Pustaka Digital Ibu dan Anak


Maaf Sayang, Aku Lagi Nggak Kepingin Itu…

Posted in Parent Guide by nugraad001 on May 29, 2007

parent-guide.jpg

Sebagian ibu menyusui merasa kehilangan hasrat untuk melakukan hubungan suami istri. Mengapa?

Beruntunglah para ibu yang tidak kehilangan hasrat – bahkan lebih bergairah – untuk berhubungan intim – selama menyusui. Sebab, sebagian ibu menyusui justru mengalami yang sebaliknya, sampai-sampai harus bolak-balik menolak ajakan suami mereka, “Maaf Sayang, aku lagi nggak kepingin ‘itu’…”
 
Mungkinkah kegiatan menyusui mengganggu hasrat seksual ibu? Mungkin saja, karena:
 

  1. Menyusui dapat menekan ovulasi. Isapan bayi saat menyusu menimbulkan rangsangan pada puting. Rangsangan ini membuat kelenjar pituitari di otak memerintahkan pengeluaran hormon-hormon penghambat ovulasi. Penekanan ovulasi tidak lain adalah menurunkan kadar hormon estrogen di dalam tubuh ibu sampai berada di bawah normal. Dampak lain penurunan kadar estrogen adalah kekeringan pada vagina (yang bisa membuat hubungan intim terasa menyakitkan bagi ibu) dan penurunan hasrat seksual secara umum. 
  2. Ibu menyusui sering tidak beristirahat dengan cukup. Sebenarnya, menyusui memberi kesempatan ibu untuk beristirahat dan memulihkan tenaga. Isapan bayi saat menyusu akan membuat kelenjar pituitari di otak ibu mengeluarkan hormon prolaktin. Prolaktin membuat ibu merasa rileks, dan kadang mengantuk, sehingga biasanya ibu bisa beristirahat dengan baik, sekalipun saat ia menyusui di malam hari. Kondisi ini tentunya sangat baik untuk membantu memulihkan tenaga ibu yang terkuras untuk persalinan. Sayangnya, ibu dan orang-orang di sekitar ibu sering tidak menyadari hal ini. Tiap kali selesai menyusui, ibu bukannya beristirahat melainkan dibiarkan melakukan berbagai kegiatan yang menguras energi – mengurus rumah, anak-anak, suami, atau kembali bekerja. Hasilnya adalah ibu menjadi sangat kelelahan dan tidak berminat melakukan hubungan intim.        
  3. Menyusui membuat ibu ‘tidak peka cumbuan’. Seharian menyusui bayi hampir 2 jam sekali (belum lagi menimang-nimang, menggantikan popok dan menggendongnya ke sana ke mari), bisa membuat ibu menyusui merasa dirinya ‘terlalu banyak disentuh’. Akibatnya, di penghujung hari ia menjadi kurang peka terhadap sentuhan, belaian, pelukan dan cumbuan suaminya.
  4. Menyusui bisa ‘menguras’ energi emosional ibu. Menyusui membantu ibu dan bayinya membentuk hubungan erat yang penuh cinta kasih, yang membuat ibu merasa sangat terpuaskan secara emosional. Namun, ibu menyusui biasanya akan mencurahkan energi emosionalnya untuk bayi. Ia akan cepat sekali merespon bayinya dengan penuh kasih sayang. Wajar saja jika kemampuan ibu untuk mencurahkan energi emosional kepada anggota keluarga lainnya  berkurang – termasuk kepada suaminya untuk urusan seks (bukankah seks, bagi seorang wanita, sangat melibatkan emosi?).   

Jika Anda adalah satu di antara ibu menyusui yang ‘kurang beruntung’ kehilangan hasrat seksualnya, langkah terpenting yang perlu Anda lakukan adalah mengkomunikasikannya dengan baik terhadap suami. Yakinkan bahwa hilangnya atau berkurangnya harat seksual Anda bukanlah penolakan terhadap dirinya. Jika tidak merasa ditolak, para ayah biasanya mau memahami keadaan ibu menyusui, dan siap membantu agar keintiman tetap terjaga. PG

Powered by ScribeFire.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: