Pustaka Digital Ibu dan Anak


Teething Timeline

Posted in Parent Guide by nugraad001 on June 5, 2007
Saat bayi tumbuh gigi adalah masa yang sungguh menyulitkan. Baik bagi dirinya maupun Anda.

Normalnya, gigi pertama bayi tumbuh saat ia berumur 4-8 bulan.  Tapi tak jarang banyak bayi yang giginya tumbuh ketika ia menginjak  usia 10 bulan hingga setahun. Itu semua tergantung genetik dan kecukupan kalsium dalam tubuh si bayi. 

Jauh sebelum si bayi lahir, pada saat usia kehamilan masuk trimester ke-2, pucuk gigi mulai terbentuk di bawah gusi janin.  Kelak, pucuk gigi ini akan menekan jaringan gusi diatasnya hingga jaringan itu menipis.  Akibatnya gusi robek untuk memberi jalan bagi gigi yang bakal tumbuh.  Alhasil, proses tumbuh gigi sering menyakitkan gusi bayi.  Tak heran, nafsu makannya turun drastis. Ia juga sulit tidur dan mudah terbangun.  Lebih jauh lagi, Anda akan menemukan perubahan pada mood bayi. Ia jadi mudah tersinggung dan rewel. Tapi jangan panik. Tumbuh gigi adalah proses alami yang pasti dialami oleh semua bayi.  Meski menyusahkan, tapi ada kok kiat-kiat mengatasinya.   

Biasanya gigi pertama bayi tumbuh di tengah atas atau bawah rahangnya.  Jumlahnya satu bahkan dua sekaligus.  Gigi-geligi berikutnya akan tumbuh di sebelah kiri dan kanan gigi pertama bayi.  Terakhir adalah gigi geraham yang  tumbuh setelah bayi berumur setahun dan dua tahun.  Saat Anda merayakan ulang tahun ke tiga buah hati, jumlah giginya sudah mencapai 20 buah. 

Nah, hasil penelitian yang dipublikasikan di Pediatrics Cleveland Clinic Foundation terhadap 125 bayi berumur 3 bulan, menunjukkan bahwa selama masa tumbuh gigi, akan ada peningkatan frekuensi menggigit, menyedot, mengeluarkan air liur, masalah pada gusi, telinga, penurunan nafsu makan, dan peningkatan temperatur tubuh. 

Dr. Hanna dari Pediatrics Cleveland Clinic Foundation menyebutkan, bayi yang sedang tumbuh gigi sering ngeces atau mengeluarkan air liur karena adanya peningkatan tekanan pada otot gerakan di mulut selama tumbuhnya gigi sehingga mengaktifkan kelenjar air liurnya. Nah, menggigit adalah salah satu usaha bayi untuk mengurangi tekanan pada gusinya.  Makanya bayi jadi kehilangan nafsu makan.  Dan lantaran perutnya kurang berisi, ia pun tiada nyenyak tidur dan jadi sensitif alias mudah tersinggung. 

Untuk menyiasatinya, Dr. Hanna menyarankan agar para orang tua senantiasa menyajikan menu masakan yang berbeda setiap harinya. Dengan begitu, diharapkan nafsu makan buah hati Anda meningkat, karena ia menemukan rasa baru.  Biasanya, perubahan rasa pada makanan akan menarik minat bayi.  Apalagi jika ia merasa cocok, pastilah acara makannya jadi momen yang dinanti-nanti.

Namun, jika bayi kemudian batuk , pilek, demam tinggi maka akan lebih baik jika Anda segera membawanya ke dokter.  Boleh jadi ia terinfeksi penyakit tertentu lantaran mendadak jadi gemar menggigit sembarang barang.  Kalau  bayi Anda sudah bisa bicara, pasti ia akan berkata, “Bunda, cepat hilangkan rasa sakitku.  Rahang dan gusiku pegal….ll sekali.”

Nah, yang dapat Anda lakukan:

  •  Biasakan memasas gusi dan memebersihkan gigi atau calon gigi bayi dengan lembut segera setelah ia minum ASI atau minum susu formula.  Gunakan waslap yang telah dicelup ke dalam air hangat sehingga memudahkan mengangkat kotoran dan sisa-sisa makanan. 

Manfaat memasas gusi:

  1. Mengurangi rasa sakit akibat gigi yang bakal tumbuh. 
  2. Membantu menolong proses ‘robek’nya jaringan pada gusi  tempat si gigi akan tumbuh.
  3. Memudahkan bayi disiplin menyikat giginya kelak.
  • Jangan biarkan bayi Anda mengigit sembarang benda. Karena ia bisa terinfeksi, sakit perut, batuk, atau demam. 
  •  Sebagai gantinya, beri ia buah-buahan dingin dan makanan yang bisa dipegangnya sendiri, misal, buah aprikot, pisang, plum, biskuit, dan bagel mini.  Kegiatan ini akan memotivasinya untuk belajar makan sendiri.
  • Boleh juga memberinya plastik pengigit yang telah didinginkan di lemari pendingin.  Tapi jangan dibekukan.
  • Jangan beri ia kesempatan untuk menggigiti dot dari botol susunya –jika ia minum susu formula.  Ini akan membuat bakal giginya rusak.     

Memang sejak bayi mulai mempunyai gigi, berarti bertambah lagi tanggungjawab orang tuanya.  Mereka harus bisa mendisiplinkan bayinya untuk terbiasa menyikat dan merawat giginya.  Memang kedengarannya terlalu pagi.  Namun, banyak sekali keuntungan yang bisa dipetik bila sejak belia bayi sudah memiliki kebiasaan membersihkan gigi.  Selain akan menghindarkannya dari kerusakan dan sakit gigi, buah hati Anda juga akan memberikan senyuman yang teramat cantik dengan deretan gigi cemerlang.  Sebuah pemandangan yang sedap dipandang, bukan?

Cynthya Sherwood, DDS dari Academy of General  Dentistry memberi tips menjaga kekuatan dan kesehatan gigi bayi dan balita Anda:

  • Jangan biarkan bayi tertidur dengan mulut penuh bekas tumpahan susu, bahkan botol susu.  Ini akan menyebabkan kerusakan gigi. 
  • Sikatlah gigi balita anda dengan menggunakan air kran dua kali sehari.  Air kran banyak mengandung flouride yang berguna untuk menguatkan gigi dan tulang. 
  • Biasakan memasas gigi dan gusi bayi segera setelah ia selesai minum susu.
  • Gunakan sikat gigi bayi yang terbuat dari plastik lembut bila giginya sudah tumbuh.  Beralihlah pada sikat gigi anak ketika giginya semakin banyak.
  • Jangan gunakan pasta gigi hingga balita Anda berumur 2 tahun, karena takut tertelan.
  • Bawalah bayi Anda ke dokter gigi –  minimal dua kali setahun — sejak ia berumur setahun guna mengecek kesehatan giginya dan membiasakan ia merawat gigi dengan teratur.

Powered by ScribeFire.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: