Pustaka Digital Ibu dan Anak


Bisakah Kolostrum Sapi Menggantikan Kolostrum ASI?

Posted in Parent Guide by nugraad001 on May 29, 2007

parent-guide.jpg

Kolostrum sapi banyak kesamaannya dengan kolostrum ASI. Bisakah ia menggantikan pemberian kolostrum ASI pada bayi baru lahir?

“Eh, ada multivitamin untuk anak yang mengandung colostrum bovine, lho Katanya sangat baik untuk melindungi anak dari berbagai penyakit…”
“Ya, katanya kolostrum sapi banyak kesamaannya dengan kolostrum ASI. Kalau begitu, kita tidak perlu kuatir kalau tidak bisa memberi kolostrum ASI ke bayi. Berikan kolostrum sapi saja. Lagipula kolostrum ASI kan adanya hanya di hari-hari pertama habis melahirkan…”  
 
Banyak Kesamaan, Tapi Tidak Sama    
Kolostrum ASI (susu jolong) – cairan encer berwarna kuning atau jernih yang keluar pada hari pertama dan kedua setelah melahirkan, dan berakhir di hari kedua sampai hari keempat – memang memiliki banyak kesamaan dengan colostrum bovine atau kolostrum sapi. Profesor B.R Thapa, dalam Health Factors in Colostrum di Indian Pediatric Journal menyebutkan bahwa kolostrum sapi juga mengandung faktor-faktor kekebalan dan faktor-faktor pertumbuhan seperti kolostrum manusia.
 
“Ada sembilanpuluh komponen yang sudah diketahui di dalam kolostrum sapi. Ada dua komponen utama kolostrum: faktor-faktor kekebalan dan faktor-faktor pertumbuhan. Kolostrum juga mengandung vitamin, mineral dan asam amino sesuai kebutuhan bayi baru lahir,” ungkap pakar gastroenterologi pediatrik dari Postgraduate Insititute of Medical Education and Research (PGIMER), Chandigarh, India ini. 
 
Meski banyak kesamaan, kolostrum sapi lebih banyak mengandung IgG (imunoglobulin G) dibanding kolostrum ASI. “Kolostrum sapi agak lebih kaya IgG (20%) dibandingkan IgG (2%) dalam kolostrum manusia,” papar Profesor Thapa. Tepatnya, menurut Profesor Thapa, kolostrum sapi mengandung 8%-25% IgG, sementara kolostrum manusia mengandung 2% IgG.
 
Kandungan IgA-nya Kurang
Imunoglobulin adalah sejenis protein yang memerangi infeksi virus, bakteri, alergi, ragi dan jamur. Dalam kolostrum sapi ada lima jenis imunoglobulin: IgA, IgD, IgE, IgG dan IgM. Bayi manusia yang baru lahir sebenarnya lebih banyak memerlukan IgA (tepatnya SigA, atau secretory IgA) dibandingkan IgG. Mengapa? Merujuk publikasi La Leche League International, sebelum lahir bayi sudah mendapatkan manfaat perlindungan dari IgG melalui plasenta ibunya. Sementara itu, SIgA merupakan ‘zat baru’ bagi bayi, lantaran pertama kali didapat bayi dari ASI (terutama dari kolostrum, yang mengandung zat anti-infeksi 10-17 kali lebih banyak dibanding ASI). Bahkan, SIgA adalah imunoglobulin utama di dalam ASI.
 
Jika IgG bekerja di sepanjang sistem peredaran darah bayi (sifatnya menyebar dan lebih umum), maka SIgA melindungi bayi tepat di tempat-tempat yang paling mungkin diserang kuman: yakni selaput membran mukosa di dalam tenggorokan, paru-paru dan usus. Data dalam Infant Feeding in Emergency Situation Module menyebutkan, radang paru-paru dan diare adalah penyakit yang paling banyak menyebabkan kematian pada anak-anak balita. Dan bicara soal kematian akibat penyakit infeksi, bayi-bayi yang tidak disusui adalah yang paling besar risikonya, yakni 1½  – 6 kali lipat dibanding bayi-bayi yang disusui.
 
Kolostrum sapi mungkin banyak kesamaannya dengan kolostrum ASI dan berguna untuk suplemen multivitamin anak. Tapi untuk menggantikan kolostrum ASI di hari-hari pertama kehidupan bayi, jelas tidak. PG


Powered by ScribeFire.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: