Pustaka Digital Ibu dan Anak


PENYAKIT JANTUNG BAWAAN

Posted in Info Penyakit by nugraad001 on January 25, 2007

Salah satu tandanya bila saat menangis wajah si kecil membiru. Atau, ia terlihat kelelahan saat menyusu.

Orang tua sering salah duga jika melihat wajah bayinya membiru saat menangis. Dipikirnya, si kecil kelewat “bersemangat” menangis. Padahal, itu pertanda kemungkinan anak menderita penyakit jantung.

Secara garis besar, penyakit jantung pada anak dibagi dua. Yaitu penyakit bawaan dan yang didapat. Bawaan karena penyakit sudah ada sejak bayi lahir maupun ketika di kandungan. “Cuma manifestasinya tak selalu muncul sejak lahir, kecuali kalau kelainannya tergolong berat,” jelas dr. Najib Advani Sp.A(K), MMed.Paed. dari Sub. Bagian Jantung Anak, Bagian Ilmu Kesehatan Anak, FK Universitas Indonesia/RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta.

TAK SELALU BISA TERDETEKSI SEGERA

Yang jadi masalah, kelainan jantung ringan seringkali tak terdeteksi pada saat bayi baru lahir dan baru ketahuan saat dikontrol ke dokter. Orang tua pun bingung, “Kok, jadi begini? Waktu lahir, anak saya enggak apa-apa.” Salah satu contoh adalah kelainan sekat bilik jantung Ventricular septal defect atau VSD), yang kadang baru ketahuan setelah bayi berusia 1-2 bulan.

Bahkan, kelainan jantung bawaan yang bisa langsung diketahui saat bayi lahir, menurut Najib, tidak sampai separuhnya. “Pada saat anak baru lahir, seteliti apa pun dokter memeriksa, kelainan pada bunyi jantung memang belum bisa terdengar. Setelah usia 1-2 bulan, baru terdengar.”

Penyebabnya sendiri, kata Najib, “Mayoritas tidak diketahui secara pasti.” Sebagian kecil memang sudah bisa diketahui. Misalnya kelainan yang disebut sindrom Rubella, yaitu cacat bawaan berupa kelainan jantung, tuli, dan buta karena katarak pada saat lahir (kongenital). Sindrom Rubella diakibatkan oleh infeksi Rubella (campak jerman) yang dialami ibu saat hamil. Kelainan jantung yang biasanya diderita adalah VSD atau PDA (patent ductus arteriosus).

Penyebab lainnya, walau agak jarang di Indonesia, biasanya karena kebiasaan minum alkohol yang dilakukan ibu. Sebutannya fetal alcohol syndrome, di mana bayi lahir kecil dengan disertai kelainan jantung bawaan. “Penggunaan obat-obat tertentu juga bisa mengakibatkan kelainan jantung bawaan. Misalnya obat anti kejang golongan trimetadion,” lanjut Najib.

GANGGUAN PERTUMBUHAN

Akan halnya kelainan jantung yang berat, sebagian bisa dideteksi langsung oleh dokter saat bayi baru lahir. Namun kalau gejalanya tidak jelas, bisa saja kelainan itu tak terdeteksi pada pemeriksaan pertama. Baru setelah di rumah, orang tua menemukan tanda-tanda kelainannya. “Misalnya, orang tua curiga ketika mengetahui detak jantung bayinya terdengar lebih keras dan lebih cepat dibanding bayi lain.”

Gejala lain yang kerap ditemukan ibu adalah bayi cepat lelah saat menyusu. Bayi normal bisa menyusu langsung selama 5-10 menit. Sedangkan bayi dengan kelainan jantung, baru 2-3 menit sudah berhenti untuk istirahat dulu. Kecurigaan lain bisa timbul jika wajah dan jari-jari bayi gampang membiru. Terutama kalau ia sedang menangis.

Kelainan jantung yang sampai mengganggu aliran darah, sudah tentu akan mengakibatkan pertumbuhan tubuh tidak optimal. Apalagi jika kelainannya berat. “Besar-kecilnya gangguan pertumbuhan, tergantung pada seberapa berat kelainannya. Kalau ringan, gangguan pertumbuhan bisa tak tampak,” jelas Najib.

Sebagai contoh, kelainan berupa VSD yang kecil, mungkin tak banyak menimbulkan masalah. Tapi jika lubangnya besar, masalah pun jadi berat. “Bahkan kadang kelainan jantung VSD ringan, baru diketahui saat umur anak sudah belasan tahun dan selama itu tidak ada keluhan apa-apa.”

TAHAP PEMERIKSAAN

Untuk mendiagnosa penyakit jantung bawaan, dokter perlu melakukan beberapa tahapan pemeriksaan. Yang pertama, tentu saja pemeriksaan fisik secara teliti pada jantungnya. Bila ada kecurigaan awal,dilakukan pemeriksaan foto rontgen dada untuk melihat gambaran bentuk jantungnya. Bila diperlukan, dilanjutkan dengan pemeriksaan EKG (Elektrokardiografi). “Untuk lebih memastikannya, yang paling penting dilakukan adalah pemeriksaan dengan EKG. Orang biasa menyebutnya USG untuk jantung.”

Penanganan yang dilakukan dokter juga berbeda-beda, tergantung jenis kelainannya. Untuk yang ringan semisal ASD dan VSD yang lubangnya kecil, kadang malah bisa menutup sendiri. Untuk kasus seperti ini dokter biasanya akan mengobservasi kemungkinan itu.

Sedangkan untuk kelainan letak pembuluh darah aorta yang disebut transposisi arteri besar, begitu lahir bayi sudah langsung biru. Untuk kasus yang berat seperti ini, jantung harus segera dioperasi. Bila tidak, biasanya dalam beberapa hari bayi akan meninggal. “Yang kadang membuat keadaan lebih sulit adalah bila kelainan jantung terlambat ditangani, hingga sudah terjadi gagal jantung. Penanganannya jadi lebih kompleks,” urai Najib.

Keadaan ini sering terjadi karena orang tua pasien tak memeriksakan anak ke dokter atau tak mau menjalani pengobatan meski sudah tahu penyakit anaknya. “Bahkan ada orang tua pasien yang tak mau percaya karena melihat anaknya sehat-sehat saja.”

TERAPI SEBELUM SUNAT

Jika anak diketahui punya kelainan jantung, selain perlu mengikuti petunjuk pengobatan dari dokter, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Antara lain, tingkat aktivitas sehari-hari. Anak dengan kelainan jantung yang agak berat, tak boleh beraktivitas sampai lelah. Ini penting agar jantungnya tidak dipaksa bekerja berat.

Patut pula diperhatikan risiko terkena infeksi kuman pada jantungnya. Oleh karena itu, bayi dan anak yang memiliki kelainan jantung, bila akan menjalani tindakan medis atau operasi kecil (tindik kuping atau disunat) harus diberi terapi antibiotik dulu. Gunanya untuk mencegah masukny

a kuman ke aliran darah yang bisa memperparah risiko infeksi di bagian dalam jantung (endokarditis). Jantung yang terinfeksi amat berbahaya, pengobatannya pun mahal dan lama.

Macam-Macam Kelainan Jantung Bawaan

Jantung normal terdiri dari 4 ruangan yang terpisah. Yaitu serambi kanan, bilik kanan, serambi kiri, dan bilik kiri. Bilik kiri dan bilik kanan letaknya bersebelahan,dipisahkan oleh dinding yang disebut septum. Demikian pula serambi kiri dan kanan.

Pada keadaan normal, aliran darah kotor dari pembuluh darah balik (vena), masuk ke serambi kanan jantung.Kemudian akan diteruskan ke bilik kanan jantung dan dipompakan ke paru-paru melalui arteri pulmonalis untuk ditukar dengan darah yang bersih yang banyak oksigennya. Dari paru-paru, darah kembali ke jantung melalui vena pulmonalis, masuk ke serambi kiri, lalu ke bilik kiri. Dari bilik kiri, darah yang bersih ini akan dipompakan ke seluruh tubuh melalui aorta.

“Dari seluruh bayi yang lahir hidup, sekitar 0,8% – 1 %. mengidap penyakit jantung bawaan. Dilihat dari kelainannya, kurang lebih terdapat 50 macam penyakit jantung bawaan” terang Najib.

Yang paling sering adalah penyakit jantung yang disebut VSD, ASD, dan tetralogi fallot. Berikut sedikit penjelasan tentang beberapa kelainan jantung bawaan yang dikutip dari buku Ilmu Kesehatan Anak.

* Ventricular Septal Defect (VSD)

Kelainan jantung bawaan ini merupakan yang terbanyak dijumpai, mencapai 25 % dari seluruh kasus. Pada kelainan ini, terjadi kebocoran sekat pemisah (septum) bilik kanan dan kiri.Akibatnya, sebagian darah yang dipompa dari bilik kiri masuk kembali lagi ke bilik kanan. Walaupun sudah ada sejak lahir, kelainan aliran darah ini biasanya tidak terjadi segera setelah lahir, melainkan setelah minggu-minggu pertama kelahiran.

* Atrial Septal Defect (ASD)

Kelainan jantung ini mirip seperti VSD, tetapi letak kebocoran di septum antara serambi kiri dan kanan. Kelainan ini menimbulkan keluhan yang lebih ringan dibanding VSD.

* Tetralogi Fallot

Ini merupakan kelainan jantung yang kompleks, terdiri atas 4 kelainan. Kelainannya meliputi kebocoran septum antara bilik kanan dan kiri (ventricular septum defect), penyempitan arteri pulmonalis (stenosis pulmonalis), posisi pangkal pembuluh darah aorta yang ada di dekat septum bocor, dan penebalan dinding bilik kanan. Kelainan bentuk jantung ini mengakibatkan darah yang dipompakan ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah aorta tercampur antara darah kotor dan bersih. Akibatnya,penderita mudah membiru karena kekurangan suplai darah bersih.

* Patent Ductus Arteriosus (PDA)

Pada kelainan jantung ini, didapatkan hubungan antara arteri pulmonalis dan pembuluh darah aorta. Pada saat dalam kandungan, saluran ini memang ada, tetapi seharusnya menutup saat bayi dilahirkan.

* Transposition of Great Arteries (TGA)

Posisi pembuluh darah aorta dan arteri pulmonalis terbalik, sehingga terjadi kekacauan pertukaran darah kotor dan bersih dalam tubuh. Kelainan jantung jenis ini sangat berbahaya dan 80 % menyebabkan kematian pada bayi. Untuk menanganinya perlu dilakukan operasi segera.

Deteksi Pada Bayi

Untuk mendeteksi adanya kelainan jantung bawaan pada anak, menurut Najib ada beberapa hal yang bisa diperhatikan dan menjadi kecurigaan awal orang tuanya, yaitu:
– Bila bayi tampak tidak kuat menyusu. Normalnya bayi bisa menyusu 5-10 menit sekaligus. Pada bayi dengan kelainan jantung, biasanya lebih sebentar dari itu, karena sudah keburu lelah.
– Perhatikan juga bila pada bibir dan ujung jari-jari bayi ditemukan warna kebiruan. Warna kebiruan ini biasanya akan tampak makin jelas bila ia sedang menangis.
– Bila detak jantung bayi terasa lebih keras/berdebar-debar dan lebih cepat dari bayi lainnya.
– Bila ada tanda-tanda seperti itu, sebaiknya periksakan bayi ke dokter anak atau sebaiknya ke dokter jantung anak, agar dapat ditangani segera sebelum keadaan bertambah parah.

Pencegahan

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko kelainan jantung bawaan pada bayi. “Khusus untuk kelainan jantung karena Sindrom Rubella sebenarnya bisa dicegah bila di saat kecilnya si ibu pernah diimunisasi MMR,” kata Najib. Dengan imunisasi tersebut, seseorang diharapkan kebal terhadap gondongan (mumps), campak (measles), dan campak jerman (rubella). Jika sudah kebal, pada saat hamil nanti ia tidak akan terkena campak jerman, yang bisa membuat cacat janinnya.

Pencegahan lain adalah menjaga kesehatan saat hamil. Jangan makan obat-obatan sembarangan, hindari minuman beralkohol, dan lakukan pemeriksaan kehamilan yang teratur. “Khususnya pada usia kehamilan trimester pertama, saat sedang terjadi proses pembentukan organ-organ tubuh si bayi,” pesan Najib.

Yayasan Jantung Anak

Penyakit jantung bawaan pada anak, tidak jarang memerlukan tindakan pengobatan berupa operasi jantung. Menurut Najib, di Indonesia sebenarnya sudah cukup banyak dilakukan operasi jantung pada anak. Sayangnya, biaya operasi masih cukup mahal dan belum banyak fasilitas kesehatan yang sanggup menangani kasusnya. Padahal, sebenarnya banyak sekali pasien yang sangat memerlukan pertolongan operasi.

Untuk mengatasi masalah ini, didirikan Yayasan Jantung Anak. Melalui yayasan yang bertempat di RS Cipto Mangunkusumo Jakarta ini, dilakukan pengumpulan dana untuk membantu penderita yang membutuhkan bantuan biaya pengobatan. Namun bantuan dana dari donatur yang dapat disalurkan yayasan ini masih sangat kurang.

Martin

One Response to 'PENYAKIT JANTUNG BAWAAN'

Subscribe to comments with RSS or TrackBack to 'PENYAKIT JANTUNG BAWAAN'.

  1. christiana said,

    dear,

    saya sangat senang sekali dengan artikel ini,
    bagaimana caranya untuk bisa konsultasi dengan dr. Najib ,
    sedang posisi saya di semarang
    hasil kateterisasi bln oct 2010 anak saya TGA, VSD MUSKULER dengan PH non reaktif 8.75
    masih bisakah di lakukan operasi untuk anak saya ?
    sekarang dia berumur 1 th

    mohon penjelasannya

    terima kasih,
    christiana semarang


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: