Pustaka Digital Ibu dan Anak


Timbang-timbang Sebelum Terbang

Posted in Parent Guide by nugraad001 on June 6, 2007

parent-guide.jpg


Travelling tak lagi jadi pantangan untuk ibu hamil. Tapi Kalau ibu hamil harus bepergian jauh dengan pesawat terbang tetap ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan.

Kehadiran janin tak harus membuat Anda menjalani pingitan sampai persalinan. Boleh kok, Anda blebar-bleber – terbang ke berbagai tempat di seluruh penjuru dunia, kalau memang itu harus. Namun, ada beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan, seperti

  • Kondisi kesehatan

Anda mual-mual dan muntah-muntah hebat tiap pagi? Atau merasa sangat lelah? Atau lesu kurang darah? Kalau ya, sebaiknya tunda perjalanan sampai kondisi kesehatan Anda membaik. Tidak ada yang paling nikmat selain bepergian dalam kondisi kesehatan prima, kan? 

  • Usia kehamilan

Keguguran biasanya terjadi selama trimester pertama. Bila umur kehamilan Anda kurang dari 12 minggu, sebaiknya undurkan saja hari keberangkatan barang 1-2 bulan. Waktu ideal untuk melakukan perjalanan adalah di bulan keempat atau kelima kehamilan. 

  • Jadwal kontrol kehamilan

Coba ingat-ingat, sudahkah Anda memeriksakan kehamilan? Kalau belum, jangan tunda lagi. Temui dokter atau bidan Anda. Sambil memeriksakan diri, konsultasikan rencana perjalanan Anda.

  • Tempat tujuan dan kegiatan 

Sebenarnya, mau ke mana Anda kali ini? Ke gunung dan memanjat tebing bersama teman-teman mantan organisasi pencinta alam masa kuliah dulu? Atau mengikuti tur rohani ke berbagai rumah ibadah mancanegara? Jika kehamilan Anda masih muda (trimester pertama), sebaiknya Anda tidak bepergian ke tempat-tempat berketinggian ekstrem, karena bisa mengurangi pasokan oksigen ke janin. Tunggulah sampai trimester kedua. Saat itu kehamilan biasanya tanpa masalah alias risiko keguguran, lahir prematur atau komplikasi jauh lebih kecil.    

  • Penyakit-penyakit lokal

Di Afrika banyak pengidap tetanus, hepatitis A, tifoid, meningitis, demam kuning dan polio. Amerika Tengah dan Selatan nyaris mirip Afrika – bedanya di benua Latin ada malaria. Di Asia dan Timur Tengah juga ada tetanus dan malaria, di samping ensefalitis Jepang dan rabies. Nah, bila daerah yang akan Anda kunjungi adalah zona malaria, sebaiknya tunda dulu perjalanan Anda, sekali pun Anda sudah mengkonsumsi obat antimalaria. Soalnya, ibu hamil lebih mudah terjangkit malaria dibanding yang tidak hamil, dan ketika terkena malaria, tingkat keparahannya cenderung lebih berat. Selain itu, mengingat tak semua vaksin aman untuk ibu hamil dan janin, Anda amat disarankan berkonsultasi dengan ahli emporiatrik (travel medicine).

  • Fasilitas kesehatan setempat

Tujuan akhir perjalanan Anda pusat kota? Kalau ya, Anda bisa berharap tersedia fasilitas kesehatan yang layak di sana. Anda tinggal memastikan sebelumnya, apakah asuransi kesehatan Anda bersedia menanggung perawatan di sana. Tapi kalau yang dituju daerah terpencil di tengah-tengah belantara, yang Anda sendiri tak tahu persis letaknya di peta (sehingga jasa asuransi kesehatan pun tak bisa menjangkaunya), sebaiknya tunda sajalah perjalanan ini sampai si kecil lahir dan bisa ditinggal (sudah tidak tergantung air susu Anda). 

  • Asuransi

Perjalanan jauh akan menambah risiko kehamilan mengalami gangguan (perdarahan, keguguran, dll) atau risiko untuk lahir lebih cepat (prematur). Jika asuransi kesehatan tak bersedia menanggung biaya-biaya yang terkait dengan kondisi kehamilan, ataupun biaya pengadaan ruang perawatan untuk bayi prematur, sebaiknya Anda tunda dulu perjalanan Anda. Kecuali jika Anda siap menanggung risiko kerepotan mengurus dan membayar sendiri tagihan-tagihan biaya perawatan kesehatan selama perjalanan.

  • Izin terbang untuk ibu hamil

Berikut ini beberapa peraturan yang lazim diterapkan maskapai penerbangan:

  1. Hanya mengizinkan ibu hamil ikut terbang bila usia kehamilannya tidak lebih dari 35-36 minggu, berbadan sehat, dan tidak punya riwayat melahirkan prematur.
  2. Ibu hamil harus membawa surat dokter yang menerangkan tahap kehamilan dan tanggal perkiraan kelahiran.   

Jika Anda tak memenuhi kriteria peraturan pertama, dan dokter menyatakan kehamilan Anda dalam tahap ‘genting’, simpan saja dulu rencana perjalanan Anda sampai kondisinya mengizinkan. 

  • Ketinggian terbang

Jika Anda mengalami anemia selama hamil, sebaiknya jangan melakukan perjalanan dengan pesawat terbang. Soalnya, kandungan oksigen udara dalam pesawat sangat minim. Nah, tipisnya kandungan oksigen dalam pesawat dan anemia yang Anda derita, bisa membuat Anda dan janin kekurangan oksigen.

Sudah menimbang-nimbang? Bila ternyata tidak ada satu pun yang berpotensi mengundang risiko tambahan untuk kehamilan Anda, terbanglah. Semoga selamat sampai di tujuan, dan semoga selamat sampai di rumah kembali! PG

Powered by ScribeFire.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: