Pustaka Digital Ibu dan Anak


Kalau Mami Sayang Aku, Stop Merokok!

Posted in Parent Guide by nugraad001 on June 6, 2007

parent-guide.jpg

Rokok sangat berbahaya untuk ibu hamil dan janin yang dikandungnya. Ibu yang merokok sangat mungkin melahirkan bayi prematur atau bayi yang meninggal mendadak.

Uhuk..uhuk…Dyah terbatuk. Bagaimana tidak, saat itu ia berada di halte bis dan semua orang di sana merokok. Segera saja Dyah memutuskan untuk menunggu bis di tempat lain. Bukan hanya karena ia tak tahan dengan bau asap rokok, tapi juga karena saat itu ia sedang hamil besar.

Dyah sadar, rokok sangat berbahaya untuk janinnya. “Batang nikotin” itu berisiko tinggi merusak kualitas kesehatan bayi. Perokok aktif maupun pasif sama-sama memberi pengaruh yang teramat buruk pada janin yang sedang dikandung.  

Oleh karena itu, sebelum Anda berencana untuk hamil, sedikitnya tiga bulan sebelumnya berhentilah merokok!  Dengan begitu, masih ada waktu untuk belajar dan kemudian menghentikan sama sekali kebiasaan merokok Anda.  Terlebih, awal kehamilan adalah masa yang paling rawan, karena semua organ-organ penting bayi sedang tumbuh dan berkembang.  Nah, apa jadinya kalau Anda terus saja asyik merokok padahal Anda sedang hamil muda?

Bahaya Rokok untuk Ibu Hamil

Wanita hamil yang merokok, memasukkan ribuan gas kimia yang berbahaya, seperti karbon monoksida dan nikotin, ke dalam aliran darahnya. Lantas aliran darah tadi membawa gas-gas tersebut ke dalam plasenta si bayi.  Akibatnya, bayi terjebak dalam lingkungan yang penuh dengan polutan.  Inilah yang membuat bayi kekurangan ‘jatah’ aliran oksigen.  

Di samping itu, nikotin dalam rokok membuat detak jantung bayi meningkat, tekanan darah Anda meningkat dan pembuluh darah Anda pun menyempit. Akibatnya, suplai zat-zat makanan untuk bayi akan berkurang, dan pertumbuhannya pun jadi tidak optimal. Saat lahir, berat badannya akan rendah, atau bahkan meninggal dalam kandungan karena kekurangan nutrisi dan oksigen.    

Merokok juga bisa mempengaruhi kemampuan tubuh Anda menyerap vitamin B dan C, serta asam folik. Padahal, kekurangan asam folik ketika hamil akan menyebabkan bayi mengalami kelainan tabung syaraf. Nah, kalau sudah begitu, seperti apa masa depannya kelak?  Bukankah Anda, sebagai orang tua, bertanggung jawab untuk memberinya kehidupan yang sehat dan berkualitas?

Apalagi merokok juga dapat menaikkan risiko keguguran, bayi lahir dalam keadaan meninggal, cacat atau bahkan terserang sudden infant death syndrome (SIDS), yaitu si bayi meninggal mendadak, tanpa diawali oleh sakit apa pun.  Sementara wanita hamil yang merokok dapat mengalami berbagai komplikasi kehamilan.  Sebut saja, pendarahan vaginal, lepasnya plasenta di awal masa kehamilan, dan plasenta previa.  

Nah, sedangkan bagi ibu hamil yang juga perokok pasif, kelak akan melahirkan bayi yang mudah terserang pilek, bronkitis, asma, beragam penyakit paru, dan infeksi telinga.  Karena itu, mintalah pasangan Anda  berhenti merokok dan menjauhlah dari lingkungan berasap rokok.  

Stop Merokok!

Nah, sudah jelaskan kalau rokok memang berbahaya untuk ibu hamil dan bayi yang dikandungnya. Maka, tunggu apa lagi? Segera berhenti merokok! Lebih cepat lebih baik lho. Karena jika Anda berhenti merokok pada:

  • Trimester Pertama,

Umumnya wanita yang sedang hamil muda mendadak benci sekali mencium bau asap rokok.  Nah, pergunakanlah kesempatan itu untuk benar-benar berhenti merokok. Jika Anda berhasil, maka hilanglah risiko keguguran dan pertumbuhan tak normal si buah hati. 

  • Trimester Kedua

Jika Anda berhenti merokok pada masa ini, berarti Anda telah menurunkan risiko komplikasi kehamilan, kelahiran prematur, atau melahirkan bayi dalam keadaan meninggal. Ingatlah! Setiap batang rokok yang tidak Anda hisap, telah menyelamatkan nyawa dan masa depan bayi Anda!

  • Trimester Ketiga

Tak ada istilah terlambat untuk berhenti merokok. Kalau Anda sukses berhenti merokok pada trimester terakhir ini, artinya kesempatan Anda melahirkan bayi yang sehat, tidak prematur dan berberat badan normal semakin besar. Kemungkinan bayi Anda terserang SIDS pun berkurang. Bahkan, jika Anda baru berhenti merokok pada saat hamil 8 bulan, hal itu tetap “membantu” si buah hati. Bayi akan mendapat aliran oksigen yang penuh terutama saat persalinan kelak.


 Tips Jitu Menyetop Kebiasaan Merokok
  1. Tulislah semua alasan mengapa Anda ingin berhenti merokok
  2. Tetapkan bahwa dalam waktu 2 pekan Anda harus berhenti merokok
  3. Mintalah pasangan atau teman yang bukan perokok untuk menolong Anda keluar dari kebiasaan merokok.
  4. Buanglah jauh-jauh rokok, asbak, dan korek api
  5. Jauhi tempat dan aktivitas yang mendorong Anda ingin kembali merokok

Tips Cerdik Menghadang Keinginan untuk Kembali Merokok
  1. Sikat gigi
  2. Pergilah jalan-jalan santai
  3. Telponlah teman-teman dekat
  4. Minum air atau jus
  5. Kunyahlah permen karet atau wortel segar
  6. Bacalah kembali semua alasan Anda berhenti merokok
  7. Sibukkan kedua tangan Anda, sehingga ia tak bisa memegang batang rokok
  8. Kuatkan hati, dan katakan kuat-kuat : aku bisa berhenti merokok demi anakku tersayang!!

Powered by ScribeFire.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: