Pustaka Digital Ibu dan Anak


Panduan Menyusui di Tahun Pertama

Posted in Parent Guide by nugraad001 on June 4, 2007

parent-guide.jpg

Panduan Menyusui di Tahun Pertama

Menyusui dengan ‘benar’ di tahun pertama sangat penting untuk memastikan bayi mendapatkan zat-zat gizi yang ia butuhkan.

“ASI
saya banyak, lho. Saking banyaknya, anak saya saya beri ASI saja sampai
umur 7 bulan. Badannya gemuk sekali. Bayangkan, umur 7 bulan beratnya
10 kilo!” tutur Ani (32 tahun) dengan bangga.
 
Ada yang perlu
diluruskan di sini. Menyusui bayi usia 7 bulan seharusnya dilakukan
sambil memberi makanan pendamping. Jika tidak demikian, si bayi
dikuatirkan tidak mendapat gizi yang seimbang (gemuknya badan bukanlah
jaminan, dan sangat mungkin merupakan tanda ketidakseimbangan lemak!).
Untuk memastikan bayi mendapatkan gizi seimbang (baca: sesuai
kebutuhan) di tahun pertamanya, ibu perlu mengetahui cara menyusui yang
benar. Berikut ini panduannya:
 

  • Awali kegiatan menyusui tanpa cairan prelaktal. Bayi baru
    lahir sangat memerlukan kolostrum ASI, yang dihasilkan payudara di hari
    pertama atau kedua, sebelum ASI keluar. Cairan ini kaya sel darah putih
    pembunuh kuman, kaya zat anti-infeksi, berprotein tinggi, rendah lemak
    dan karbohidrat – sesuai kebutuhan bayi, serta mengandung zat pencahar
    pembersih usus bayi baru lahir. Awali kegiatan menyusui dalam waktu ½-1
    jam setelah persalinan, karena pada saat itu bayi melakukan refleks
    isap paling kuat untuk ‘menjebol’ aliran (kolostrum) ASI untuk pertama
    kalinya. Gigihlah menyusui bayi di hari pertama dan kedua dan cegahlah
    pemberian cairan prelaktal (pramenyusui) seperti glukosa (air gula)
    atau susu formula dengan alasan ‘ASI belum keluar’. Sebab di hari
    pertama dan kedua kolostrum ASI yang keluar memang sangat sedikit untuk
    ukuran kita (bisa jadi hanya 1 sendok teh), namun itu sudah cukup untuk
    bayi. 
  •  Susui bayi selama 6 bulan pertama secara eksklusif,
    serta on demand. Menyusui ‘secara eksklusif’ berarti tidak memberikan
    makanan/minuman lainnya termasuk air, selain menyusui (ASI perah,
    obat-obatan dan vitamin/mineral masih dibolehkan). Penting diingat
    untuk menyusui (atau memberi bayi ASI perah) sesuai permintaan bayi (on
    demand), bukan berdasarkan jadwal yang kita buat atau direkomendasikan
    oleh siapa pun. Memberi ASI saja sesuai permintaan bayi, sudah
    mencukupi kebutuhan zat-zat gizi bayi secara seimbang pada 6 bulan
    pertama hidupnya. Kebanyakan bayi tidak memerlukan makanan pendamping
    sebelum usianya 6 bulan.
  • Susui bayi disertai pemberian makanan pendamping mulai
    usia 6 bulan. Mulai usia 6 bulan, bayi harus mendapatkan lebih banyak
    energi, protein dan vitamin A. Secara alami Tuhan sudah mengatur, bahwa
    di usia 6 bulan sistem pencernaan bayi sudah matang (siap) menerima
    makanan selain ASI. Itulah sebabnya menyusui bayi usia 6 bulan tanpa
    disertai pemberian makanan pendamping bukanlah tindakan yang benar.
    Harus diakui, godaan untuk terus memberi ASI Eksklusif kepada bayi usia
    6 bulan ke atas cukup besar pada sebagian ibu (terutama ibu-ibu yang
    sangat menikmati kegiatan menyusui, memiliki ASI berlimpah, atau
    bayinya tumbuh pesat hanya dengan ASI). Tapi walaupun produksi ASI
    sangat melimpah, ibu tidak boleh lagi menjadikan ASI sebagai ‘makanan
    tunggal’ begitu bayinya berusia 6 bulan. Inilah saatnya ‘menjadwal’
    pemberian ASI, agar bayi berkesempatan mencicipi makanan pendamping
    yang disarankan.

Sekedar contoh, bayi usia 7 bulan seperti bayi Ibu Ani, sebenarnya
hanya perlu minum 400 ml ASI dalam 24 jam. Jumlah ini dapat diberikan
dalam dua kali menyusui, yaitu pagi sekitar pukul 6.00-7.00 WIB dan
malam sekitar pukul 21.00-22.00 WIB. Selebihnya, bayi harus diberi
makan pendamping berupa bubur susu tiga kali sehari dan camilan 2 kali
sehari (pagi dan sore). PG

Powered by ScribeFire.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: