Pustaka Digital Ibu dan Anak


Cara “Alami” Melejitkan IQ Bayi

Posted in Parent Guide by nugraad001 on May 29, 2007

parent-guide.jpg

Sebenarnya, telah tersedia sarana alami yang mudah, murah, efektif, dan aman untuk melejitkan IQ tiap-tiap bayi di tahun pertama hidup mereka.

Apakah untuk memiliki IQ tinggi seorang bayi harus dibiasakan melihat flashcard (kartu pengingat, berisi nama benda atau huruf), menyaksikan CD-ROM pendidikan, ‘bersekolah’ (baca: masuk klub bayi), mengkonsumsi food supplement tertentu, atau menyimak komposisi musik klasik dari Mozart?    
 
Ternyata tidak. Sejarah mencatat, manusia-manusia cerdas, bahkan sangat cerdas, sudah ada sejak zaman dahulu – jauh sebelum ditemukannya flashcard, CD-ROM, ‘sekolah bayi’, food supplement atau komposisi musik klasik Mozart. Sang Maha Pencipta sungguh pemurah. Ia menciptakan setiap bayi – di tiap masa – berikut semua ‘sarana alami’ untuk melejitkan IQ (Intelligence Quotient atau tingkat kecerdasan) bayi tersebut. Sarana alami itu ada pada diri bayi itu sendiri, pada orangtua (terutama ibu yang melahirkannya), dan pada lingkungan di sekitar bayi tersebut. Tinggal kita – para orangtua – yang harus tahu cara mempergunakan sarana tersebut sebaik mungkin.
 
Berikut ini sarana-sarana alami yang sudah diakui mampu melejitkan IQ bayi, dan cara mempergunakannya:

  1. Air Susu Ibu (ASI)
    Di dalam ASI terdapat zat-zat gizi yang diperlukan untuk pertumbuhan otak bayi, yaitu taurin (sejenis zat putih telur yang hanya terdapat di ASI), laktosa (hidrat arang utama pada ASI, hanya ada sedikit di dalam susu sapi) dan asam lemak ikatan panjang (DHA, AA, omega-3, omega-6 – hanya ada sedikit dalam susu sapi). Sebuah penelitian menunjukkan, bayi prematur yang diberi ASI Eksklusif memiliki IQ lebih tinggi 8,3 poin dibanding bayi prematur yang tidak diberi ASI. Penelitian lain menemukan, bayi yang diberi ASI Eksklusif ketika berusia 9,5 tahun memiliki IQ 12,9 poin lebih tinggi dibanding anak yang ketika bayi tidak diberi ASI Eksklusif.
     
    Cara melejitkan IQ bayi dengan ASI: Berikan bayi ASI Eksklusif selama 6 bulan. Memberi ASI Eksklusif berarti tidak memberi bayi makanan/minuman apapun, termasuk air putih, di samping ASI (pemberian obat, vitamin atau mineral masih diperbolehkan).
     
  2. Menyusui   
    Saat menyusui ibu harus mendekap bayinya. Ketika berada dalam dekapan ibu, bayi merasa aman dan tenteram (karena masih bisa mendengar degup jantung ibu yang telah dikenalnya sejak di dalam kandungan). Ia juga bisa langsung merasakan kasih sayang ibu (lewat kontak kulit dan tatapan sayang dari ibu). Teori Tiga-Kesatuan (Triune Theory) mengatakan bahwa otak manusia terdiri dari tiga bagian: otak besar (yang mengatur kemampuan bicara, berpikir, belajar, memecahkan masalah, merencanakan dan mencipta); otak tengah (yang mengatur kemampuan sosial, emosional dan ingatan jangka panjang); serta otak kecil (yang mengatur reaksi, naluri, pengulangan (ritualis) dan pertahanan diri). Saat manusia merasa takut atau marah, batang otak mengerut sehingga proses berpikir logis (proses berpikir di otak besar) terhambat.
     
    Cara melejitkan IQ bayi dengan menyusui: Susui bayi kapan pun ia menginginkannya, dengan ikhlas dan penuh kasih sayang. Tenangkan diri dan ciptakan suasana tenang serta intim untuk menyusui. Manfaatkan waktu-waktu menyusui untuk menyentuh, membelai, mendekap, dan melakukan kontak mata dengan bayi sebanyak mungkin. Lebih baik lagi, susui bayi sambil menyanyikan lagu-lagu yang menenangkan, melantunkan doa, dzikir, atau ayat-ayat kitab suci.
                                                                                                          
  3. Berbicara
    Menurut Lise Elliot, Ph.D., penulis buku What’s Going On in There? How the Brain Mind Develop in the First Years of Life, ada korelasi antara jumlah kata-kata yang didengar seorang anak ketika bayi dengan IQ verbal-nya.
     
    Cara melejitkan IQ bayi dengan berbicara: Bicaralah sesering mungkin dengan bayi (selama bayi menyukainya). Bicarakan hal-hal sederhana dan konkret, misalnya tentang diri si bayi (namanya, nama-nama anggota tubuhnya); selimutnya (warnanya, gambarnya, halus/kasar permukaannya), mainannya; benda-benda yang tampak/terdengar di sekitarnya, dll. Tiap kali bayi berusaha mengkomunikasikan sesuatu dengan tangisan, bahasa isyarat atau ‘bahasa planet’), cobalah menjabarkan maksudnya dengan kalimat yang benar. Misalnya, “Oooh, Adik mau menyusu, ya?” (dan bukan sekedar “Mau nen ya?”).
     
  4. Bahasa isyarat
    Menurut sebuah studi yang dilakukan di University of California, Davis, Amerika Serikat, bayi-bayi yang memahami kurang lebih 20 bahasa isyarat akan bicara lebih cepat dan mempunyai OQ lebih tinggi dibanding bayi-bayi yang tidak memahami bahasa isyarat.
     
    Cara melejitkan IQ bayi dengan bahasa isyarat: Gunakanlah bahasa isyarat untuk berkomunikasi dengan bayi sebelum bayi bisa bicara. Ciptakan sendiri bahasa isyarat untuk mengungkapkan kebutuhan dasar bayi (minum susu, makan, buang air kecil, tidur, berjalan-jalan, dsb). Kenalkan dan gunakan isyarat, satu persatu, secara konsisten kepada bayi.   
     
  5. Diri kita
    Bahasa tubuh, semua bentuk kontak fisik (sentuhan, pelukan, belaian), ekspresi wajah, kontak mata dan semua yang dapat kita lakukan dengan tubuh kita sendiri untuk mengekspresikan cinta, kasih sayang dan kesediaan dalam memenuhi kebutuhan bayi, akan membuat bayi merasa aman, nyaman dan senang. Emosi-emosi positif semacam ini terbukti bermanfaat bagi perkembangan otak.
     
    Cara melejitkan IQ bayi dengan diri kita: Sering-seringlah bermain bersama bayi, memeluk, menimang dan menggendongnya. Jangan biarkan bayi terlalu banyak sendirian di dalam boks atau kotak bermainnya. Bayi tak sekedar harus mendapatkan quality time (kebersamaan yang berkualitas) dari kita, melainkan juga quantity time (intensitas kebersamaan yang cukup).      
              
  6. ‘Privasi’
    Yang dimaksud privasi di sini adalah ‘waktu untuk dirinya sendiri’. Tiap bayi melakukannya setiap hari (misalnya, tiap bangun pagi, ia mengoceh sendiri atau bermain-main dengan tangan, kaki atau mainannya). Kegiatan semacam ini penting untuk mengembangkan rentang perhatian bayi (ini adalah ‘modal’ penting untuk belajar secara akademis kelak).
     
    Cara melejitkan IQ bayi dengan ‘privasi’: Jangan terus-menerus mengajak bayi bermain, menyodor-nyodorkan mainan atau memaksa bayi melakukan kegiatan tertentu. Kenali kapan waktu di mana bayi benar-benar ingin bermain atau merangkak sendiri (namun tetap dalam pengawasan kita). 

Adakah cara pengasuhan bayi yang lebih baik dari cara yang ditawarkan Sang Pencipta bayi? PG

Powered by ScribeFire.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: