Pustaka Digital Ibu dan Anak


Konsultan Laktasi, Siapa Dia?

Posted in Parent Guide by nugraad001 on June 8, 2007

parent-guide.jpg

Ada perbedaan yang sangat penting antara konsultan laktasi dan konselor menyusui. Apakah itu?

Konsultan laktasi, konselor laktasi, konselor ASI, konselor menyusui… Rancukah Anda dengan istilah-istilah itu? Kemungkinan, ya. Di Indonesia, istilah-istilah tersebut baru belakangan ini sering terdengar. Agar Anda tak rancu lagi, kenali siapa sebenarnya konsultan laktasi, konselor laktasi, konselor ASI dan konselor menyusui.  

Konsultan Laktasi = Medis
Konsultan laktasi (Lactation Consultant/LC), menurut definisi yang tercantum dalam laman IBFAN (International Breastfeeding Action Network), adalah “tenaga kesehatan profesional yang bidang praktiknya difokuskan pada pendidikan dan tata laksana pencegahan/pemecahan masalah-masalah menyusui, serta untuk mendorong lingkungan sosial yang mendukung hubungan kemitraan antara ibu menyusui-bayi.” Dengan sendirinya, seorang konsultan laktasi (harus) memiliki pengetahuan yang luas dan mendalam tentang fisiologi laktasi, detail-detail kegiatan menyusui dan keterampilan konseling.     

Untuk menjadi konsultan laktasi, seorang tenaga medis harus mengikuti ujian yang diadakan International Board of Certified Lactation Consultants (IBCLC), dan mengadopsi Kode Etik IBCLC dalam aktivitas praktik mereka, serta menerima bayaran untuk pelayanan yang mereka berikan. Kode Etik IBCLC mencakup kewajiban konsultan laktasi untuk membeberkan konflik kepentingan dan memastikan bahwa pendapat/pertimbangan profesionalnya tidak tercemar oleh pengaruh-pengaruh kepentingan bisnis. Di Indonesia, konsultan laktasi IBCLC jumlahnya tidak banyak. Di antara yang sedikit itu adalah dr. Dien Sanyoto Besar, Sp.A., dr. Rulina Suradi, Sp.A (K), dan dr. Utami Roesli, SpA.

Konselor Laktasi = Tidak Medis
Istilah ‘konselor laktasi’ rasanya hanya populer di Indonesia. Kadang ada juga yang menyebutnya ‘konselor ASI’. Di negara-negara lain, istilah ini lebih dikenal sebagai ‘breastfeeding counsellor’ (konselor menyusui). Apa tugas seorang konselor laktasi, konselor ASI, alias konselor menyusui? Berikut ini gambaran tugas seorang konselor menyusui, berdasarkan penuturan Ali White — breastfeeding counsellor dan mantan perawat dari Birmingham, Inggris — dalam  babyworld.com:  

  •  Memberi dukungan praktis. Misalnya, duduk mendampingi ibu yang sedang berusaha menyusui bayinya, mengamati dan membantu ibu menyesuaikan diri dengan bayinya. 
  • Memberi layanan seputar menyusui. Misalnya, mengantarkan ibu ke klinik menyusui di rumah sakit.  
  • Memberi saran lewat telepon, berupa tips untuk menolong si penelepon pada saat itu. Bila perlu, merekomendasikan si penelepon untuk berkonsultasi ke dokter, bidan atau tenaga medis yang berwenang. 
  • Membantu ibu untuk tetap menyusui, terutama ibu yang kembali hamil saat masih menyusui. Tetapi, tidak dengan cara membujuk-bujuk/memaksa.

Ternyata, konsultan laktasi dan konselor laktasi memang beda, bukan?lPG


Konselor Laktasi Seorang Bapak?

SELASI menggunakan istilah ‘konselor laktasi’ untuk para ‘kader’ yang telah lulus pelatihannya, bukan ‘konsultan laktasi’. Lembaga yang berkedudukan di Jakarta ini memang tidak berwenang ‘meluluskan’ konsultan laktasi. Pelatihan reguler yang mereka adakan dua kali setahun hanya menekankan pada pelatihan keterampilan konseling (salah satu dari sederet keterampilan yang harus dimiliki dimiliki konsultan laktasi). Pelatihan ini terbuka bagi siapa saja yang berminat – tidak harus tenaga medis. Jadi, jangan kaget bila bertemu seorang bapak di pelatihan ini, ya! Sang bapak biasanya tertarik menjadi konselor laktasi untuk istri dan anaknya. 

Powered by ScribeFire.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Konsultan Laktasi, Siapa Dia?

Posted in Parent Guide by nugraad001 on June 8, 2007

parent-guide.jpg

Ada perbedaan yang sangat penting antara konsultan laktasi dan konselor menyusui. Apakah itu?

Konsultan laktasi, konselor laktasi, konselor ASI, konselor menyusui… Rancukah Anda dengan istilah-istilah itu? Kemungkinan, ya. Di Indonesia, istilah-istilah tersebut baru belakangan ini sering terdengar. Agar Anda tak rancu lagi, kenali siapa sebenarnya konsultan laktasi, konselor laktasi, konselor ASI dan konselor menyusui.  

Konsultan Laktasi = Medis
Konsultan laktasi (Lactation Consultant/LC), menurut definisi yang tercantum dalam laman IBFAN (International Breastfeeding Action Network), adalah “tenaga kesehatan profesional yang bidang praktiknya difokuskan pada pendidikan dan tata laksana pencegahan/pemecahan masalah-masalah menyusui, serta untuk mendorong lingkungan sosial yang mendukung hubungan kemitraan antara ibu menyusui-bayi.” Dengan sendirinya, seorang konsultan laktasi (harus) memiliki pengetahuan yang luas dan mendalam tentang fisiologi laktasi, detail-detail kegiatan menyusui dan keterampilan konseling.     

Untuk menjadi konsultan laktasi, seorang tenaga medis harus mengikuti ujian yang diadakan International Board of Certified Lactation Consultants (IBCLC), dan mengadopsi Kode Etik IBCLC dalam aktivitas praktik mereka, serta menerima bayaran untuk pelayanan yang mereka berikan. Kode Etik IBCLC mencakup kewajiban konsultan laktasi untuk membeberkan konflik kepentingan dan memastikan bahwa pendapat/pertimbangan profesionalnya tidak tercemar oleh pengaruh-pengaruh kepentingan bisnis. Di Indonesia, konsultan laktasi IBCLC jumlahnya tidak banyak. Di antara yang sedikit itu adalah dr. Dien Sanyoto Besar, Sp.A., dr. Rulina Suradi, Sp.A (K), dan dr. Utami Roesli, SpA.

Konselor Laktasi = Tidak Medis
Istilah ‘konselor laktasi’ rasanya hanya populer di Indonesia. Kadang ada juga yang menyebutnya ‘konselor ASI’. Di negara-negara lain, istilah ini lebih dikenal sebagai ‘breastfeeding counsellor’ (konselor menyusui). Apa tugas seorang konselor laktasi, konselor ASI, alias konselor menyusui? Berikut ini gambaran tugas seorang konselor menyusui, berdasarkan penuturan Ali White — breastfeeding counsellor dan mantan perawat dari Birmingham, Inggris — dalam  babyworld.com:  

  •  Memberi dukungan praktis. Misalnya, duduk mendampingi ibu yang sedang berusaha menyusui bayinya, mengamati dan membantu ibu menyesuaikan diri dengan bayinya. 
  • Memberi layanan seputar menyusui. Misalnya, mengantarkan ibu ke klinik menyusui di rumah sakit.  
  • Memberi saran lewat telepon, berupa tips untuk menolong si penelepon pada saat itu. Bila perlu, merekomendasikan si penelepon untuk berkonsultasi ke dokter, bidan atau tenaga medis yang berwenang. 
  • Membantu ibu untuk tetap menyusui, terutama ibu yang kembali hamil saat masih menyusui. Tetapi, tidak dengan cara membujuk-bujuk/memaksa.

Ternyata, konsultan laktasi dan konselor laktasi memang beda, bukan?lPG


Konselor Laktasi Seorang Bapak?

SELASI menggunakan istilah ‘konselor laktasi’ untuk para ‘kader’ yang telah lulus pelatihannya, bukan ‘konsultan laktasi’. Lembaga yang berkedudukan di Jakarta ini memang tidak berwenang ‘meluluskan’ konsultan laktasi. Pelatihan reguler yang mereka adakan dua kali setahun hanya menekankan pada pelatihan keterampilan konseling (salah satu dari sederet keterampilan yang harus dimiliki dimiliki konsultan laktasi). Pelatihan ini terbuka bagi siapa saja yang berminat – tidak harus tenaga medis. Jadi, jangan kaget bila bertemu seorang bapak di pelatihan ini, ya! Sang bapak biasanya tertarik menjadi konselor laktasi untuk istri dan anaknya. 

Powered by ScribeFire.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: