Pustaka Digital Ibu dan Anak


Tiada Hari Tanpa Protein

Posted in Parent Guide by nugraad001 on June 6, 2007

parent-guide.jpg

Kebutuhan protein ibu akan meningkat selama menyusui. Pastikan tidak ada hari berlalu tanpa protein dalam menu ibu menyusui!

Setelah persalinan, para ibu umumnya mengalami peningkatan selera makan dan cepat merasa dahaga. Anda juga merasakannya? Jika ya, penting sekali Anda mengkonsumsi makanan bergizi dan minum cairan yang cukup untuk memulihkan dan mempertahankan kesehatan Anda. Dan yang tak kalah penting adalah untuk produksi air susu (ASI).  

Pembuatan air susu ibu (ASI) memerlukan sekitar 700 kalori per hari. Namun yang 200 kalori akan diambil dari cadangan lemak tubuh ibu. Sisanya diperoleh melalui makanan yang ibu makan setiap hari. Itulah sebabnya, ibu menyusui pada umumnya (baca: yang cukup makan, sehingga mempunyai cadangan lemak tubuh memadai) memerlukan tambahan asupan sebanyak 500 kalori untuk menyusun dan mempertahankan persediaan ASI-nya.

Meningkat Selain memerlukan istirahat cukup, olahraga teratur dan pengelolaan stres yang baik, kita juga harus mengkonsumsi makanan bergizi seimbang jika ingin sehat. Gizi seimbang bisa diperoleh jika dalam sehari kita mengkonsumsi beragam makanan yang mengandung zat-zat gizi yang diperlukan tubuh, yakni: karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral. 

Kelima zat gizi tersebut sama pentingnya dan saling melengkapi. Tak ada yang lebih unggul dibanding yang lainnya. Hanya saja memang, karena protein tak dapat disimpan di dalam tubuh (berarti harus diperoleh melalui asupan sehari-hari), masalah kandungan protein dalam menu harian kita kerap menjadi perhatian para pakar gizi.

Kebanyakan pakar menyebutkan, asupan protein kita setiap hari seyogyanya mampu menyumbang 10-15% dari total kebutuhan kalori kita. Bagaimana dengan ibu menyusui? Dengan adanya tambahan kebutuhan kalori untuk memproduksi ASI, kebutuhan protein ibu menyusui jelas lebih banyak dibanding orang dewasa pada umumnya. Ibu menyusui memerlukan tambahan 12-15 gram protein per hari. Total asupan protein yang direkomendasikan untuk ibu menyusui adalah 65 gram per hari selama 6 bulan pertama pascamelahirkan, dan 62 gram per hari antara 6-12 bulan pascamelahirkan.

Takut susah langsing kembali gara-gara harus mengkonsumsi protein lebih banyak? Penelitian Baylor College of Medicine (BCM), Houston, Texas menemukan bahwa penambahan jumlah protein dalam menu harian tidak akan mengganggu penurunan berat badan pascamelahirkan. “Tambahan protein – bersama-sama tambahan kalori dan lemak – akan terbakar habis selama ibu memproduksi ASI, “ demikian ujar Kathleen J. Motil, M.D, Ph.D, peneliti dari Children’s Nutrition Research Center BCM. Jadi, jangan kuatir! PG 


Protein itu Mudah!
  • Sebutir telur mengandung 7 gram protein, segelas susu mengandung 8 gram protein. Di luar itu masih ada ikan, daging, daging unggas (tanpa kulit), telur dan banyak lagi.
  • Untuk penganut vegetarian, sumber protein nabati berlimpah: polong-polongan, tahu-tempe, buncis, kacang-kacangan dan produk dari biji-bijian utuh, daging tiruan, serta telur dan susu (jika berkenan).
  • Hanya sedikit makanan berprotein yang tidak dapat ditolerir bayi. Susu, produk turunan susu yang dikonsumsi ibu bisa menimbulkan alergi protein susu pada bayi. Kacang-kacangan juga bisa memicu alergi pada bayi. Ibu hanya perlu menunda makanan tersebut sampai bulan kedua atau ketiga. Di usia 3 bulan pencernaan bayi biasanya cukup matang untuk mentolerir hampir semua makanan yang ibu makan.

Powered by ScribeFire.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: