Pustaka Digital Ibu dan Anak


20 Permainan Sederhana yang Kaya Stimulasi

Posted in Parent Guide by nugraad001 on June 6, 2007

parent-guide.jpg

Permainan yang kaya stimulasi untuk bayi tak harus mahal. Bahkan ada yang tidak menuntut uang Anda keluar dari kocek

Jangan anggap remeh stimulasi untuk bayi. Hal itu sama pentingnya dengan gizi dan perawatan kesehatan sehari-hari. Sama pentingnya pula dengan kasih sayang dari orang-orang di sekitar bayi.  Kenapa?

Karena stimulasi yang beragam dan terus-menerus akan merangsang perkembangan kecerdasan-kecerdasan lainnya. Sebut saja, kecerdasan logika-matematika, bahasa, visual-spasial, musikal, dan masih banyak lagi. Itulah sebabnya, stimulasi harus diberikan sejak dini, bahkan kalau bisa sejak bayi masih di dalam kandungan.

Kualitas Stimulasi  
Sebagian orangtua acap mengaitkan stimulasi dini dengan permainan edukatif untuk bayi yang mahal harganya. Padahal kenyataannya tak selalu demikian. Kualitas stimulasi dini tak ditentukan mahal-tidaknya sarana atau perangkat kerasnya.

Stimulasi dini mencakup semua rangsangan yang diberikan sejak dini kepada bayi, yang kualitasnya ditentukan oleh hal-hal di bawah ini:

  • Frekuensi dan kontinuitas. Stimulasi akan lebih berkualitas jika dilakukan secukupnya, tapi terus menerus (kontinu). Bukan hanya sesekali, atau ‘gencar di awal, surut kemudian’. 
  • Cakupan dan keseimbangan. Stimulasi akan lebih berkualitas jika dilakukan pada semua sistem dan aspek, secara seimbang. Antara lain, sistem indera (pendengaran, penglihatan, perabaan, pembauan dan pengecapan), sistem motorik (gerakan kasar dan halus tangan dan kaki), sistem komunikasi (bahasa isyarat dan bahasa tutur), aspek perasaan dan pikiran. 

Pentingnya cakupan yang menyeluruh dan keseimbangan dalam menstimulasi diakui oleh Susan Goodwyn, co-author buku Baby Signs dan Baby Minds yang juga penasehat pengembangan produk untuk produsen mainan bayi LeapFrog. “Saat ini kita sedang (berada di era yang) mempelajari ‘pendekatan anak yang menyeluruh’. Tak satupun yang berkembang dalam isolasi,“ ujar Susan. Misalnya, kemampuan bicara, koordinasi, perkembangan sosial dan fisik, ternyata tak hanya tergantung pada perkembangan otak anak, namun juga pada penghargaan yang Anda berikan kepadanya. “Menstimulasi salah satu area berarti menstimulasi perkembangan aspek-aspek lainnya,” imbuhnya.

  • Cara dan suasananya. Stimulasi akan lebih berkualitas jika dilakukan dengan cara yang bervariasi, dalam suasana bermain yang menyenangkan, dan penuh kasih sayang.

Cuma Bermodal Tubuh dan Kreativitas
Anda bisa lho mendapatkan kualitas stimulasi di atas dengan permainan-permainan sederhana. Bahkan Anda tak perlu mengeluarkan uang sepeser pun. Kok bisa? Bisa, karena sarananya cuma tubuh dan kreativitas. 

Untuk bayi usia 0-3 bulan

  • Pelukan Kanguru. Meniru kangaroo care, dekaplah bayi yang tengkurap di atas dada/perut Anda yang tidak berpakaian. Biarkan ia mengeksplorasi tubuh Anda dengan menyentuh, meraba atau menjilat. 
  • Lidahnya Mana?. Pandang wajah bayi dari jarak 20-35 cm. Begitu mata bayi menatap mata Anda, tersenyumlah dan julurkan lidah pelan-pelan, kemudian tarik kembali. Lakukan tiap 20 detik. Lama-lama bayi akan meniru dan menjulurkan lidahnya juga. Kembangkan dengan stimulus lainnya seperti mengerjapkan-ngerjapkan mata (“Mana mata bulatnya?”), atau menarik senyum lebar (“Mana senyum manisnya?”). 
  • Semut Kecil Mau Lewat. Pangku bayi usia 2-3 bulan. Buka dan luruskan jari-jari kaki/tangan bayi satu persatu dengan jari telunjuk dan jari tengah Anda (yang digerakkan seperti kaki melangkah). Sambil melakukannya, nyanyikan lagu misalnya: /Jit injit semut/Semut kecil mau lewat… (variasi lagu ‘Injit Semut’). Ulangi lagunya sampai bayi terkekeh kegelian. ‘Langkah semut’ ini bisa diteruskan ke anggota tubuh bayi lainnya seperti tungkai, lengan atau perut.
  • Suara Siapa Itu?. Tirukan suara hewan, kendaraan, klakson atau apa saja yang sering terdengar dan tanyakan suara siapa/apa. “Meooong! Suara siapa itu…? Oh, itu suara kuuu… cing!”
  • Guling-guling-guling! (Dilakukan bersama bayi yang sudah mulai bisa berguling). Di atas tempat tidur atau karpet tebal yang cukup luas, berbaringlah menyamping menghadap ke arah bayi dengan jarak 60 cm. Lakukan sesuatu untuk menarik perhatian bayi agar mau berguling ke arah Anda (“Mama di sini! Guling-guling-guling…” – sambil berguling ke arah bayi, untuk memberi contoh). Pujilah jika bayi berhasil menggulingkan tubuhnya.   
  • ‘Berenang’ di Kasur. Tengkurapkan bayi usia 4 bulanan di atas kasur atau karpet yang empuk. Biarkan ia sibuk menggerak-gerakan kaki dan tangannya naik-turun seperti orang sedang berenang.

Untuk bayi usia 3-6 bulan, ditambah dengan permainan:

  • Ciluuuk…baa. Permainan klasik ini banyak variasinya, tapi pakemnya tetap: tutup/sembunyi = ciluk; buka/muncul = baa. Jadi silakan pilih, tutup wajah Anda dengan tangan lalu buka; tutupkan tangan bayi ke matanya lalu buka; telungkupkan/sembunyikan wajah Anda ke bantal, lalu tunjukkan lagi. 
  • Ngobrol yuk Ngobrol!. Dudukkan bayi menghadap Anda. Pancinglah dengan kata pertama sederhana, misalnya ‘Ma-ma’ atau ‘Pa-pa’. Doronglah agar bayi mau menirukan ucapan Anda. Tapi jika bayi baru bisa mengatakan ‘aah’, tidak apa-apa. Jawablah dengan ‘aah’ juga. Sedikit demi sedikit Anda bisa memperkaya ucapan bayi dengan menambah/mengubah sedikit jawaban Anda, misalnya ‘aaaaaaah’ (memanjangkan ‘aah’), oooh-paaaaaah? (mengenalkan ‘oh’ dan ‘pa’).
  • Ketawa yuk ketawa!. Jika suasana hati bayi sedang senang, ajaklah ia tertawa. Pancinglah dengan sedikit gelitikan, wajah gembira, dan bunyi tawa Anda.

Untuk bayi usia 6-9 bulan, bisa ditambah lagi dengan:

  • Mana Anak Mama?. Saat bayi terjaga dan siaga, panggil-panggilah nama kecilnya, misalnya “Ghina… mana ya Ghina? Oooh, ini dia Ghina!” (sambil mencium atau memeluk bayi).
  • Salam-salaman. Saat bayi mengulurkan tangannya minta sesuatu, ucapkanlah dengan gembira, “Oooh, anak Mama mengajak bersalaman? Salaaam…” (sambil menyalami tangan bayi). 
  • Pok-ame-ame. Seperti halnya ‘Ciluk..baa’, ini juga permainan klasik. Pegang kedua telapak tangan bayi dan pertemukan. Sesuaikan tepukannya dengan irama lagu yang Anda nyanyikan, misalnya /Pok-ame-ame, belalang kupu-kupu…/
  • Hoplaaa!. Bayi 8 bulan sudah bisa menggenggam dan menggantung pada ibu jari Anda yang dijulurkan kepadanya, dan mengangkat badannya sampai duduk dari posisi tidur. Jadi, ulurkan tangan Anda, biarkan bayi berpegang erat di tangan Anda (Anda pun balas memegang erat) sambil mengatakan “Huuup!”, lalu tarik dengan lembut sampai tubuh bayi terduduk sambil berseru “Laaaa…!”
  • Lonjak-lonjak. Pegang bayi usia 7 bulanan pada ketiaknya dan angkat tubuhnya ke posisi setengah berdiri. Biarkan bayi berjongkok dan mendorong tubuhnya ke atas dengan mengencangkan pinggul, lutut dan sendi paha sampai berdiri, sehingga terlihat seperti sedang melonjak-lonjak.

Untuk bayi usia 9-12 bulan, ditambah lagi dengan:

  • Mana Papa?. Ulang-ulanglah menyebutkan nama panggilan Anda, pasangan Anda (mama/papa) atau kakak si bayi. Lalu uji si kecil dengan menunjuk atau mencari seseorang yang ada di sekitar bayi atau agak menyembunyikan diri dari pandangan bayi. “Mana Papa yaa…?”
  • Eee, Jatuh! Ketika bayi sudah bisa duduk, pegang bahunya dan dorong sedikit dengan perlahan tubuhnya ke samping atau ke belakang. Katakan, “Eee, mau jaaatuh!” dan biarkan bayi menyadari bahwa dirinya ‘akan jatuh’, lalu menahan tubuh dengan lengannya.
  • Cium kaki. Dudukkan bayi, pegang dan angkat kedua kakinya lambat-lambat ke arah wajah. Bayi akan berusaha mempertahankan keseimbangannya.   

  • Kejar-kejaran. Kejarlah bayi dengan merangkak berkeliling ruangan.
  • Titah-titah. Pegang satu (atau dua) tangan bayi dan biarkan bayi berjalan dengan kaki kecilnya.
  • Tirukan Mama!. Ucapkan “Tirukan mama!”, sambil bertepuk tangan, menepuk paha, menggembungkan pipi, atau menyanyikan lagu yang lucu-lucu. Di usia ini si kecil sedang gemar menirukan Anda.  

Boleh percaya boleh tidak, Anda masih bisa menciptakan puluhan bahkan ratusan permainan sederhana lainnya untuk dimainkan bersama si kecil. Asal kreatif, tentunya. Nah, selamat berkreasi sambil bermain dan bersenang-senang! PG 

Powered by ScribeFire.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: