Pustaka Digital Ibu dan Anak


Playground: Here, There and Everywhere…

Posted in Parent Guide by nugraad001 on June 6, 2007
Bagi bayi, tempat bermain itu bisa di mana saja. Yang penting memberinya kesempatan untuk bebas bergerak.

Tahukah Anda bahwa saat-saat bermain di playground (tempat bermain) merupakan bagian perkembangan yang amat penting buat si kecil? Penelitian menunjukkan bahwa ‘jendela kesempatan’ bagi perkembangan motorik kasar mulai terbuka sejak masa sebelum lahir sampai sekitar usia 5 tahun. Nah, di mana lagi bayi leluasa mengasah kemampuan motorik kasarnya, kalau bukan di tempat bermain?

Outdoor 
Tempat bermain selalu mempesona bayi. Memang, bayi belum memiliki keterampilan motorik yang memadai untuk bermain secara aktif di sana (sebagian mereka baru bisa tengkurap, duduk, merangkak, atau berjalan oleng kanan-kiri). Tapi toh hal itu tidak menghalangi bayi menyerap berbagai pengalaman inderawi dari sana. 

Kalau kita membawa bayi ke tempat bermain di taman yang sejuk dan rindang, misalnya, kita bisa menyaksikan sendiri bahwa mereka menikmati udara segar di sana. Bayi juga menyukai pengalaman inderawi ketika kita memangkunya di ayunan. Dan kalau dituntun berjalan tanpa alas kaki di hamparan rumput, bayi juga seringkali menyukai sensasi taktil yang ditimbulkan ujung-ujung rerumputan di telapak kaki mereka. Bahkan kalau ditengkurapkan di rerumputan, tak jarang bayi merangkak atau berguling sendiri ke sana kemari. Tempat bermain outdoor memang mampu memberi kesempatan kepada bayi, terutama yang sudah agak besar, untuk bergerak lebih bebas.

Rumah
Meski begitu, tempat bermain di dalam ruang (indoor) pun tak kalah menarik buat bayi – terutama bayi-bayi muda. Dalam Wee Exercise — institusi di Amerika Serikat yang merancang kegiatan dan latihan untuk keseimbangan, koordinasi, kesadaran tubuh, kendali pusat, kekuatan kaki dan perut, serta keterampilan motorik halus bayi – melalui publikasinya menyebutkan bahwa di dalam ruang pun orangtua bisa mengembangkan gerakan bayi melalui benda-benda warna-warni bergerak yang digantung di atas tempat tidur bayi untuk digapai, digenggam atau ditendang-tendang. Selain itu, lakukan permainan yang mendorong bayi untuk ‘datang dan mengambil’ berbagai mainan dalam jangkauan atau area jelajahnya. Sediakan kubus-kubus besar, mainan susun, cangkir tumpuk, bola bertekstur dan mainan yang bisa diremas-remas. 

Untuk bayi usia 0-6 bulan, rumah adalah tempat bermain utama. “Home is the playground,” demikian menurut panduan perkembangan anak bertajuk Play and Your Baby: From Birth to Six Months yang dikeluarkan British Columbia Health Guide. Oleh karenanya rumah harus aman, bersih dan nyaman. “Untuk membuat dunia bayi aman, anggap saja bayi akan mencaplok mainan untuk pertama kalinya hari ini, atau berguling untuk pertama kalinya hari ini,” ungkap panduan tersebut.  

Selain masalah keamanan, panduan tersebut menekankan pula bahwa orangtua perlu menyadari bahwa bayi sedang tumbuh – secara fisik maupun mental. “Lingkungan bayi secara terus menerus perlu berkembang dan berubah. Jadi, berilah bayi mainan baru (tukar bola birunya dengan bola merah) dan pastikan bayi tidak menelan mainannya.” Sumber lain menyebutkan bahwa orangtua perlu menciptakan ruang yang aman di rumah, di mana bayi bisa mengeksplorasi dunia dan menjajal kemahiran terbarunya – duduk, merangkak, menarik, membuka lemari, menjumput sesuatu, melempar dan memasukannya ke mulut, dan akhirnya berjalan. 

Tubuh Kita
Lebih menarik lagi apa yang diungkapkan dalam publikasi New Mexico Kids – yang diasuh University of New Mexico College of Education. “Tahukah Anda bahwa struktur panjat paling aman untuk anak-anak paling kecil mungkin adalah diri Anda sendiri? Kalau Anda mau berbaring dan membiarkan bayi merangkak di atas tubuh Anda, mungkin Anda berdua akan senang. Bayi bisa mengasah keterampilan merangkak dan memanjat, serta mengalami orientasi ruang yang berbeda – kadang dia di bawah, kadang di atas, kadang di samping Anda atau di atas.” 

Lantaran tubuh orang dewasa juga merupakan ‘tempat bermain’ bayi, interaksi fisik antara bayi dengan orang yang mengasuhnya sehari-hari menjadi sangat penting. National Association of Child Care Resource and Referral Agencies (NACCRRA) merekomendasikan agar setiap hari bayi melewatkan waktu bersama pengasuh (orangtua, kakek-nenek, penyedia jasa pengasuhan) yang akan melakukan kegiatan-kegiatan yang melibatkan beberapa gerakan, misalnya menggendong, menimang, mengayun-ayun, dan mengajak bayi berjalan-jalan.

Margaret Barnes, pediatric occupational therapist dan salah satu pendiri Wee Exercise mengatakan, “Meluangkan setengah jam tiap hari untuk bermain-aktif (dengan bayi) lewat gerakan dan pengalaman inderawi, akan membantu perkembangan yang optimal.” Para praktisi pendidikan usia dini, ungkap situs Wee Exercise, menemukan bahwa berbagai pengalaman bayi bergerak ke sana ke mari dapat merangsang kemampuan pemecahan masalah, berpikir kritis, dan memperkuat berbagai konsep akademis. Tak heran jika dikatakan bahwa tempat bermain – yang bisa ada di mana-mana itu – adalah ‘lahan subur’ untuk pertumbuhan tubuh dan otak sejak masa bayi sampai masa kanak-kanak. PG


Aktivitas Fisik untuk Bayi
Tempat bermain tak ada artinya tanpa aktivitas. Dan aktivitas, menurut NACCRRA, adalah melakukan sesuatu secara fisik, bukan sekedar berbaring atau diam saja. Berikut ini beberapa aktivitas fisik yang disarankan untuk bayi:

  • Digendong, diayun
  • Dibopong dari satu tempat ke tempat lain
  • Diajak bermain cilukba
  • Diajak berjalan-jalan
  • Diajak ke tempat bermain untuk melihat anak-anak lain
  • Dipindah-pindahkan posisinya – di perut atau di punggung
  • Berenang bersama ibunya
  • Menari dan bernyanyi bersama ibunya
  • Merangkak
  • Mengangkat tubuhnya untuk berdiri
  • Melempar dan menangkap
  • Menendang-nendang

Powered by ScribeFire.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: