Pustaka Digital Ibu dan Anak


Barbeque dan Kehamilan

Posted in Parent Guide by nugraad001 on June 6, 2007

parent-guide.jpg

Ibu hamil amat menggemari steak atau sate. Tapi hati-hati dengan pengolahannya. Salah-salah terinfeksi tokso nanti.

Happy New Year! Tak lama lagi, kita akan segera meninggalkan tahun ini, dan menuju tahun yang baru. Biasanya, malam penghujung tahun ini kerap diisi dengan berbagai pesta. Tak ada salahnya kita membuat pesta barbeque secara sederhana di rumah untuk menambah keeratan keluarga. Biasanya barbeque dimasak beramai-ramai oleh para anggota keluarga dalam suasana gembira. Buat Anda yang tengah menunggu buah hati, tentu tak mau ketinggalan. Tapi awas, jangan sembarang memakan masakan dibakar (barbeque) lho!

Lewat Plasenta

Namanya selera, tentu selalu ingin dipenuhi. Tidak peduli sedang hamil. Sugesti ngidam seringkali menjadi pembenaran bagi para ibu hamil untuk mengkonsumsi makanan yang sesungguhnya tak disarankan. Hidangan yang tak disarankan itu misalnya makanan yang dimasak dengan cara dibakar (barbeque).  Hidangan yang dipanggang atau  dibakar umumnya berupa makanan yang mengandung protein, seperti daging (steak), ayam dan kambing (sate), babi, ikan ataupun domba. Namun, waspadalah, karena dibalik kelezatan hidangan serba bakar ini, tak jarang mengintai parasit toksoplasma gondii.

Di Amerika sendiri, negeri dimana masayarakatnya gemar mengkonsumsi barbeque, tercatat lebih dari 45 persen wanita berusia produktif (20-39 tahun) terpapar parasit itu. Telur toksoplasma banyak terdapat di air dan tanah. Telur masuk ke dalam usus dan berkembang menjadi parasit. Di dalam usus, parasit akan berkembang biak dengan mengeluarkan jutaan telur. Telur-telur itu akan dikeluarkan bersamaan dengan kotoran hewan. Dan di tanah yang lembab (juga air) telur tersebut dapat bertahan hidup selama kurang lebih satu tahun! Karena itulah telur-telur toksoplasma bisa dengan mudah mencemari bahan pangan, seperti hewan ternak. 

Toksoplasmosis tidak ditularkan dari manusia ke manusia lain. Tapi, penularan melalui plasenta sangat mungkin terjadi dari ibu hamil yang terinfeksi pada janinnya. Di Amerika, sedikitnya terdapat 3.300 bayi terinfeksi toksoplasma sejak masih dalam kandungan setiap tahunnya. Infeksi itu sudah dimulai terutama pada usia kehamilan memasuki trisemester pertama dan kedua. Jika infeksi terjadi saat janin berusia kurang dari 6 bulan maka akan mengakibatkan neonatal congenital toxoplasmosis (gangguan pada sistem saraf pusat) dan yang lebih parah adalah keguguran.

 Trimester Tiga, Selamat atau Terinfeksi

Jika ibu hamil baru terinfeksi di trimester terakhir kehamilan, biasanya bayi akan lahir selamat. Bayi tak menampakan gejala sakit apapun. Namun, dua kemungkinan akan terjadi mengiringi kelahiran tersebut. Pertama, infeksi tidak berlanjut, dan gejala hilang. Kedua, infeksi berlanjut hingga beberapa tahun kemudian (disebut toksoplasmosis kronis).

Karena tokso bisa terkandung dalam daging yang dimasak setengah matang, maka ibu hamil perlu mencermati pilihan daging dan pengolahannya. Menurut dokter spesialis kandungan, Dr Julianto Witjaksono, MGO, SpOG-KFER, daging yang aman adalah daging yang masih segar dan bersih. Secara tampilan, bau khas daging sapi segar, daging masih berwarna segar, tidak berwarna hitam ataupun kehijauan. “Tapi yang paling sulit dijamin adalah bebas dari bakteri yang dapat membahayakan kesehatan,” ujar Julianto.  

Apalagi, menurut Julianto, tahun 2003, terdapat penelitian di Jakarta, bahwa sekitar 40% daging yang berada di pasaran mengandung kuman toksoplasma. Memang tidak jelas bagaimana, dimana dan jumlah sampel penelitian dilakukan dan apakah metode penelitiannya dapat dipertanggungjawabkan. “Tapi ini menunjukkan bahwa sistem jaminan keamanan atas peredaran daging di Jakarta perlu dibenahi sehingga konsumen dapat merasa aman mengkonsumsi daging yang dibeli,” ujar Julianto.

Cermati Pengolahan

Menurut Julianto, yang juga perlu dicermati ibu hamil saat menyantap barbeque adalah pengolahannya. “Yang jelas, ibu hamil perlu waspadadengan cara pengolahannya. Jangan sampai bagian dalam daging masih berwarna merah (mentah) atau bahkan masih dapat dilihat adanya cairan (darah) yang kemerahan,” ujar Julianto. Kondisi ini merupakan indikator adanya kuman/bakteri/virus yang masih hidup yang kemudian dapat menimbulkan penyakit bagi konsumen. 

Sebaliknya, apabila daging terlalu lama diolah juga akan menimbulkan denaturasi protein yang luas berupa jelaga karbon, yang merupakan zat karsinogenik (merangsang terjadinya kanker). “Padahal, pengolahan protein daging yang masih mentah juga tidak dapat dicerna oleh tubuh manusia, sehingga percuma saja dikonsumsi oleh ibu hamil,” tandas Julianto. Pesan Julianto, bila ingin aman ibu hamil harus mengolahnya sendiri di rumah ketimbang ‘jajan’ di restoran atau tempat langganan.

——————————————————————————————————

TIPS AMAN SANTAP BARBEQUE

Setelah kontak dengan daging mentah atau setengah matang, jangan langsung memegang mata, hidung atau mulut. Dengan cara inilah telur toksoplasma masuk ke dalam tubuh.

Cucilah segala peralatan yang digunakan untuk memotong dan menyimpan daging mentah, dengan menggunakan air panas dan sabun. Pisahkan alat makan yang biasa untuk mengolah daging dengan makanan biasa. Misalnya, papan pemotong daging harus beda dengan pemotong sayuran.

Hindari mengkonsumsi daging setengah matang, terutama daging kambing dan babi. Rebus kembali daging tersebut dengan panas diatas 90 derajat sampai berwarna kecoklatan secara merata. Bila memesan sate atau steik, pastikan benar-benar matang.

Simpan persediaan daging pada suhu minus 20 derajat celcius selama 2 hari. Suhu ekstrim ini dapat menghambat parasit toksoplasma hidup dan berkembang biak.

Powered by ScribeFire.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: