Pustaka Digital Ibu dan Anak


Hei! Suara Apa Itu?

Posted in Parent Guide by nugraad001 on June 8, 2007

parent-guide.jpg

Janin ternyata bisa mendengar macam-macam suara. Suara apa saja yang terdengar olehnya?

“Ayah, tolong dong Yah…”
“Tolong apa? Ntar dulu! Ayah lagi ada urusan sama supplier brengs…”
“Sssssst! Ayah… ayo dong. Yah. Jangan bicara begitu…”
“Bunda kenapa sih? Ayah mau ‘beri pelajaran’ si tukang bohong itu…”
“Bunda paham, Ayah. Justru karena itu Bunda minta tolong kepada Ayah…”
“Minta tolong apa?”
“Tolong Ayah kalau mau marah-marah jangan dekat-dekat Bunda. Nanti didengar bayi kita…”
“Didengar bayi? Memangnya bayi di perut bisa dengar suara bapaknya marah-marah?”

Suara yang Didengar Janin
Penelitian tentang ‘apakah janin bisa mendengar dan membedakan suara-suara yang didengarnya’ sudah banyak dilakukan sejak lebih dari 50 tahun lalu. Dari tahun ke tahun banyak ilmuwan yang berminat melakukan penelitian tentang hal tersebut. Hal ini antara lain didorong oleh teknologi pemantau janin yang terus berkembang. Sekedar gambaran, hampir sepuluh tahun lalu para peneliti sudah bisa menggunakan hidrofon – sejenis mikrofon yang dapat dimasukkan ke dalam air —  untuk disisipkan ke dalam rahim seorang perempuan hamil guna menangkap tingkat kebisingan di dalam rahim.

Lantas apa saja didengar janin? Beberapa penelitian menghasilkan dugaan, kesimpulan atau keyakinan, bahwa janin bisa mendengar suara-suara berikut ini:   

  • Suara-suara dari dalam tubuh ibunya. Heidelise Als, Ph.D., psikolog perkembangan dari Harvard Medical School, mengamati bahwa bayi prematur yang lahir pada usia kehamilan 24 atau 25 minggu mampu merespons suara-suara di sekelilingnya. Hasil pengamatan Als membuat sebagian kalangan yakin bahwa alat-alat pendengaran janin sudah mulai berfungsi sejak di dalam rahim. Dengan berfungsinya alat pendengaran itulah janin bisa mendengar suara-suara yang berasal dari dalam rahim sendiri.

Tidakkah rahim tempat yang sunyi-senyap? Janet DiPietro — psikolog Johns Hopkins University yang sejak sepuluh tahun lalu melakukan pengamatan terhadap temperamen janin – mengungkapkan, tingkat kebisingan di dalam rahim ‘sama dengan bunyi-bunyi latar di sebuah apartemen’. ‘Bunyi-bunyi latar’ tersebut antara lain ditengarai berasal dari desiran aliran darah di dalam pembuluh ibu, juga suara degukan serta gemuruh lambung dan usus.

  • Suara ibunya. Psikolog perkembangan dari Columbia University, William Filer, Ph.D menemukan, detak jantung janin melambat saat ibunya bicara. Temuan ini memberi kesan pada sebagian kalangan, bahwa janin tak hanya mendengar dan mengenali suara ibunya, tetapi juga di-nina bobo-kan oleh suara tersebut. Janin diduga mendengar suara ibu yang merembes melalui jaringan otot daging, tulang dan cairan tubuh sang ibu. 
  • Suara orang lain. Penelitian dari Queens University di Ontario menunjukkan, janin mampu membedakan suara ibunya dari suara para perempuan lain. Ini membuat sebagian kalangan berpendapat bahwa dinding rahim dan lautan air ketuban ternyata bisa ditembus suara-suara orang (selain suara ibu si janin).
  • Suara musik. Para ilmuwan dalam sebuah penelitian di Inggris memutarkan musik untuk bayi-bayi dalam kandungan berusia 20 minggu. Lalu mereka menguji respons bayi-bayi tersebut 2-3 minggu setelah lahir. Menurut pengamatan, respons-respons yang ada menunjukkan bahwa bayi-bayi tersebut mengingat musik yang dipilihkan untuk mereka, dan menjadi tenang ketika musik tersebut diputarkan kembali. Musik apa yang bisa didengar janin? Para ilmuwan di University of Florida, AS pernah melakukan percobaan terhadap biri-biri betina yang sedang hamil, untuk merekam apa persisnya suara-suara yang dapat menjangkau telinga janin. Mereka lalu menarik deduksi: janin tak mendengar suara biola, melainkan suara drum (tetabuhan). Akan tetapi, penelitian lain membuktikan bahwa janin merespons dengan baik terhadap musik gubahan Mozart. Hal ini menunjukkan bahwa janin bisa juga mendengar suara biola.
  • Suara-suara halus lainnya. Dr. Barbara Kisilevsky dan rekan-rekannya di Queen’s School of Nursing menemukan bahwa jantung dan tubuh janin usia 30 minggu merespons bunyi-bunyian halus yang dihasilkan komputer. Respons janin diukur dengan ultrasound scanner. “Jika kami menyetel suara keras-keras, janin usia 30 minggu akan bergerak mendekati sumber suara,” kata Dr. Barbara seraya menambahkan bahwa reaksi semacam ini tidak dijumpai pada janin-janin di bawah usia 30 minggu. Ia juga mengaku masih belum mengetahui apa yang didengar oleh janin-janin, dan seberapa jelas janin membedakan bermacam-macam suara. Temuan Dr. Barbara dipublikasikan di Journal of Early Human Development, Agustus 2000.
  • Suara alat USG. Dr. Mustapha Fatemi — medical engineer dari Mayo Foundation’s Ultrasound Research Laboratory di Rochester, Minnessota, AS – beserta tim penelitinya menemukan bahwa janin sebenarnya bisa mendengar pemeriksaan ultrasonografi (USG) yang dilakukan dokter kandungan terhadap kehamilan ibunya. Sebelumnya USG dianggap tak bisa didengar. Berdasarkan temuannya, Dr. Mustapha mengatakan bahwa janin tidak mendengar suara USG itu sendiri (karena ultrasound adalah suara yang berada di luar jangkauan pendengaran manusia), melainkan interaksi gelombang USG dengan tulang dan jaringan lain dalam tubuh ibu. Temuan Dr. Mustapha dimuat dalam New Scientist Desember 2001, dan telah dipresentasikan pada pertemuan tahunan Acoustical Society of America di Fort Lauderdale, Florida.

Apakah janin bisa mendengar suara orang yang sedang – katakanlah — marah-marah? Hasil-hasil penelitian di atas semoga cukup memotivasi kita sekeluarga untuk selalu berusaha ‘memperdengarkan yang baik-baik saja’ pada calon anggota keluarga baru nun di dalam sana. lPG

Powered by ScribeFire.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: