Pustaka Digital Ibu dan Anak


Lindungi Janin dengan Vaksinasi Kehamilan

Posted in Parent Guide by nugraad001 on June 5, 2007

parent-guide.jpg

Penyakit infeksi yang dialami ibu hamil dapat membahayakan janin, dan juga si ibu sendiri. Vaksinasi adalah pencegahan yang efektif, sepanjang dilakukan dengan pertimbangan masak.

Vaksinasi atau imunisasi adalah memasukkan mikroba (virus dan bakteri),,  yang telah dilemahkan atau dimatikan, ke dalam tubuh. Gunanya untuk merangsang sistem kekebalan tubuh terhadap mikroba tersebut. Sistem kekebalan tubuh adalah sistem alami untuk melawan penyakit. Jadi, vaksinasi membantu melindungi tubuh dari penyakit infeksi (penyakit yang disebabkan masuknya mikroba ke dalam tubuh).

Manfaat vaksinasi semakin terasa jika di suatu wilayah atau komunitas ada wabah penyakit infeksi yang serius dan menular. Vaksinasi dapat mencegah penyebaran penyakit tersebut, sehingga penularan tak terlalu luas. Itulah sebabnya vaksinasi tak memandang usia. Tua-muda, bayi-dewasa, laki-laki maupun perempuan, semua memerlukannya.

Akan tetapi, ibu hamil kadang ragu menerima vaksinasi. Mereka khawatir mikroba yang dimasukkan ke dalam tubuh akan membahayakan janin mereka. Benarkah demikian?

Ibu Sakit, Janin Terancam       
Hanya sedikit perempuan hamil yang menyadari bahwa dirinya belum ‘memperbarui’ kekebalan tubuh mereka – setelah mendapatkan imunisasi terakhir mereka di masa kanak-kanak dulu. Lebih sedikit lagi perempuan hamil yang menyadari bahwa diri mereka suspected, alias diduga terkena penyakit infeksi yang dapat membahayakan diri maupun janin mereka. Nah, kondisi inilah yang membuat vaksinasi dipandang perlu bagi ibu hamil.

Penyakit akibat infeksi sangat banyak, dan beberapa di antaranya berisiko serius terhadap janin. Di Amerika Serikat, misalnya, influenza digolongkan penyakit infeksi yang serius. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit) yang menangani program imunisasi nasional di AS, wanita yang kehamilannya memasuki trimester ketiga bertepatan dengan musim influenza berisiko keguguran. Itulah sebabnya, di sana vaksin influenza (yakni trivalent inactivated influenza vaccine/TIV) termasuk vaksin yang direkomendasikan selama kehamilan, tepatnya selama trimester kedua atau ketiga. “Agar efektif, beberapa vaksin memang harus diberikan selama kehamilan,” terang Dr. W. Paul Glezen, profesor dan kepala bagian preventive medicine, Departemen Mikrobiologi, Imunologi dan Pediatri di Baylor College of Medicine, Houston.

Vaksinasi Berisiko?     
   
Menanggapi kekuatiran soal risiko vaksin terhadap janin, Advisory Commitee on Immunization Practices (ACIP), Amerika Serikat, mengeluarkan rekomendasi sebagai berikut: “Risiko yang menimpa janin karena vaksinasi (berisi virus/bakteri/racun tak aktif) yang dilakukan terhadap ibunya selama hamil sifatnya teoretis. Tak ada bukti-buktinya. Manfaat pemberian vaksin kepada wanita hamil lebih banyak ketimbang risikolnya, terutama: ketika kemungkinan terpapar suatu penyakit memang tinggi; ketika infeksi berisiko untuk si ibu maupun janin; dan ketika suatu vaksin dirasa tidak mungkin membahayakan.”

Meski begitu, ACIP tidak menganjurkan pemberian vaksin yang berisi virus-hidup untuk wanita hamil, lantaran adanya transmisi virus vaksin-hidup tersebut ke janin. Jika ibu hamil telanjur diberi vaksin virus-hidup, atau jika seorang wanita ternyata hamil dalam 4 minggu setelah vaksinasi, maka ia harus diberi konseling mengenai efek potensial vaksinasi tersebut terhadap janinnya. Tapi kejadian ini biasanya bukan sebuah petunjuk untuk mengakhiri kehamilan.

Pertimbangan Harus Masak
Demi keamanan janin – juga keamanan ibu – keputusan untuk menjalani vaksinasi selama kehamilan hendaknya dibuat dengan pertimbangan yang masak. ACIP merekomendasikan: “Apapun vaksin yang digunakan – hidup atau tidak aktif – vaksinasi harus dipertimbangkan berdasarkan risiko dan manfaat, yakni risiko vaksinasi dibandingkan dengan manfaat perlindungan yang diberikannya dalam keadaan tertentu.”  

Nah, jika ingin mengetahui sejauh mana risiko dan manfaat vaksinasi, sebaiknya kita berkonsultasi dengan dokter atau bidan yang mendampingi kehamilan kita. Kita bisa mengajukan berbagai pertanyaan: Vaksin apa yang perlu kita dapatkan selama hamil? Apa akibatnya jika kita memilih tidak divaksinasi lantas terkena penyakit? Apakah kandungan vaksin aman untuk kita dan janin? Vaksin apa saja yang sebaiknya kita hindarkan? Efek samping apa saja yang mungkin bakal kita rasakan setelah vaksinasi? dan sebagainya.

Demi melindungi janin, kita memang tak bisa main-main, kan? PG


 Vaksinasi dan Keamanannya untuk Janin
  1. Hepatitis A: Secara teoretis risikonya terhadap janin diperkirakan rendah, tapi keamanannya belum ditentukan. Vaksin ini hanya diberikan kepada ibu yang berisiko tinggi terinfeksi virus hepatitis A.
  2. Hepatitis B: Tidak ada risiko efek merugikan yang nyata terhadap janin. Direkomendasikan untuk ibu hamil yang berisiko terinfeksi virus hepatitis B.
  3. Influenza (tak aktif): Tak ada efek merugikan pada janin. Selama kehamilan, vaksin ini dapat diberikan pada trimester mana saja.
  4. MMR (Measles, Mumps, Rubella): Untuk alasan-alasan teoretis, risikonya terhadap janin tidak dapat dihilangkan (karena tebuat dari virus-hidup), sehingga tidak boleh diberikan kepada ibu hamil. Jika ibu dinyatakan hamil dalam 4 minggu setelah mendapat vaksinasi MMR, ia harus diberi konseling tentang kemungkinan masalah pada janinnya.  
  5. Pneumokokal: Keamanan pemberian vaksin ini selama trimester pertama belum dievaluasi, tapi tak ditemukan konsekuensi merugikan pada bayi-bayi baru lahir yang ibunya tak sengaja mendapat vaksin ini selama hamil.
  6. Polio: Efek merugikan vaksin polio terhadap janin belum terdokumentasi. Sebaiknya ibu hamil tidak diberi vaksin ini, kecuali kalau memang perlu pelindungan segera terhadap polio.
  7. Tetanus: Aman untuk janin.
  8.  Varicella: Efeknya terhadap janin tidak diketahui, sehingga tidak boleh diberikan selama hamil.

Powered by ScribeFire.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: