Pustaka Digital Ibu dan Anak


MEMAHAMI TANGISAN BAYI

Posted in Tabloid Nakita by nugraad001 on June 5, 2007

nakita.gif
MEMAHAMI TANGISAN BAYI

Tak usah panik jika bayi menangis. Anda dapat mengatasinya dengan mudah jika tahu sebabnya. Jangan pula berpikir, ia anak yang rewel. Menangis adalah cara si kecil berkomunikasi dengan Anda.

Setiap bayi pasti menangis dan beberapa di antara mereka lebih sering menangis dibanding yang lain. Anak cengeng? Bukan! Yang jelas, menangis adalah cara ia berkomunikasi dengan Anda. Khususnya selama 12 bulan pertama kehidupannya. Lewat tangis, ia memberitahukan kebutuhan-kebutuhannya kepada Anda seperti rasa lapar, lelah, pedih, dan keadaan tubuh yang tak menyenangkan lainnya, serta untuk memenuhi keinginan diperhatikan.

Pada umumnya bayi sering menangis pada minggu-minggu pertama kehidupan, baik siang maupun malam. Ini karena bayi yang baru lahir masih berada dalam fase penyesuaian dari dalam kandungan ke dunia luar. Jadi, jika ia sering menangis, “Tak usah cemas! Sering atau jarangnya bayi yang baru lahir menangis, salah satu faktornya adalah keturunan. Mungkin waktu kecil, ibu atau ayahnya juga begitu, rewel,” kata Dr. Najib Advani SpA. MMed. Paed., dokter anak di Sub. Bag, Kardiologi Anak FKUI-RSCM ini.

Banyak-sedikitnya tangisan, menurut Elizabeth B. Hurlock dalam bukunya yang dialih-bahasakan, Perkembangan Anak II, berbeda-beda menurut cepat dan memadainya pemenuhan kebutuhan dan keinginan mereka. Jika dipenuhi dengan segera, bayi kemudian hanya akan menangis karena merasa sakit dan tertekan. Setelah umur dua minggu, ada sebagian bayi yang menangis berlebihan. Dalam kebanyakan kasus dilaporkan, orangtua bayi tersebut tak cepat memperhatikan tangis bayinya dan tak konsisten menanggapinya.

Jumlah tangisan juga bervariasi menurut “saat harinya”, bertepatan dengan saat jadwal bayi. Misalnya, bayi paling sering menangis sebelum saatnya diberi makan dan sebelum waktunya tidur malam. Ketika bayi dapat menyesuaikan diri dengan jadwal waktu makan dan tidur, tangisan pada saat-saat tersebut berkurang.

Jangan hentikan tangisnya dengan cara mengangkatnya setiap kali ia rewel atau menangis. Carilah apa yang salah dan jika tak terlalu serius, segera alihkan perhatiannya. Menurut Dr. Najib, secara garis besar bayi menangis dibagi dua kelompok. Pertama, bayi menangis tanpa penyakit, seperti lapar, haus, perasaan tidak enak atau tidak nyaman (kepanasan, kedinginan, popok basah, suara berisik, dan lainnya), tumbuh gigi, saat buang air kecil, kesepian, lelah, atau kolik. Kedua, bayi menangis karena ada sesuatu penyakit seperti infeksi, radang tenggorokan, radang telinga, hernia, sumbatan usus, autisma, dan sebagainya.

Jika bayi menangis karena penyakit, periksakan ia ke dokter. Tapi jika tidak, Anda dapat membantu menenangkannya. Berikut jenis-jenis penyebab serta penanganan tangis bayi sesuai usianya.

ARTI TANGISAN BAYI 0-3 BULAN

Pada umumnya, para ibu mengartikan tangis bayi sebagai tanda lapar. Ingatlah, menangis tak selalu berarti lapar. Arti tangis berbeda-beda, masing-masing merupakan tanda komunikasi yang jelas sebagai ungkapan pesan kepada Anda tentang apa yang ia butuhkan. Gerakan tubuh yang menyertai tangis dapat membantu Anda lebih memahaminya. Makin keras dan makin lama tangis, makin kuat kebutuhannya.

* “Saya lapar.”

Tangis lapar biasanya berpola. Ia menangis, lalu stop untuk bernafas, menangis lagi, lalu stop untuk bernafas. Biasanya diselingi gerakan mengisap. Jika sangat lapar, tangisnya lebih keras dan terus-menerus.

Jika ia masih menangis saat disusui ASI, coba lihat hidungnya. Ada kemungkinan bibir atasnya menutupi hidung dan ia sulit bernafas, sehingga menangis.

* “Saya bosan.”

Tangis bosan biasanya pendek, diikuti keheningan, lalu tangis pendek lagi. Tangisnya akan berlanjut jika Anda tak segera mendekatinya dan mengajaknya bermain.

* “Saya lelah.”

Tangis lelah berupa rengekan. Ia mungkin akan menggosok-gosok wajahnya dan memutar kepalanya dari satu sisi ke sisi lain. Sebuah usapan atau gerakan berirama cukup menenangkan ia dan bisa membuatnya tidur.

* “Saya kesepian.”

Beberapa bayi butuh perhatian lebih dibanding bayi lainnya dan mulai merasa kesepian ketika ia ditinggalkan sendiri untuk waktu lama. Tangis kesepian berupa rengekan setiap menit dan kadang diikuti air mata. Emongan yang lama membuatnya senang.

* “Saya tak nyaman.”

Biasanya suara tangis melengking dan jelas, nafas agak tersendat, tapi lalu nafasnya menjadi cepat diikuti tangis lain. Mungkin lengannya terjepit, pantatnya kotor, tertusuk peniti, atau mungkin ia kedinginan/kepanasan.

* “Saya kolik.”

Bayi sering menangis karena kolik atau kejang/kram usus. Hingga kini belum diketahui penyebab kolik. Ada dugaan, sistem pencernaan bayi belum sempurna sehingga timbul gangguan pencernaan. Kolik dialami pada 3 bulan pertama kehidupan dan biasanya terjadi sore hari menjelang malam.

Tangis kolik sangat keras disertai jeritan dan episodik: suatu saat timbul, suatu saat hilang, tapi hanya satu atau dua menit, lalu menangis lagi. Biasanya diikuti gerakan tangan ke arah perut, badan mengencang, dan kadang disertai buang angin. Menggosok perutnya dengan minyak telon dapat membantu menenangkannya.

* “Saya sakit.”

Rasa sakit diungkapkan dengan tangis melengking, keras, diselingi rintihan serta rengekan. Tangis bayi yang perutnya mulas, lebih melengking dan lebih ribut. Hubungi dokter anak Anda jika ia menunjukkan gejala-gejala sakit tertentu.

ARTI TANGISAN BAYI 4-12 BULAN

Mulai usia 3-4 bulan, Anda akan melihat perubahan nyata pada si kecil. Tangisnya mulai berkurang karena ia sekarang mulai tahu apa yang ada di sekelilingnya. Ia mau mendengarkan dan tertarik terhadap segala sesuatu di sekelilingnya.

* “Saya lapar.”

Rasa lapar masih nyata menyebabkan ia menangis. Ia mulai mengkonsumsi makanan padat. Ia pun lebih aktif dibanding sebelumnya dan karenanya cepat lelah. Bayi yang aktif, kebutuhan makannya lebih banyak. Makanan kecil dan minuman dapat memulihkan energinya.

* “Saya tumbuh gigi.

Biasanya bayi mulai tumbuh gigi usia 6 bulan ke atas. Biasanya tangisnya muncul di sore hari, kuat seperti tangis sakit karena ada rasa nyeri.

* “Saya cemas.”

Mulai usia 7 atau 8 bulan, kebanyakan bayi menangis karena cemas, terutama saat ia “kehilangan” Anda. Baginya, Anda adalah dasar dari rasa amannya. Ia akan tenang “menjelajahi dunia” selama Anda berada dalam pandangannya. Jika Anda meninggalkannya atau ia tak melihat Anda, meski Anda ada di dekatnya, ia akan menangis.

* “Saya ingin diperhatikan.”

Lewat usia 6 bulan, ia mulai mempelajari, menangis ialah suatu alat untuk memperoleh perhatian. Bayi usia 7 atau 8 bulan cukup menyadari, dengan menangis, Anda akan segera berlari mendekatinya. Lebih baik Anda tak buru-buru menggendongnya, tapi hiburlah atau ajak main.

* “Saya sakit.”

Rasa sakit yang ia alami lebih karena benturan-benturan pada fisiknya saat ia bergerak aktif. Meski tidak luka, tetap memungkinkan ia menangis. Mungkin lebih karena rasa kaget. Mengalihkan perhatiannya dapat menolong ia melupakan sakitnya dengan cepat.

*”Saya sangat lelah.”

Lelah berlebihan ditunjukkan oleh rengekan, lekas marah, dan akhirnya menangis. Menjelang akhir tahun pertamanya, ia mempunyai kehidupan yang penuh dengan pengalaman baru, yang membuatnya kehabisan energi sebelum ia kehilangan semangat. Ia butuh pertolongan Anda untuk membuatnya cukup rileks seperti tidur.

*”Saya marah.”

Mulai usia 9 bulan, dalam dirinya mulai berkembang konsep, “Saya ingin.” dan kemarahan merupakan caranya untuk menunjukkan rasa frustrasinya ketika sesuatu tak diperoleh sesuai keinginannya. Seolah ia dibuat jengkel oleh batasan-batasan, beberapa di antaranya merupakan rintangan fisik seperti kursi tinggi dan kursi

dorong, yang terasa menghalanginya saat ia ingin berkembang lebih leluasa.

Ia juga terhalang oleh kemampuan komunikasinya yang masih baru. Karena tak bisa mengungkapkan keinginannya dengan kata-kata, ia akan menggenggam erat kepalan tangannya dan pipinya memerah, untuk menunjukkan pada Anda bahwa ia tak puas dengan situasi yang ada.

Julie Erikania.Foto:Dok.Nakita

Menghentikan Tangis

Ada banyak cara yang dapat Anda lakukan untuk menentramkan bayi Anda. Pilihlah sesuai kebutuhannya.
*Gendong.
Gendong ia dalam posisi tegak lurus dengan perut menempel di dada Anda, tepuk-tepuk punggungnya dengan lembut. Bawa ia berjalan-jalan mengelilingi ruangan atau ke ruangan lain. Bisa juga dengan cara meletakkannya di kereta bayi dan dorong perlahan-lahan dengan hati-hati. Jika kondisi Anda tak memungkinkan untuk menggendongnya sambil berjalan, letakkan ia di lengan, sementara Anda duduk di kursi goyang. Goyangan yang lembut akan menenangkannya.
* Usap atau tepuk-tepuk lembut.
Beberapa bayi dapat ditenangkan hanya oleh sentuhan Anda, tanpa harus menggendongnya. Ia bisa tenang hanya karena ditepuk-tepuk pantatnya atau diusap-usap punggungnya, sambil Anda bersenandung lembut.
* Beri sesuatu untuk diisap.
Hampir setiap bayi menjadi tenang dengan mengisap. Beri ia mainan khusus untuk digigit atau bimbing ia menemukan jari-jemarinya untuk dimasukkan ke mulutnya. Bisa juga Anda menggunakan jari kelingking Anda yang sudah dibersihkan untuk ia isap.
* Alihkan perhatiannya.
Anda dapat mengalihkan perhatiannya dengan memperlihatkan sesuatu yang menarik sehingga ia lupa pada tangisnya. Gambar-gambar warna-warni atau mainan aneka bentuk dan warna akan mempesonanya. Cermin juga bisa digunakan. Ia akan senang melihat wajahnya sendiri.
* Tunggu amarahnya mereda.
Anda tak selalu dapat menenangkan bayi yang frustrasi. Bahkan jika ia tak senang duduk di kursinya, Anda tak dapat memecahkan masalah dengan memindahkan dan mengangkatnya. Ketika tak ada hasilnya, cobalah untuk rileks. Jangan terpaku untuk menghentikan tangisnya jika Anda menemukan tak ada hal serius atau sesuatu yang salah. Tunggu saja sampai kemarahannya reda. Setelah amarahnya reda, beri kata-kata yang menyejukkan dan buat ia asyik dengan mainan penuh warna. Rangkulan dan gendongan juga bisa menentramkannya. Kasih sayang Anda bukan hanya mengerem kemarahannya, tapi juga akan membantu si kecil mengembangkan rasa aman dan perasaan baik. Ketika ia besar, ia akan belajar berdasarkan ini untuk menenangkan diri begitu ia marah, dan ia akan belajar untuk dapat mengendalikan diri atau menjaga tetap tenang tanpa kemarahan meledak-ledak.

Julie

Jika Tangisnya Tak Kunjung Berhenti

Jika ia tak berhenti menangis, boleh jadi karena Anda sangat cemas dan gugup. Ingatlah, ketegangan Anda akan menular padanya. Ia dapat merasakannya dari otot-otot lengan Anda yang mengeras saat Anda menggendongnya, maupun dari raut wajah Anda yang menunjukkan kecemasan.

Nah, ketika ia melihat sinyal-sinyal tersebut, ia tahu ada yang salah dan ini akan membuatnya merasa lebih buruk. Tangisnya menjadi lebih keras sebagai hasil dari kecemasan Anda. Di pihak lain, Anda pun semakin bertambah cemas. Jadi, bersikap rileks dan lakukan cara-cara berikut:
1. Katakan pada diri Anda untuk percaya diri. Suatu tangisan bayi bukan refleksi dari ketidakmampuan Anda sebagai orangtua. Cobalah untuk tak melemahkan rasa percaya diri Anda.
2. Bersikap realistis. Bayi Anda akan banyak menangis pada banyak kesempatan, tak apa-apa. Anda perlu merancang standar yang realistis untuk diri sendiri.
3. Jika Anda tak tahu lagi harus bagaimana menenangkannya, tinggalkan si kecil di boksnya. Minta suami Anda untuk mengambil alih.
4. Bicarakan dengan suami. Berurusan dengan tangis bayi memang bisa menyulitkan. Katakan padanya, bagaimana cemasnya Anda. Berbagi perasaan dengan suami akan membantu membuat diri Anda lebih tenang.
5. Terima pertolongan ketika ditawarkan. Sebuah pelepasan dari “tanggungjawab” akan mengurangi kecemasan Anda. Anda akan merasa lebih enak setelah satu atau dua jam kemudian.
6. Ingatlah, segalanya pasti akan menjadi mudah. Penelitian membuktikan, tangisan bayi akan berkurang tingkatannya mulai usia 4 bulan. Nanti ia akan lebih mudah dikendalikan.
7. Jika Anda mencurigai tangisan si kecil disebabkan penyakit tertentu, segera periksakan ke dokter anak.

Julie

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: