Pustaka Digital Ibu dan Anak


Newborn Skin Care

Posted in Parent Guide by nugraad001 on June 6, 2007

parent-guide.jpg

Saat si kecil baru lahir, Anda akan terheran-heran. Lapisan lemak dan bulu-bulu halus menghiasi hampir seluruh tubuhnya. Kulitnya bahkan keriput dan berwarna kemerahan.

Anda pasti pernah mendengar terminologi “kulit mulus seperti bayi”, yang sering didengungkan berbagai produsen kosmetik. Padahal kulit bayi yang baru lahir, tidak mulus lho. Kulit mereka keriput, dan diselimuti bulu-bulu halus serta lapisan lemak. Selain itu saat baru lahir, jika diamati dengan seksama, pada tubuh bayi terkadang ada tanda lahir. Seperti bercak-bercak merah, noda, ruam, kulit tangan dan kaki mengelupas, atau perubahan warna kulit. Kecewakah Anda?

Eits, bila kulit bayi Anda tidak semulus yang dibayangkan, jangan berkecil hati.  Segala “keanehan” pada kulit bayi adalah hal lumrah. Dalam dua pekan, itu semua akan lenyap dengan sendirinya. 

Lapisan lemak dan bulu-bulu halus yang kadang terlihat di sekitar telinga dan dahi, akan rontok dengan mudah.  Sementara, wajah si kecil yang masih sembab akan berubah menjadi lebih sedap dipandang mata. Jangan heran, bila ibu mertua yang melihat cucunya sepekan atau dua pekan setelah lahir, akan berujar: “Wah, anakmu sekarang jadi mirip Omanya, ya..”

Selain itu, tanda lahir pada bayi adalah sesuatu yang normal, karena sistem dalam tubuhnya belum bekerja sepenuhnya.  Jadi, Anda tak perlu khawatir. Noda dan ruam akan hilang dengan sendirinya. Sementara kulit tangan dan kaki yang mengelupas akan hilang dalam beberapa hari saja. Tanda lahir berupa bercak kebiruan di tubuh pun akan hilang setelah si kecil merayakan ultahnya yang pertama.  Sedangkan bercak-bercak merah yang lebih lebar umumnya akan lenyap saat ia berumur 5 tahun. 

Kulit bayi memang lebih sensitif daripada kulit anak-anak dan orang dewasa. Perbedaan itulah yang membuat kulit mereka memerlukan perawatan khusus agar senantiasa bersih, sehat, dan segar. Beruntung, Indonesia dikaruniai khasanah sumber daya alam yang teramat kaya. Dari alam, para leluhur mencari ramuan yang dapat merawat kulit bayi sejak lahir hingga ia dewasa.  Misalnya minyak kelapa. Minyak ini ternyata ampuh membersihkan dan merawat kulit bayi, serta menjadikannya sehat berkilau.

Memandikan Bayi Baru Lahir

Selama beberapa hari sejak dilahirkan, bayi akan meringkuk dengan telapak tangan mengepal seperti di dalam rahim.  Jika ia dibaringkan, kepalanya akan terkulai lemas karena otot-otot punggung dan lehernya belum bisa mendukung berat kepalanya.  Namun setelah ia berumur sepekan, kalau Anda mengangkat bahunya, ia sudah bisa sedikit mengangkat kepalanya. 

Jadi, pada hari-hari pertama kehidupan bayi, Anda tak perlu memandikannya. Cukup me-lap dengan menggunakan waslap atau spon basah, tentu dengan air hangat. Penggunaan sabun dan shampo sangat dianjurkan, namun carilah yang khusus untuk bayi sehingga tidak menimbulkan pedih di mata. 

Saat me-lap si kecil, mulailah dari wajah, leher, tangan, badan, kaki, dan terakhir bagian pembuangannya. Kemudian beri sabun, dan bilas secara perlahan. Si kecil pasti menikmati acara ini. Apalagi, bila Anda mengajaknya bicara dengan intonasi lembut atau menyanyi riang.

Nah, saat tali pusar si kecil puput –biasanya 7-10 hari setelah ia lahir- barulah Anda boleh memandikannya.  Pertama, siapkan dahulu handuk besar yang lembut, bak mandi bayi –akan lebih baik jika dilengkapi dengan lapisan anti slip-, waslap, sabun, dan shampo.  Anda juga harus memastikan air mandi bayi hangat-hangat kuku.  Artinya, tidak terlalu panas dan tidak pula terlalu dingin.  Ingat, kulit si kecil masih sensitif. 

Lalu mulailah membasuh wajah dan leher bayi agar sisa ASI atau susu tidak sempat berkembang dan menjadi iritasi.  Ketika memandikan, jaga agar pusar si kecil tidak sampai ‘tenggelam’ dalam air mandi.  Terakhir, saat membasuh bagian intim dan pengeluaran, jangan menggunakan sabun. Cukup dengan air hangat, dan dibasuh dari depan ke belakang.  Selain membersihkan, pembasuhan bagian intim dan pengeluaran ini dapat menyembuhkan ruam akibat pemakaian popok.  

Perawatan Pada Kulit Bayi Bermasalah

Usai memandikan dan mengeringkan tubuh dan rambut bayi, tiba saatnya Anda memberinya perawatan kulit.  Perawatan ini terbilang simpel.  Mengapa? Karena sebenarnya kulit bayi sangat adaptif.  Bahkan B.D. Schmitt, M.D, penulis ‘Your Child’s Health’, meyakini, bayi tidak membutuhkan lotion, krim, ataupun bedak. Kecuali, bila kulit bayi kering atau bermasalah, barulah penggunaan lotion atau krim dianjurkan. 

Nah, coba Anda simak beberapa masalah kulit yang terkadang singgah pada kulit si kecil dan cara-cara merawatnya:

  • Kulit kering

Sejak lahir, bayi terus tumbuh dan mengalami berbagai penyesuaian, termasuk perubahan hormon. Perubahan inilah yang menimbulkan efek pada kulitnya. Seperti, kulit kaki dan tangan yang menjadi kering.  Meski ini normal, tapi Anda bisa memberinya lotion yang akan memberinya kelembaban. Jika sudah diberi lotion pelembab, Anda tak perlu menaburinya dengan bedak.

  • Jerawat

Bukan hanya kaum remaja dan dewasa yang berjerawat. Si kecil yang baru beberapa hari lahir pun bisa berjerawat. Namun, dengan sendirinya jerawat itu bisa hilang.  Hanya saja, jika jerawat tetap membandel, cobalah berkonsultasi dengan dokter anak. Biasanya dokter akan memberi salep kulit yang aman untuk bayi.

  • Eksim

Eksim muncul pada bayi yang sudah berumur 2-3 bulan.  Biasanya eksim itu menyerang bagian tubuh si kecil yang sering berkeringat atau lembab, tapi sering “terlewat” saat memandikannya. Seperti leher, belakang telinga, belakang dengkul, dan wajah bayi.  Alhasil, daerah-daerah itu menjelma menjadi tempat berkembang biaknya bakteri.  Jangan anggap remeh, karena jika ini terus berlanjut, kulit anak bisa terinfeksi. 
Oleh karena itu, pastikan bagian-bagian tadi senantiasa kering dan bersih agar tidak menjadi media berkembangnya bakteri.  Anda bisa memberinya bedak tanpa menggunakan penabur agar tidak terhirup oleh si kecil. 

  • Ketombe

Nah, masalah ketombe juga dialami oleh bayi baru lahir.  Sebenarnya ini bukan ketombe seperti pada orang dewasa, melainkan sisa-sisa lapisan lemak yang menyelimuti kulit kepala bayi. Jadi, cara mengenyahkannya adalah dengan mencuci kepala bayi dengan shampo bayi. Lalu keringkan, dan lumuri dengan minyak kelapa atau baby oil. Setelah itu gosoklah perlahan dengan sisir bayi.  Dijamin, ketombe akan rontok dan tak akan kembali lagi.

  • Ruam Popok

Suatu saat, bisa jadi bayi menderita ruam akibat penggunaan popok langsung buang yang terlalu lama. Ruam-ruam yang berwarna kemerahan itu sangatlah tidak nyaman baginya.  Penghentian pemakaian popok untuk sementara bisa jadi jalan keluar. Sebagai gantinya, gunakan popok berbahan katun.  Selain itu, angin-anginkan bagian yang beruam untuk mengurangi rasa panas akibat ruam tersebut. Dan terakhir, gunakan krim anti ruam untuk menyembuhkan ruam dalam beberapa jam.  

Powered by ScribeFire.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: