Pustaka Digital Ibu dan Anak


Perjuangan Si Bayi Tabung

Posted in Parent Guide by nugraad001 on June 6, 2007

parent-guide.jpg

Perjuangan keras yang dialami bayi tabung untuk bisa lahir ke dunia, membuat mereka pantas dijuluki ‘bayi yang bertahan hidup’. Bagaimana cara membantu keberhasilan ‘perjuangan’ mereka?

Harry Potter bukan satu-satunya ‘bayi yang bertahan hidup’. Jika saat ini Anda sedang menjalani program bayi tabung atau pembuahan di dalam tabung (in vitro fertilisation/IVF), Anda pun berpeluang melahirkan ‘bayi yang bertahan hidup’. Ingin tahu seberapa berat perjuangan bayi-bayi tabung itu sehingga mereka pantas dijuluki demikian, dan bagaimana cara membantu keberhasilan perjuangan mereka?  Simak fakta-fakta berikut ini :

  • Tingkat kelahiran hidup tertinggi hanya 33%.  

Satu putaran program bayi tabung mencakup pengumpulan sel-sel telur, pembuahan sel telur di dalam tabung pembiakan, perkembangan sampai tahap embrio, pemindahan embrio ke dalam rahim, perkembangan embrio di dalam rahim (kehamilan), dan kelahiran. Tingkat kelahiran hidup bayi (kemungkinan bayi lahir dalam keadaan hidup) yang tertinggi  terjadi apabila ibu berusia di bawah 35 tahun. Tapi data SART (Society for Assisted Reproductive Technology) Amerika Serikat tahun 2002 menunjukkan, tingkat kelahiran hidup tertinggi itu hanya 33% untuk satu putaran program. Sedangkan menurut data HFEA (Human Fertilisation and Embryology Authority), Inggris tahun 2005-2006, angka tersebut di bawah 30%.  

Cara membantu keberhasilan:
Jika usia Anda (ibu) saat ini 35 tahun atau lebih:

  1. Motivasi dan optimisme Anda harus tetap kuat, karena kemungkinan berhasil selalu ada, bahkan pada mereka yang usianya di atas 40. Dengan motivasi kuat dan optimisme tinggi, Anda akan lebih tahan menghadapi segala kesulitan, kerepotan dan ketidakenakan selama menjalani program bayi tabung.
  2. Bicarakan dengan tim medis Anda, berbagai kemungkinan untuk meningkatkan angka keberhasilan. Misalnya, menanam lebih banyak embrio di rahim Anda.
  • Makin lama masa tak subur, makin kecil kemungkinan lahir hidup.

Umumnya, pasangan suami istri yang memutuskan ikut program bayi tabung adalah mereka yang gagal punya anak (tak subur) selama sekian tahun. Semakin lama ‘masa tak subur’ pasangan tersebut, semakin kecil kemungkinan hidup calon bayi tabung mereka. Data HFEA menyebutkan, jika ‘masa tidak subur’ baru berjalan 1-3 tahun, tingkat kelahiran hidup embrio adalah 19,5%. Angka ini terus turun sampai ke tingkat 11,8%, jika ‘masa tidak subur’ lebih dari 12 tahun.  

Cara membantu keberhasilan:
Jika masa tak subur Anda di atas tiga tahun:

  1. Tetaplah optimis dan pertahankan motivasi. Jangan lupa, tingkat kelahiran hidup untuk bayi tabung masih ada, sekalipun ‘masa tak subur’ Anda lebih dari 12 tahun. 
  2. Sama seperti bila usia Anda di atas 35 tahun, bicarakan dengan tim medis kemungkinan untuk meningkatkan angka keberhasilan. Misalnya dengan menanam lebih dari satu embrio di dalam rahim.
  •  Harus ‘bersaing’ dengan sesama embrio.

Semakin banyak jumlah embrio yang ditanam di dalam rahim, makin besar peluang keberhasilan program bayi tabung. Laporan HFEA menyebutkan, tingkat kelahiran hidup embrio hanya 6,8% untuk satu putaran. Tapi bila digandakan menjadi dua embrio, angkanya naik menjadi 16,8%. Jika ditambah menjadi tiga embrio, angkanya naik lagi menjadi 21,4%. Tak heran jumlah embrio yang ditanamkan ke dalam rahim ibu dalam satu putaran program seringkali lebih dari satu buah (bisa dua, tiga, bahkan empat). Berarti, sejak dini embrio bayi tabung sudah harus ‘bersaing’ dengan sesama embrio. Embrio yang lemah tersingkir, sementara embrio yang kuat akan berkembang menjadi janin kembar. Sebagai janin kembar, mereka tetap bersaing memperebutkan makanan dan oksigen. Kita bisa melihat, bayi kembar biasanya lahir prematur dengan berat badan rendah. Dan ini bukannya tanpa risiko. 

Cara membantu keberhasilan:       
Jika di dalam rahim Anda saat ini ditanamkan lebih dari satu embrio:

  1. Siapkan mental untuk mengandung bayi kembar dua, tiga, atau bahkan lebih (tergantung jumlah embrio yang ditanam).
  2. Bersikaplah positif terhadap kehamilan kembar. Sikap positif membantu Anda lebih optimis dan gembira menjalani kehamilan kembar, apapun tantangannya.
  3. Cobalah rileks selama menjalani kehamilan kembar ini. Sikap rileks akan mengurangi kemungkinan kontraksi dini yang sangat tidak diinginkan. Yang tak kalah penting, sikap rileks juga membantu memperlancar ASI untuk bayi-bayi kembar Anda kelak.    
  • Terancam ‘gaya hidup tak sehat’ ibu.

Perempuan yang menderita obesitas lebih berisiko mengalami keguguran ketimbang perempuan berberat badan normal. Begitu juga, kebiasaan ibu merokok mengurangi keberhasilan penanaman embrio dan kehamilan. 

Cara membantu keberhasilan:
Jika Anda kegemukan:

  1. Anda perlu berdiskusi dengan tim medis kemungkinan untuk menurunkan berat badan.
  2. Pertimbangkan cara-cara lain untuk mengurangi keguguran, jika penurunan berat badan selama hamil tidak memungkinkan.   

Jika Anda perokok berat:

  • Anda harus segera berhenti merokok! Mulailah dengan mengurangi dosis merokok (baik frekuensinya, maupun kadar kandungan tar-nikotin dalam rokoknya).

Makhluk mungil di dalam rahim Anda tengah berjuang keras bertahan hidup. Jika  Anda pun sudah berusaha sekuat tenaga membantu mereka, sempurnakan usaha Anda dengan doa. lPG  


Powered by ScribeFire.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: