Pustaka Digital Ibu dan Anak


Kapan Bayiku Mulai Hidup?

Posted in Parent Guide by nugraad001 on June 8, 2007

parent-guide.jpg

da perbedaan pandangan soal kapan “manusia baru” di dalam rahim ibu mulai hidup. Sejak pembuahan atau sejak memiliki kesadaran?

Seorang ibu yang baru pertama kali hamil berdebar-debar. Dokter ahli kandungan dan kebidanan sedang menempelkan sebuah alat di perutnya. Alat itu memperdengarkan bunyi ‘jedug-jedug’ lumayan keras. “Ibu bisa dengar suara denyut jantung bayi ibu?”, tanya sang dokter. 

Sambil mengangguk gembira, ibu tadi menoleh ke suaminya yang duduk di sisi tempat tidur. “Sayang, bayi kita sekarang mulai hidup. Ya kan, Dok?”, ujarnya ceria. 

Sejak Pembuahan 
Kapankah sosok ‘manusia baru’ di dalam rahim ibu mulai dianggap hidup? Apakah sejak jantung mulai berdenyut – seperti anggapan calon ibu dalam kisah di atas? Fr. Joseph C. Howard, Jr., M. Div., Direktur American Bioethics Advisory Commision, mengungkapkan, sejak akhir tahun 1970-an, berbagai kajian — menggunakan ultrasonografi, pemantau elektronik jantung janin, amniosentesis, pengambilan sampel chorionic villi, radioimmunochemistry, fetoskopi dan embrioskopi – menyimpulkan: kehidupan manusia dimulai saat pembuahan.

Pembuahan adalah peristiwa sel sperma membuahi sel telur. “Ketika spermatozoon membuahi sel telur manusia, zigot manusia terbentuk, yang menandai permulaan kehidupan manusia baru,” ungkap Howard dalam Personhood: Testimony before the Nebraska legislature regarding stem cell research recommendations.  

Mengapa pembuahan dianggap awal kehidupan manusia?

  1. Karena saat itu ‘sel pertama’ manusia terbentuk. Sel pertama itu tak lain adalah zigot. Menurut pakar genetika terkenal asal Perancis, Profesor JeromeLeJeune, MD., Ph.D., zigot adalah sel paling terspesialisasi di muka bumi. Di dalam kehidupan ‘manusia baru’ yang bakal tercipta dari zigot itu, tak akan pernah ada sel lain yang memiliki instruksi yang sama dengannya. Begitu zigot terbentuk, seperangkat informasi (tentang manusia baru yang akan dilahirkan nanti) langsung tertulis di dalamnya, dan bukannya tertulis secara bertahap di dalam sel-sel lainnya. Semua ini menunjukkan bahwa embrio manusia sudah ada sejak awal sekali.
  2. Karena sejak itu perkembangan manusia dimulai. Berkembangnya embrio dan janin dari waktu ke waktu menguatkan kesimpulan bahwa ‘seorang manusia’ sejatinya telah terbentuk saat pembuahan. Yang terjadi selanjutnya hanyalah ‘proses penyempurnaannya’ saja. Para pakar mengungkapkan berbagai fakta perkembangan janin, antara lain: •    Jantung mulai berdenyut di hari ke-18 (empat hari setelah haid ibu terlambat), dan mulai memompa darah melalui sistem peredaran tertutup di hari ke-21.
  • Otak mulai berfungsi (gelombang otak mulai terekam) 40 hari setelah pembuahan. 
  • Organ pertama – mata, telinga, sistem pernafasan – mulai terbentuk 4 minggu setelah pembuahan.
  • Gerak pertama terjadi antara minggu ke-6 dan ke-7. Jika daerah sekitar bibir ditekan lembut, janin menekuk tubuh bagian atas ke salah satu sisi dan membuat gerakan cepat dengan lengannya untuk melindungi wajah. Dan kalau hidungnya digelitik, janin akan memundurkan kepala menjauhi rangsangan.
  • Mulai bernafas di usia 11-12 minggu (tiga bulan) sambil menghirup cairan (oksigen di dapat dari tali pusar). Tarikan nafas bayi mengembangkan organ-organ pernafasan.
  • Indra pendengar mulai ada 14 minggu setelah pembuahan. Ini melibatkan pemfungsian otak dan pola ingatan.

Sejak Adanya Kesadaran? 
Howard tidak setuju pendapat yang menyimpulkan zigot manusia sebagai ‘potential human life’ (kehidupan manusia yang masih potensial). Menurutnya zigot bukanlah ‘potential human life’, melainkan kehidupan manusia sesungguhnya. Howard mengakui, zigot memang tidak punya kesadaran (consciousness). Tapi ia mengingatkan bahwa ‘kesadaran’ bukanlah substansi, melainkan atribut atau fungsi dari sesuatu yang memiliki kesadaran pada tingkat perkembangan tertentu.

Mungkin benar, kesadaran hanyalah atribut atau fungsi pada manusia. Tapi atribut yang satu ini ternyata menentukan ‘status’ hidup atau mati manusia secara medis. Pasalnya, jika sistem yang mengurus kesadaran dan respons manusia tak berfungsi lagi, maka secara medis si manusia dihubungkan dengan kondisi yang disebut ‘mati batang otak’ (MBO). MBO adalah kondisi utama yang menunjukkan seseorang benar-benar sudah mati. Hasil pemeriksaan elektro-ensefalografi (EEG) pada orang yang MBO tidak menunjukkan gambaran denyutan apapun. Maka, MBO kadang dijadikan patokan utama untuk menyatakan kematian. Hubungan antara kesadaran yang tidak berfungsi lagi, MBO dan ‘status kematian’ ini membuka pintu bagi siapa pun yang tak sependapat bahwa awal kehidupan manusia dimulai sejak pembuahan. Anda sendiri cenderung pada pendapat yang mana?lPG


Lakukan yang Terbaik
Kapan pun kehidupannya dimulai, nasib si kecil di dalam sana ditentukan juga oleh perilaku Anda selama mengandung. Apa yang sebaiknya Anda lakukan untuknya?
  1. Memberinya ‘gizi fisik’ terbaik: makanlah makanan bergizi seimbang dan minumlah air putih dengan jumlah cukup, hindari merokok dan menghirup asap rokok orang lain, mengonsumsi alkohol atau sembarang obat, mengurangi teh, kopi dan minuman berkafein lainnya, berolahraga cukup dan teratur, kontrol kehamilan secara teratur, dan senantiasa mempertimbangkan keselamatan si kecil dalam segala kegiatan Anda.
  2. Memberinya ‘gizi jiwa’ terbaik: pelihara pikiran-pikiran positif, hilangkan pikiran-pikiran negatif, tenangkan diri dengan relaksasi, gembirakan hati dengan hal-hal yang Anda sukai dan tidak membahayakan kandungan, jalinlah pertemanan, ‘berkomunikasilah’ penuh kemesraan dengan si kecil di dalam sana, jalinlah hubungan yang mesra dengan suami, libatkan suami dalam semua kegiatan positif yang Anda lakukan untuk si kecil.
  3. Memberinya ‘gizi spiritual’ terbaik: dekatkan diri kepada Sang Pencipta, perbanyaklah doa, mensyukuri segala sesuatu, tingkatkan kualitas ibadah dan perbanyak sedekah, mintalah dukungan doa dari orang-orang di sekitar Anda. 

Powered by ScribeFire.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: