Pustaka Digital Ibu dan Anak


Dads in the Delivery

Posted in Parent Guide by nugraad001 on May 29, 2007

parent-guide.jpg

Dulu, ayah seakan diasingkan saat ibu bersalin. Kini, ayah butuh hadir saat isteri tersayang melahirkan. Manfaatnya banyak lho, bukan cuma untuk ibu dan bayi, tapi bagi dirinya juga.

Kelahiran seorang bayi adalah peristiwa besar dalam perjalanan bahtera perkawinan.  Hadirnya anak sudah pasti menambah sempurnanya sebuah keluarga.  Itulah sebab masa kehamilan adalah masa yang penuh dengan pengharapan dan, sekaligus, permenungan bagi calon ayah dan ibu.  Dengan berkembangnya dunia medis dan psikologi, menyadarkan kita bahwa saat kehamilan tidaklah cukup dialami oleh seorang isteri.  Tapi juga melibatkan si ‘calon’ ayah. 

Padahal satu dekade lalu, ayah masih digambarkan sebagai orang yang tak pernah ikut terlibat secara langsung dalam pemeliharaan anak. Lantas seperti apa tipe ideal seorang ayah itu?  Simpel saja, ayah ideal adalah ayah yang bersama isterinya mengikuti kursus tentang kehamilan dan kelahiran, mendampingi isterinya saat persalinan, hadir pada saat bayi lahir, dan ikut memberi makan anak-anaknya. Ayah adalah ‘mitra aktif’ dalam melaksanakan peranan sebagai orangtua (parenthood). Terbukti, berbagai penelitian yang dilakukan oleh ahli psikologi mulai dasawarsa ‘70-an menegaskan ayah berperan sangat penting untuk perkembangan –mental dan fisik—anak-anaknya.

Sejak Hamil Hingga Bersalin

Ketika istri mengandung, perubahan sikap dan mental juga dialami oleh sang suami.  Ia tak lagi merasa bingung dengan apa yang sedang dan akan dihadapi oleh isterinya.  Tetapi si ayah ideal akan segera menentukan sikap.  Ia berusaha menyesuaikan diri untuk menghadapi kehadiran anaknya.  Hubungan dengan isterinya akan lebih hangat, ia juga berupaya mengerti apa yang dibutuhkan isterinya yang sedang hamil itu.  Ayah masa kini takkan merasa canggung untuk mencari tahu seluk beluk kehamilan dan persalinan. 

Pengetahuan seputar hamil dan kelahiran juga akan membuat proses kehamilan jadi hal yang menarik bagi kaum ayah. Pengetahuan tentang perkembangan janin juga akan menambah antusisas dan gairah ayah dalam menanti kelahiran si buah hati, sambil mulai memikirkan tanggungjawabnya terhadap bayi yang kelak akan lahir.  Itulah sebabnya waktu sembilan bulan cukup sebagai masa penyesuain diri dengan perubahan yang terjadi pada kehamilan isterinya. 

Di akhir kehamilan, saat perut si isteri makin membesar, ia mudah lelah, sulit beraktifitas, mudah lupa, dan mulai cemas menghadapi persalinan.  Nah, inilah saat yang tepat bagi ayah untuk menunjukkan perhatian dan pengertian yang mendalam pada si isteri.  Misalnya dengan menemani isteri saat berkunjung ke dokter, ikut senam hamil dan persalinan serta ikut berjalan-jalan pagi.  Ini akan menumbuhkan rasa aman sehingga isteri bisa mengatasi kesukarannya.

Dampak Kehadiran Ayah

Kini mulai banyak rumah sakit dan bersalin yang cenderung melibatkan ayah dalam proses kelahiran anak. Selama menunggu proses persalinan ayah dapat memijat dan membantu mengingatkan cara bernafas saat kontraksi untuk mengurangi rasa sakit.  Kebersamaan ini efektif mengurangi penderitaan si isteri.  Lalu begitu persalina tiba, ayah dapat duduk di samping isterinya, memperhatikan dan memberi semangat kepadanya.  Dukungan moril dan pengertian dari suami tak pelak menjadi ‘obat’ mujarab bagi isteri yang sedang ‘berjuang’ melahirkan buah hati mereka. Ayah yang tahu beratnya perjuangan si isteri saat hamil dan melahirkan, ia akan lebih menghormati dan mengerti perasaan isterinya. 

Yang tak kalah penting lagi, adalah sentuhan—mengusap, menimang, dsb–pertama kali saat bayi mulai hadir ke dunia. Aktivitas ini akan menyuburkan ikatan batin antara ayah dan anak, bahkan antara ibu (isteri) dengan ayah (suaminya).  Hubungan seperti ini bukan hanya akan membuat perkawinan semakin langgeng.  Nah, kenyataaan ini menegaskan betapa pentingnya hubungan harmonis antara suami isteri dan antara orangtua dan anak-anaknya.  Keintiman hubungan di antara semua anggota keluarga akan sangat mempengaruhi kualitas hidup keluarga.
 
Terlebih bagi seorang ayah yang bertugas sebagai ‘nakoda’ rumah tangga, kelahiran seorang anak akan membuatnya menjadi lebih matang dan bertanggung jawab. Kehadiran anak adalah anugerah yang tak ternilai. Jangan segera ajak ayah untuk ikut terlibat dalam proses kelahiran anak. Mulai lah dengan hal-hal kecil terlebih dahulu. n PG


Tips Ayah Sebelum Persalinan

  1. Pergi ke kursus prenatal dan senam hamil tanpa ada rasa terpaksa.
  2. Tontonlah video proses persalinan berulang kali agar tahu benar seperti apa yang akan ia dan isterinya hadapi kelak saat bayinya lahir
  3. Isi bensin mobil full, cari rute menuju rumah sakit atau bersalin yang lebih mudah dan tidak macet.
  4. Tidur yang banyak sebelum tiba hari H
  5. Siapkan dana dan mental untuk segala kemungkinan terburuk, ingat persalinan itu sesuatu yang penuh dengan kejutan.

 


Tips Ayah Saat Persalinan

 

  1. Makanlah secukupnya saat persalinan tahap pertama mulai.  Ini modal untuk tahap persalinan berikutnya yang bakal lebih menguras tenaga dan mental.
  2. Temani isteri saat menunggu bukaan sempurna dengan memijit, mendengarkan musik, berbincang-bincang, atau apa saja yang diinginkan si isteri.
  3. Jaga sikap dan ucapan, jangan sampai menyinggung perasaan isteri yang sedang sensitif.
  4. Jadilah ‘advokat’ isteri dengan mencari tahu apa yang dibutuhkan isteri.
  5. Perbanyaklah berdoa dan tersenyum pada isteri, ini akan membuat isteri nyaman dan tenang.
  6. Ingatkan dan bersama-sama isteri menarik nafas dalam-dalam saat kontrasi makin menguat.
  7. Ucapkan kata-kata yang ingin didengar oleh isteri seantero dunia : ‘Kamu bisa, sayang’ ; ‘Ayo, sedikit lagi, aku tahu ini berat sekali, tapi aku tahu kamu bisa’ ; ‘Kerja yang bagus sekali,  Aku sayang padamu!

Powered by ScribeFire.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: