Pustaka Digital Ibu dan Anak


Jamu dan Kehamilan

Posted in Parent Guide by nugraad001 on May 29, 2007

parent-guide.jpg

Semua orang setuju, minum jamu itu menyegarkan dan menyehatkan badan. Tapi kalau sedang hamil, jangan sembarangan!

Siapa pun ingin proses kehamilannya berjalan normal, lancar, dan sehat. Tak heran kalau semua ibu hamil amat memperhatikan kondisi kehamilannya. Ada yang memilih cara konvensional (medis), tapi ada juga yang mengkombinasikannya dengan cara tradisionil alias alternatif. Salah satu cara tradisionil yang kerap dipilih adalah jamu. Apalagi kini terdapat jamu untuk ibu hamil yang dijual di pasaran.  Sayang, pengetahuan seputar jamu itu sendiri masih minim dan tak lengkap.  Makanya, sebelum Anda mengkonsumsi jamu hamil, coba simaklah dahulu hasil penelitian berikut:

Berisiko di Kehamilan Muda dan Tua

Jamu ‘Cabe Puyang’ yang biasa dikonsumsi ibu-ibu hamil di Jawa, misalnya, menurut Prof. Dr. Suwijoyo Pramono DEA., Apt., saat pengukuhannya sebagai dekan Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada awal April lalu, ternyata malah menghambat kontraksi otot saat persalinan.  Artinya, jamu yang mengandung cabe Jawa ini malah membuat ibu sulit melahirkan secara normal lantaran otot uterusnya tidak mampu berkontraksi secara normal. 

Prof. Dr. Suwijoyo menemukan, dalam cabe Jawa terdapat alkaloid piperin yang menimbulkan efek menghambat kontraksi otot uterus sehingga menyulitkan persalinan.  Pakar farmasi ini malah menyarankan agar ibu-ibu hamil meminum jamu ini hanya pada saat ia hamil muda saja.  Sebab, jamu ini bisa menekan risiko keguguran.  Tapi, jika jamu ini diminum menjelang bersalin, salah besar!  Karena saat persalinan, otot uterus akan bekerja keras untuk membantu mengeluarkan bayi dari jalan lahir. 

Jamu lain yang kerap diminum para ibu hamil adalah jamu kunyit asam.  Bila ‘Cabe Puyang’ menghambat kehamilan di usia lanjut, sebaliknya jamu ini berisiko di kehamilan muda.Ekstrak kunyit yang terkandung didalamnya memiliki efek stimulan pada kontraksi uterus.  Karenanya jika ia diminum saat ibu hamil muda, akan meningkatkan risiko keguguran.

Kalangan medis dengan tegas melarang pasiennya mengkonsumsi jamu-jamuan saat hamil, terutama pada awal kehamilan.  Pada masa itulah—usia 1-16 pekan–proses pembentukan organ tubuh janin sedang terjadi.  Jika ibu hamil meminum jamu yang ternyata salah satu senyawanya tergolong teratogen (mempengaruhi pembentukan fisik embrio) tak ayal lagi, bisa mengakibatkan cacat janin.  Sebab, hingga kini masih diteliti zat apa saja pada jamu yang potensial menyebabkan janin menjadi cacat. 

Satu hal yang juga menjadi perhatian kalangan medis adalah kemungkinan mengendapnya material jamu pada air ketuban. Air ketuban yang ‘terkontaminasi’ dengan residu jamu membuat air ketuban menjadi keruh.  Ini tentu menyulitkan dokter memantau janin dan tentu saja mengganggu saluran nafas bayi pada saat persalinan kelak.

Berkhasiat Paska Persalinan

Komposisi jamu pada umumnya terdiri dari beberapa senyawa yang satu sama lain saling berinteraksi, mendukung, atau menetralisir.  Itulah sebab, daya kerja jamu tidak secepat obat yang langsung ditujukan untuk mengobati penyakit.  Penggunaan jamu justru tak mengundang ‘protes’ kalangan medis bila ia digunakan usai persalinan. Seperti dikatakan pakar jamu  Jawa Soedarmilah Soeparto, selama iniramuan jamu Jawa sebenarnya lebih dihususkan untuk menangani perawatan ibu paska persalinan. 

Jamu-jamuan yang sudah dikenal sejak masa keraton ini berguna untuk mengembalikan kesehatan, kebugaran, dan kecantikan seperti sebelum hamil. Apalagi menurut Soedarmilah, umumnya usai persalinan, wanita jadi kurang bergairah, pucat, sering mengeluh, pusing-pusing, mudah lelah, dan keputihan. Ada pula jamu yang berguna untuk merangsang terbentuknya ASI, sekaligus membantu mengeluarkan darah kotor usai bersalin dan mempercepat mengembalikan tenaga ibu (lihat boks):

Semua jenis jamu itu bisa dibuat sendiri. Prinsipnya, membuat jamu tidak jauh beda dengan memasak. Anda bisa membuat jamu, meski terasa pahit tapi terasa sedap karena ada rasa sedikit manis dan gurih.  Menurut Soedarmilah, jamu-jamuan dipilih oleh konsumen lantaran ada kecenderungan dari pengobatan medis yang menganggap manusia seperti segumpal daging. Segumpal daging yang akan memberikan reaksi sama terhadap suatu zat kimia.  “Padahal reaksi tubuh manusia tidaklah sama.  Karena manusia bukanlah robot”. n PG


Ramuan Jamu Paska Persalinan:

  1. Kunyit
  2. Temulawak
  3. Temu hitam
  4. Lempuyang
  5. Daun Asam (Pucuknya)
  6. Kunci
  7. Daun Pepaya
  8. Daun Jambu Klutuk
  9. Daun Belimbing Sayur
  10. Pangkal daun Nanas yang masih putih
  11. Pangkal akar bambu yang masih putih
  12. Akar rumput jarum
  13. Daun miana
  14. Kuning telur
  15. Madu

Semua bahan ditumbuk halus, beri air sedikit, dan peras.  Saripatinya diambil, beri garam sedikit, gula aren atau madu.  Diminum setiap hari. 


Ramuan Jamu Menderaskan ASI
  1. Biji ketapang dan bubur merah
  2. Rimpang temulawak yang disedu dengan 5 sendok teh gula
  3. Makan sayur daun katuk, bayam, kacang panjang, buncis, dan jagung muda
  4. Minum seduhan daun katuk dan madu sebagai minuman selingan
  5. Minum godogan temulawak, asam, dan gula jawa
  6. Minum godogan pupus pepaya dengan asam dan gula Jawa.
  7. Makan sayur blustru dan daun murbai
     
    * Diminum mulai ibu hamil 7 bulan hingga penyapihan.

Powered by ScribeFire.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: