Pustaka Digital Ibu dan Anak


Ibu, Jagalah Makanmu!

Posted in Parent Guide by nugraad001 on June 8, 2007
Menjaga makan selama hamil ternyata perlu kecermatan. Kadang makanan atau food supplement yang kita anggap menyehatkan, justru perlu dihindarkan.

Sejak kecil Tia diajarkan orang tuanya – terutama ayahnya – agar selalu menjaga makan. Saat teman-temannya berangkat ke sekolah berbekal uang jajan, Tia dibiasakan sarapan dan membawa bekal makanan dari rumah. Jika sedang tak ada makanan yang bisa dibawa, Tia dibekali uang untuk membeli kacang kulit – kacang tanah asin yang masih ada kulitnya. Tia ingat benar pesan ayahnya: “Kacang kulit itu bersih dan proteinnya tinggi.”

Kebiasaan menjaga makan ini terbawa sampai Tia dewasa. Begitu juga keyakinan bahwa kacang kulit adalah ‘makanan bersih berprotein tinggi’ – karenanya pasti sehat dikonsumsi. Saat hamil muda dan dilanda mual-mual, misalnya, Tia tak mau makan mangga muda. Ia memilih ngemil kacang kulit yang diyakininya lebih bergizi. Tia juga tak percaya ketika diberitahu temannya bahwa kacang tanah bisa mencetuskan alergi.          

Waspadai 10 ‘Makanan Sehat’
Tak semua makanan dan food supplement yang selama ini kita anggap menyehatkan, baik dikonsumsi ibu hamil. Beberapa di antaranya dianggap ‘berisiko tinggi’ bagi ibu dan janinnya. Beberapa lagi hanya berisiko jika dikonsumsi dalam jumlah banyak, sehingga perlu dibatasi pengkonsumsiannya. Berikut ini sepuluh di antaranya — kacang tanah, makanan kaya protein nabati itu – salah satunya:

  • Kacang tanah. British Nutrition Foundation (BNF) dalam salah satu publikasinya menyarankan ibu hamil menghindari kacang tanah dan makanan yang mengandung kacang tanah, karena protein kacang tanah dapat mencetuskan alergi. Peringatan ini hanya berlaku bagi ibu hamil yang memiliki riwayat alergi (eksim, asma atau hayfever – sejenis demam yang muncul karena alergi terhadap serbuk sari tumbuhan) yang parah, serta bagi ibu hamil yang sehat — namun suaminya memiliki riwayat alergi yang parah.

Jika ibu hamil dan suaminya sama-sama bebas riwayat alergi di keluarganya, mengkonsumsi sedikit kacang tanah justru diperlukan untuk menumbuhkan toleransi janin terhadap protein-penyebab-alergi dalam kacang tanah.       

  • Ikan tuna dan ikan laut predator lainnya. Ikan laut adalah sumber protein hewani dan zat besi. Salah satu ikan laut yang populer dan banyak digemari adalah tuna. Akan tetapi tuna tergolong ikan laut predator (pemangsa ikan-ikan lain), sehingga diduga memiliki kandungan potensial merkuri yang relatif tinggi karena ‘akumulasi merkuri’ dari ikan-ikan yang dimangsanya. Sementara, merkuri adalah logam berat yang jika masuk ke tubuh ibu hamil dalam kadar tinggi dapat membahayakan perkembangan sistem saraf janin.
  • Ikan laut berlemak tinggi. Ikan laut – terutama yang berlemak tinggi – adalah makanan yang kaya asam dokosaheksanoik (DHA). DHA tergolong asam lemak tak jenuh ganda rantai panjang n-3 atau omega-3. Asam lemak jenis ini mampu mencegah penyakit jantung, serta penting bagi perkembangan otak dan sistem saraf pusat janin. Meski begitu, FSA juga membatasi konsumsi ikan laut berlemak tinggi, lantaran adanya risiko pencemaran dioksin dan polychlorinated biphenils (PCBs).
  • Keju lunak. Keju adalah makanan bergizi tinggi karena terbuat dari susu. Akan tetapi, tak semua keju aman buat ibu hamil. British Nutrition Foundation menyarankan ibu hamil menghindari keju lunak (Perancis: pate molle) yang terbuat dari susu sapi mentah. Keju jenis ini kadang banyak mengandung listeria monositogen — bakteri penyebab Listeriosis (penyakit mirip flu yang jarang terjadi).

Jika menyerang ibu hamil, bisa menyebabkan keguguran, still-birth atau penyakit yang parah pada bayi baru lahir. Ibu hamil disarankan memilih keju keras seperti keju Cheddar, keju cottage, keju olahan, atau keju tabur, yang dianggap tak berisiko.

  • Unggas-unggasan dan telur. Ibu hamil disarankan memanaskan kembali makanan siap saji — terutama yang mengandung unggas-unggasan – sampai panas sekali. Ibu hamil juga tak disarankan menyantap telur mentah atau telur setengah matang. Saran ini amat relevan bagi ibu hamil penggemar hidangan unggas, apalagi di tengah wabah flu burung seperti sekarang! 
  • Steak daging merah. Steak kerap dianggap hidangan bergizi, apalagi jika dagingnya tanpa lemak dan dilengkapi banyak sayuran. Akan tetapi steak mentah atau setengah-matang berisiko menularkan parasit toksoplasma. Parasit ini menyebabkan penyakit toksoplasmosis pada ibu hamil, dan dapat ditularkan ke janin. Untuk berjaga-jaga agar tak terjangkit toksoplasmosis, ibu hamil disarankan tidak mengonsumsi daging mentah atau setengah matang.
  • Hati. Hati ayam, hati sapi, hati kambing/domba dan sejenisnya  mengandung banyak vitamin A yang penting bagi kesehatan. Akan tetapi, dalam publikasi BNF disebutkan bahwa mengonsumsi vitamin A dalam jumlah besar selama awal kehamilan berisiko menimbulkan cacat lahir.
  • Buah dan sayuran mentah. Buah-buahan masak dan sayuran yang dikonsumsi dalam keadaan segar dan mentah boleh dibilang ‘paling utuh’ kandungan vitaminnya. Meski begitu, untuk berjaga-jaga dari kemungkinan tertular toksoplasmosis, ibu hamil tidak disarankan mengonsumsi buah dan sayuran mentah — yang tak dicuci bersih, tentunya!
  • Jamu-jamuan dan minuman berempah. Minum jamu dan rerempahan sering dianggap selaras dengan gaya hidup sehat alami. Akan tetapi, dalam panduan gizi berjudul Nutrition for a Healthy Pregnancy: National Guidelines for the Childbearing Years yang dikeluarkan Health Canada, teh rempah dan ramuan herbal termasuk yang perlu mendapat perhatian khusus selama kehamilan – yaitu masalah keamanannya. 
  • Suplemen vitamin A. Mengonsumsi suplemen vitamin dianggap salah satu gaya hidup sehat masa kini. Akan tetapi, dalam publikasi yang dikeluarkan BNF ibu hamil atau ibu yang bakal hamil tidak disarankan mengonsumsi suplemen vitamin A — kecuali atas anjuran tenaga medis profesional — karena konsumsi vitamin A dalam jumlah besar di awal kehamilan berisiko menimbulkan cacat lahir.   
  • Pemanis buatan. Health Canada juga memandang pemanis buatan sebagai bahan pangan yang perlu mendapat perhatian khusus soal keamanannya, jika akan dikonsumsi selama hamil.

Urusan menjaga makan selama hamil bisa jadi terasa merepotkan. Tapi percayalah, nun di dalam rahim ada makhluk kecil yang amat berterima kasih atas segala repot-repot Anda!lPG

Powered by ScribeFire.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: