalam perawatan bayi.   

Selamat menyusui. Semoga benar-benar LANCAR! lPG

Powered by ScribeFire.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: