Pustaka Digital Ibu dan Anak


Jangan Dekati Aku

Posted in Parent Guide by nugraad001 on June 8, 2007

parent-guide.jpg

Pada usia 9 bulan, bayi mulai selektif ‘memilih’ siapa saja yang mencintai dan dicintainya. Termasuk, siapa saja yang akan dibiarkan untuk menyentuh dan bermain-main bersamanya

‘’Gaby, lihat ada kakek sayang, kakek datang nak…’’, kata Emma (26 tahun)
‘’Iya, sayang, ini kakek…sini-sini kakek gendong ya..’’, rayu Tom (54 tahun)
Gaby memandangi kakeknya dengan mata penuh ketakutan. Ia pun membuang muka, dan mendekap erat ibunya. Lalu, takala Tom benar-benar menggendong Gaby, bayi mungil berusia 9 bulan itu pun menangis kencang, dan berusaha meraih Emma sebisanya. ***
 
Apa yang terjadi pada Gaby, kemungkinan akan dilakukan pula oleh bayi Anda. Biasanya bayi berusia sekitar 9-12 bulan tidak mau didekati oleh orang lain yang jarang ditemuinya. Bagi sebagian  bayi, hal itu dapat saja berlangsung hingga sekitar 15 bulan. Pada rentang usia tersebut, bayi dimungkinkan untuk tidak mengenali orang lain, bahkan merasa ketakutan dan terancam bila didekati,  meski orang tersebut sebetulnya memiliki hubungan kekerabatan yang  relatif dekat.
 
Selama masa pengasuhan antara 6 hingga 9 bulan, bayi yang senantiasa dibesarkan dengan penuh kasih sayang dan dengan cara-cara yang konsisten, akan dengan sendirinya mengembangkan ikatan yang kuat dengan orang-orang yang biasa memberikan pengasuhan penuh cinta itu. Misalnya, pada orang tua, atau pada baby sitter. Pada usia itu pula, bayi-bayi mulai mengembangkan daya ingatnya, dan menandai memorinya itu, hanya untuk  orang-orang yang dicintainya. Sebaliknya, di saat yang sama, bayi mulai menganggap yang lain sebagai orang asing. Pada orang asing itu, bayi akan melakukan penolakan dengan berbagai cara, seperti, menangis, memalingkan wajah, dan memberontak ketika digendong. Cara-cara tersebut dilakukan sebagai aksi protes sang bayi terhadap orang yang tidak dikenalnya. Perilaku tersebut dinamakan stranger anxiety.

Menurut Kristen Zolten, MA, dan Nicholas Long, PhD, dari Departemen Pediatri, University Arkansas, stranger anxiety merupakan ungkapan penolakan bayi terhadap orang lain yang dianggapnya sebagai ‘orang asing’ dalam kehidupannya. Bayi dapat mulai merasakan stranger anxiety sejak usia 6 bulan. Tapi umumnya, ini baru akan dirasakan pada bayi usia 8 atau 9 bulan. Pada usia-usia sebelumnya, biasanya bayi cenderung menerima siapa saja yang akan mendekatinya tanpa banyak bereaksi. Namun umumnya, mulai usia 9 bulan, bayi mulai menyadari bahwa manusia itu tidak sama. Ia pun kemudian mulai selektif ‘memilih’ siapa saja yang mencintai dan dicintainya. Termasuk,  siapa saja yang akan dibiarkan untuk menyentuhnya, dan bermain-main bersamanya.
 
Bisa Menolak Ayah
Tidak hanya kepada kakeknya yang mungkin jarang berkunjung, penolakan dalam perilaku stranger anxiety dimungkinkan bahkan ketika seorang bayi berhadapan dengan ayahnya sendiri. Dengan catatan, sang Ayah nyaris tidak pernah dirasakan hadir dalam kehidupannya. Misalnya, karena Si Ayah bekerja di luar negeri dan hanya pulang beberapa bulan sekali saja. Masalah  timbul, terutama bila pada saat kepulangannya, Ayah tidak meluangkan waktu yang cukup untuk ‘memperkenalkan’ dirinya sebagai seorang ayah. 
 
Kasus yang sama bisa pula terjadi takala Anda memutuskan untuk mengganti baby sitter. Biasanya, tak mudah bagi bayi usia tersebut untuk menerima orang lain dalam kehidupannya. Sebaliknya, pada mereka yang biasa menyentuhnya dengan rasa kasih sayang, ia akan memiliki rasa cinta dan rasa rindu, meski pun orang tersebut  tidak memiliki hubungan kekerabatan atau hubungan darah sama sekali. Bersama orang-orang yang dipercayainya itulah, sang bayi akan memiliki ketertarikan untuk mengesplorasi dunia.
 
Peran Aktif Orang Tua
Stranger anxiety  merupakan bagian lumrah dari perkembangan bayi. Perilaku ini sulit dihindari, dan akan muncul pada masa perkembangan bayi, dalam berbagai bentuk. Tapi, orang tua dapat berperan aktif dalam meminimalkan  perasaan amarah dan kegelisahan bayi yang dirasakannya selama periode perkembangan mentalnya tersebut, seperti :

  • Jangan Memaksa
    Jangan memaksa anak-anak untuk bersosialisasi. Sebaliknya, orang tua sebaiknya membiarkan buah hatinya menyesuaikan diri terhadap fase dan situasi baru tersebut sesuai dengan kemampuannya. Memaksa anak untuk menerima orang-orang yang belum dapat membuatnya merasa nyaman, justru akan meningkatkan kegelisahannya.
  • Jangan mengabaikan masa sulit anak
    Kegelisahan yang dirasakan bayi pada saat berhadapan dengan orang lain yang tidak biasa dikenalnya, merupakan sesuatu yang nyata. Untuk itu, masa-masa sulit tersebut janganlah diabaikan. Mengabaikannya, akan memperparah kegelisahan bayi.
  • Tetap Menemani
    Dalam memperkenalkan orang baru pada si kecil, sebaiknya orang tua membiarkan anaknya mengenal mereka sambil tetap menemaninya, sebelum mempercayakan ‘orang asing’ itu berduaan dengan buah hati.Tentu saja, konsistensi merupakan elemen penting. Semakin seringnya anak Anda bertemu dengan mereka, dengan sendirinya ia pun akan terbiasa.
  • Peringati teman dan kerabat
    Orang tua sebaiknya menginformasikan mengenai perilaku stranger anxiety kepada orang-orang yang menerima penolakan, agar mereka tidak terus memaksa untuk mendekati si kecil. Selain itu, bila mereka mengerti, hati mereka tidak akan terlalu terluka menerima penolakan tersebut.
  • Ajari teman dan kerabat teknik pendekatan yang tepat
    Orang tua dapat mengajari teman-teman dan kerabatnya sejumlah cara yang dapat dilakukan dalam menghadapi penolakan tersebut. Misalnya dengan memahami bahwa pada usia tersebut, bayi membutuhkan ruang dan waktu untuk belajar mengenal orang lain. Sebagai permulaan, mereka dapat menawari bayi Anda mainan favoritnya, dan menunggu si kecil menerimanya.
  • Berikan Jaminan
    Anak-anak–termasuk bayi—sering kali membutuhkan rasa aman dan jaminan dari orang tuanya, bahwa mereka dapat melewati fase-fase perkembangan mental –termasuk stranger anxiety– bersama. Untuk itu, selain kehadiran, orang tua sebaiknya memperlihatkan rasa kasih, baik melalui kata-kata maupun gerakan tubuh.

    Semoga dengan tips ini si kakek tak lagi sakit hati karena ditolak cucunya. Selamat mencoba!lPG

Powered by ScribeFire.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: