Pustaka Digital Ibu dan Anak


Ada Kelainan di Jantungnya!

Posted in Parent Guide by nugraad001 on June 8, 2007
Jantung adalah organ penting yang mendukung kelangsungan hidup manusia. Lantas, bagaimana bila si kecil mengalami kelainan jantung?

Organ jantung sejatinya adalah otot yang bentuknya kecil. Besarnya sekitar sekepal tangan manusia.  Meski mungil, pekerjaan jantung amat berat, yaitu memompa darah ke seluruh tubuh tanpa henti.  Nah, bisa dibayangkan bagaimana jika organ jantung si kecil yang baru saja lahir mengalami kelainan sehingga organ tersebut tak bisa bekerja dengan baik.

Itulah sebabnya, bayi yang menderita kelainan jantung bawaan harus segera ditangani pihak ahli. Semakin cepat organ jantung tersebut diperbaiki, maka semakin besar peluang si kecil untuk terselamatkan jiwanya.

Faktor Penyebab

Jauh-jauh hari sebelum bayi dilahirkan, kelainan jantung bisa terjadi. Persisnya, terhitung sejak pekan keempat kehamilan, yaitu ketika organ jantung janin mulai terbentuk.  Namun, lantaran pertukaran oksigen dan peredaran darah janin dilakukan oleh plasenta, maka seburuk apapun kelainan yang terjadi pada jantung janin maka masalah tersebut tak akan menyulitkannya.  Nah, ketika si bayi lahir, keabnormalan ini mulai menyulitkannya.  Lalu, apa sebenarnya penyebab kelainan jantung pada bayi?

Kelainan genetik dan faktor lingkungan diyakini menjadi pencetus terjadinya keabnormalan pada pembentukan jantung janin. Faktor lingkungan yang potensial menyebabkan terjadinya kelainan jantung ini, misalnya penggunaan obat-obatan antikonvulsan seperti phenytoin, dan obat penyakit kulit seperti isotretinoin, atau garam lithium pada obat anti depresi. 
Selain itu, ibu hamil yang tidak mampu mengontrol diabetesnya, menggunakan alkohol, obat-obatan terlarang, dan merokok, juga dapat meningkatkan risiko terjadinya kelainan pada jantung janin.  Ibu hamil yang berkecimpung pada industri kimia pun potensial menyebabkan kelainan jantung ini. 

Gejala dan Penanganan

Kini telah hadir alat yang memungkinkan dokter dan orang tua untuk mengetahui ada tidaknya kelainan pada jantung janin, yaitu USG jantung.  Alat ini tersedia di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita Sub Bagian Jantung Anak. Dengan menggunakan USG jantung, dokter bisa mendeteksi ada atau tidaknya kelainan jantung, sejak kandungan memasuki usia 12 hingga 20 pekan.  

Nah, begitu lahir, bayi yang menderita kelainan jantung bawaan, dari jantungnya akan terdengar  suara bising atau murmur ketika diperiksa dengan stetoskop.  Dan saat pemeriksaan dengan sinar ronsen, akan terlihat kalau jantungnya membesar.  Sementara itu, pemeriksaan dengan elektrokardiogram akan memberikan diagnosa yang lebih lengkap lagi.

Tapi jangan khawatir, tidak semua bayi yang menderita kelainan jantung harus melalui hari-harinya di kamar operasi atau bolak balik ke rumah sakit.  Bayi yang ‘hanya’ menderita sedikit kelainan atau minor forms of congenital heart disease bahkan tak memerlukan terapi secuil pun. Pasalnya, dengan berlalunya waktu, lubang atau kebocoran pada jantung bisa menutup dengan sendirinya.

Namun, jika kelainan jantung pada bayi yang baru lahir terbilang serius, maka tindakan harus segera diambil.  Misalnya, ketika bayi mengalami kesulitan bernafas lantaran aliran darah yang mengalir dari bilik kiri ke bilik kanan jantung mengalami gangguan akibat adanya kebocoran pada dinding jantung.  Seperti pada kasus ventricular septal defect, atrial septal defect, atrioventricular canal, dan patent ductus arteriosus.

Kelainan jantung lainnya bisa berupa obstruksi aliran darah pada bilik kiri jantung yang menyebabkan terhalangnya aliran darah dari paru. Kasusnya bisa dijumpai pada aortic stenosis, coarctation of the aorta, dan hypoplastic left heart syndrome. Kondisi ini  membuat bayi sulit menyusui sehingga berat badannya tidak bertambah banyak.  Nah, bayi yang terlahir dengan kelainan jantung seperti ini, akan dioperasi atau dikateterisasi jantungnya pada pekan pertama kehidupannya.

Ada lagi jenis kelainan jantung, yaitu jenis biru atau sianotik.  Pada bayi yang menderita kelainan jantung biru, maka secara kasat mata, bibir, lidah, dan kukunya terlihat biru.  Bahkan jika si bayi menangis, warna biru akan semakin nyata. Hal tersebut terjadi akibat darah kotor mengalir ke sirkulasi darah bersih sehingga bayi menjadi biru.  Jika terlalu banyak darah kotor yang beredar ke sirkulasi darah bersih, dan memasuki organ-organ penting seperti otak, maka bayi akan mengalami sesak nafas yang disertai kejang. Bila tidak segera ditangani, bayi bisa mengalami kematian.

Perlu Dioperasi?

Beberapa kasus kelainan jantung bawaan , seperti ductus arteriosus, venturicular septal defect, truncus arteriosus, atrioventricular septal defect, tetralogy of fallot, dan kelainan pada arteri besar, dapat dikoreksi dengan hanya sekali pembedahan pada masa-masa awal kelahirannya.  Namun kelainan yang lebih kompleks, seperti  hypoplastic left heart syndrome dan trucuspid atresia, memerlukan dua atau tiga kali pembedahan.  Terhitung sejak bayi baru lahir hingga ia berulang tahun yang ke tiga. 

Beruntunglah bayi yang ‘hanya’ mengalami kelainan sedikit hingga sedang. Misalnya,  pada kasus ventricular septal defect, di mana lubang bisa menutup dengan sendirinya sejalan dengan bertambahnya umur si kecil.  Pada kasus tersebut, sementara menunggu si lubang itu menutup, dokter akan memberikan obat untuk si kecil. Obat tersebut, sama dengan obat yang diberikan pada bayi yang sudah menjalani pembedahan jantung.

Nah, setelah menjalani terapi, awasilah terus aktivitas si kecil. Misalnya, ia tidak boleh melakukan aktivitas fisik yang terlalu berat.  Selebihnya, perlakukanlah ia seperti anak sehat lainnya. Semoga buah hati Anda tumbuh dengan sehat dan selalu ceria!


Kenali Sejak Dini!

Berikut tanda-tanda bila si kecil memiliki kelainan jantung bawaan :

  1. Kulit bayi, terutama pada bagian mulut, lidah, dan bibir membiru.
  2. Sulit bernafas
  3. Tak mau menyusu, atau nafsu makan menurun.
  4. Gagal mencapai berat badan normal
  5. Lesu dan malas beraktivitas.
  6.  Demam berkepanjangan

Powered by ScribeFire.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: