Pustaka Digital Ibu dan Anak


Minum Jamu Laktogenik: Aman atau Tidak?

Posted in Parent Guide by nugraad001 on June 6, 2007

parent-guide.jpg


Anda berniat minum jamu pelancar ASI? Atau masih ragu karena digelayuti pertanyaan,”Amankah jamu itu untuk dikonsumsi?”

Jamu pelancar atau penambah persediaan air susu ibu (ASI) tergolong ‘jamu laktogenik’ (kadang disebut ‘laktogog’). Yakni ramuan yang terbuat dari bagian tumbuhan — daun, batang, akar, bunga, biji-bijian, dll — yang mempengaruhi persediaan ASI. Setidaknya, jamu laktogenik memberi ibu rasa percaya diri dan ketenangan. Kedua jenis emosi positif ini tentu akan membantu meningkatkan refleks oksitosin (refleks pengeluaran air susu) si ibu.

Racun, Efek Samping & Alergi
Pat Dwiggins, IBCLC. — bidan di Pensacola, Florida, Amerika Serikat – adalah salah satu konsultan laktasi internasional yang mengatakan bahwa jamu dapat bermanfaat bagi ibu menyusui. Meski begitu, ia mengingatkan agar ibu menyusui tetap berhati-hati. “Sebagian jamu bisa saja beracun,” ia mewanti-wanti.

Prinsip kehati-hatian ini ditekankan pula dalam buku Mother Food karya Hillary Jacobson — aktivis dan pendiri Mothers Overcoming Breastfeeding Issues (MOBI) Motherhood International (organisasi yang membantu para ibu mengatasi kesulitan menyusui). Menurutnya, kita disarankan untuk mencicipi jamu (baru) dengan dosis terendah lebih dulu. Selain untuk alasan kemudahan dalam menetapkan dosis minimum yang disyaratkan, cara ini memudahkan kita memeriksa ada-tidaknya efek samping, dan mencegah reaksi alergi yang parah — terutama jika ada riwayat alergi di keluarga. 

Setelah mencicipi jamu, kita disarankan mengamati respon tubuh selama beberapa jam sesudahnya. Apakah jantung jadi berdebar-debar? Nafas memburu? Terjadi gangguan pencernaan? Perubahan di permukaan kulit (bercak merah di wajah, telinga kemerahan)? Susah menelan? Hidung tersumbat? Problem bernafas? Tiba-tiba merasa lelah? Atau melakukan gerakan-gerakan tak disengaja — seperti kedutan pada kaki?

Reaksi Berbeda
Jika setelah minum jamu tak terjadi apa-apa, masih mengacu pada buku Mother Food, silakan tambah dosisnya. Tapi jika mengalami salah satu respon di atas, hentikan minum jamu dan konsultasikan reaksi tersebut kepada dokter atau ahli alergi. Yang perlu diingat, tiap individu memiliki tingkat sensitivitas yang berbeda. Oleh karena itu, pelajari respon tubuh terhadap jamu yang Anda konsumsi, dan temukan dosis yang tepat untuk diri Anda. Sekedar contoh, ada ibu yang cocok minum jamu laktogenik dalam dosis kecil tiap hari. Tapi ada juga yang lebih cocok minum dosis besar selama 2-4 hari, lalu berhenti.

Jadi, amankah minum jamu laktogenik? Aman, asal diminum secara bijak. Dan ingat! Jangan segan mengurangi/menghentikannya jika timbul masalah. Nah, selamat menyeruput jamu, dan semoga sukses menyusui! lPG

Powered by ScribeFire.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: